Inalum: Tak Ada Aset yang Digadaikan untuk Beli Freeport

Mico Desrianto
Kompas.com - Minggu, 23 Desember 2018
Inalum: Tak Ada Aset yang Digadaikan untuk Beli FreeportDok. Humas PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin saat membuka Technology Improvement Seminar (TIS) di Tanjung Gading.

KOMPAS.com – Keberhasilan pemerintah memiliki mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui PT Inalum (Persero) memunculkan beragam opini publik.

Santer terdengar, PT Inalum menggadaikan aset untuk mendapatkan kucuran dana. Namun Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Antar Lembaga Inalum, Rendi A. Witular membantah isu tersebut.

Ia mengatakan tidak ada aset atau saham Inalum dan anak usaha, termasuk PTFI yang digadaikan untuk meningkatkan kepemilikan saham PT Freeport Indonesia.

“Jangan termakan hoax. Tidak ada aset atau saham yang kami gadaikan dalam penerbitan tersebut. Mengapa bisa tanpa jaminan? Karena investor global percaya akan kinerja Inalum dan prospek bisnis PTFI,” ungkap Rendi A Witular sesuai informasi yang Kompas.com terima, Minggu (23/12/2018).

Perlu diketahui PT Inalum menerbitkan obligasi global senilai 4 miliar dollar AS dengan rincian 3,85 dollar AS atau Rp 55 triliun digunakan untuk pembayaran saham PTFI dan sisa 150 juta dollar AS untuk refinancing.

Obligasi global Inalum terdiri dari empat seri dengan dengan masa tersingkat 3 tahun dan paling lama 30 tahun denggan tingkat kupon rata-rata sebesar 5,991 persen.

Adapun yang menjadi koordinator underwriter dalam penerbitan obligasi adalah BNP Paribas (Perancis), Citigroup (Amerika Serikat), MUFG (Jepang), serta dua dari Malaysia yakni CIMB dan Maybank.

Sementara itu sebagai mitra underwriter tercatat terdapat SMBC Nikko dari Jepang dan Standard Chartered Bank dari Inggris.

Lebih stabil dari sindikasi perbankan asing

Penerbitan obligasi ini dinilai lebih kompetitif dibandingkan harus meminjam dari sindikasi perbankan asing. Risiko suku bunga yang dapat melonjak di saat ketidakpastian ekonomi global, dan juga untuk jangka panjang biasanya bank meminta jaminan menjadi penyebabnya.

“Kami tidak mengambil pembiayaan dari dalam negeri karena tidak ingin ada uang yang keluar dari Indonesia sehingga mengakibatkan terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah. Ini kan uangnya dari Jepang, Singapore, Amerika dan Eropa yang ditransfer ke negara lain,” terang Rendi.

Rendi juga menjelaskan jika Inalum mempunyai kemampuan yang kuat untuk membayar.

“Kami keluar Rp 55 triliun untuk membeli tambang PTFI dengan kekayaan senilai 2.400 triliun hingga 2041. Setelah 2022, laba bersih PTFI diproyeksikan sebesar Rp 29 triliun per tahun berdasarkan asumsi yang sangat konservatif,” ujar Rendi.

PenulisMico Desrianto
EditorSri Noviyanti
Komentar
Terkini Lainnya
Dukung Pembangunan Papua, Inalum Jalin Kerja Sama dengan Uncen
Dukung Pembangunan Papua, Inalum Jalin Kerja Sama dengan Uncen
Kilas Pertambangan
Inalum Kucurkan Dana Beli Freeport Tanpa Agunan
Inalum Kucurkan Dana Beli Freeport Tanpa Agunan
Kilas Pertambangan
Olah Batu Bara Jadi Energi Bersih, PTBA Dirikan Perusahaan Patungan
Olah Batu Bara Jadi Energi Bersih, PTBA Dirikan Perusahaan Patungan
Kilas Pertambangan
ESDM Bantah Indonesia Bisa Dapatkan Freeport Gratis Pada 2021
ESDM Bantah Indonesia Bisa Dapatkan Freeport Gratis Pada 2021
Kilas Pertambangan
Berusia 43 Tahun, Ini Capaian Inalum Pada 2018
Berusia 43 Tahun, Ini Capaian Inalum Pada 2018
Kilas Pertambangan
Soal Kontrak Freeport, Mahfud MD Angkat Bicara
Soal Kontrak Freeport, Mahfud MD Angkat Bicara
Kilas Pertambangan
Inalum: Divestasi Freeport Tidak Sama dengan Membeli Tanah Sendiri
Inalum: Divestasi Freeport Tidak Sama dengan Membeli Tanah Sendiri
Kilas Pertambangan
Inalum: Tak Ada Aset yang Digadaikan untuk Beli Freeport
Inalum: Tak Ada Aset yang Digadaikan untuk Beli Freeport
Kilas Pertambangan
Manfaat Divestasi Freeport untuk Papua
Manfaat Divestasi Freeport untuk Papua
Kilas Pertambangan
Capaian Inalum Setelah 1 Tahun Menjadi Holding Tambang
Capaian Inalum Setelah 1 Tahun Menjadi Holding Tambang
Kilas Pertambangan
Harga 3.85 Miliar Dollar AS untuk Freeport, Apakah Mahal?
Harga 3.85 Miliar Dollar AS untuk Freeport, Apakah Mahal?
Kilas Pertambangan
Bersama 4 BUMN, Inalum Santuni Anak-anak di Panti Asuhan Jayapura
Bersama 4 BUMN, Inalum Santuni Anak-anak di Panti Asuhan Jayapura
Kilas Pertambangan
Inalum Pastikan akan Terus Bangun Pusat Penelitian dan Pengembangan
Inalum Pastikan akan Terus Bangun Pusat Penelitian dan Pengembangan
Kilas Pertambangan
Gandeng KPK, Inalum dan Mitra Kerja Berkomitmen Berantas Korupsi
Gandeng KPK, Inalum dan Mitra Kerja Berkomitmen Berantas Korupsi
Kilas Pertambangan
Harga Alumina Melonjak, Inalum Tetap Utamakan Pelanggan
Harga Alumina Melonjak, Inalum Tetap Utamakan Pelanggan
Kilas Pertambangan