Manfaat Divestasi Freeport untuk Papua

Anissa Dea Widiarini
Kompas.com - Jumat, 21 Desember 2018
Manfaat Divestasi Freeport untuk PapuaRADITYA HELABUMIMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin (kanan ke kiri) saat penandatanganan antara Pemerintah Pusat, Pemprov Papua, Pemkab Mimika dan PT Inalum tentang Pengambilan Saham Divestasi PT Freeport Indonesia di Jakarta, Jumat (12/1). Kompas/Raditya Helabumi (RAD) 12-01-2018

KOMPAS.com – Holding industri pertambangan PT Inalum (Persero) akan meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Freeport Indonesia (PTFI) dari 9,36 persen menjadi 51,2 persen. Melalui peningkatan tersebut, untuk pertama kalinya Pemerintah Daerah (Pemda) Papua akan mendapatkan alokasi saham.

Dengan begitu, kepemilikan mayoritas entitas Indonesia di PTFI, yang telah mengelola tambang emas dan tembaga di Kabupaten Mimika, Papua, sejak 51 tahun yang lalu, akan segera terealisasi.

Dari 100 persen saham PTFI, Pemda Papua akan memiliki 10 persen, Inalum 41,2 persen, dan Freeport McMoRan sebesar 48,8 persen. Namun, gabungan antara Inalum dan Pemda Papua akan menjadikan entitas Indonesia menjadi pengendali PTFI.

Sepuluh persen saham Pemda Papua tersebut kemudian dibagi menjadi 7 persen untuk Kabupaten Mimika, yang di dalamnya termasuk hak ulayat, serta 3 persen untuk Provinsi Papua.

Melalui saham yang dimiliki, Pemda Papua akan mendapatkan dividen minimal sebesar 100 juta dollar AS atau Rp 1,45 triliun per tahun yang akan didapatkan setelah tahun 2022. Dimana operasional PTFI akan berjalan secara normal setelah masa transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah.

Selain saham, berdasarkan Peraturan Pemerintah No 37/2018 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak di BidangUsaha Pertambangan Mineral, pemerintah daerah juga akan mendapatkan 6 persen dari laba bersih PTFI.

Nantinya, 6 persen laba bersih itu akan dibagi menjadi 2,5 persen untuk Kabupaten Mimika, 2,5 persen untuk Kabupaten di luar Mimika, dan 1 persen untuk Provinsi Papua. Seluruh manfaat tersebut berada di luar bantuan CSR dan community development serta pendapatan pajak daerah dan royalti.

Terkait pembelian saham Pemda Papua, Inalum akan memberikan pinjaman kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)s Papua sebesar 819 juta dollar AS yang dijaminkan dengan saham tersebut. Cicilan pinjaman akan dibayarkan dengan dividen PTFI yang akan didapatkan oleh BUMD Papua.

Namun, menurut Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Antar Lembaga Inalum Rendi A. Witular, dividen tersebut tidak akan digunakan sepenuhnya untuk membayar cicilan.

“Tidak ada dana dari APBD Pemda Papua yang digunakan untuk membeli saham. Cicilan dari pembelian saham akan dibayarkan melalui dividen PTFI dan tidak semuanya dipakai untuk bayar cicilan. Akan ada uang tunai yang akan didapatkan oleh Pemda setiap tahunnya,” terang Rendi dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima Jumat (21/12/2018).

Lebih lajut, dia mengatakan, saham Pemda Papua tersebut nantinya akan dimasukan ke perusahaan khusus bernama PT Indonesia Papua Metal dan Mineral. Di mana sahamnya akan dimiliki Inalum sebesar 60 persen dan Pemda Papua melalui BUMD sebesar 40 persen.

“Struktur kepemilikan pemerintah daerah tersebut adalah struktur yang lazim dan sudah mempertimbangkan semua aspek. Termasuk aspek perpajakan yang lebih efisien bagi semua pemegang saham,” ucap Rendi.

PenulisAnissa Dea Widiarini
EditorSri Noviyanti
Komentar
Terkini Lainnya
Dukung Pembangunan Papua, Inalum Jalin Kerja Sama dengan Uncen
Dukung Pembangunan Papua, Inalum Jalin Kerja Sama dengan Uncen
Kilas Pertambangan
Inalum Kucurkan Dana Beli Freeport Tanpa Agunan
Inalum Kucurkan Dana Beli Freeport Tanpa Agunan
Kilas Pertambangan
Olah Batu Bara Jadi Energi Bersih, PTBA Dirikan Perusahaan Patungan
Olah Batu Bara Jadi Energi Bersih, PTBA Dirikan Perusahaan Patungan
Kilas Pertambangan
ESDM Bantah Indonesia Bisa Dapatkan Freeport Gratis Pada 2021
ESDM Bantah Indonesia Bisa Dapatkan Freeport Gratis Pada 2021
Kilas Pertambangan
Berusia 43 Tahun, Ini Capaian Inalum Pada 2018
Berusia 43 Tahun, Ini Capaian Inalum Pada 2018
Kilas Pertambangan
Soal Kontrak Freeport, Mahfud MD Angkat Bicara
Soal Kontrak Freeport, Mahfud MD Angkat Bicara
Kilas Pertambangan
Inalum: Divestasi Freeport Tidak Sama dengan Membeli Tanah Sendiri
Inalum: Divestasi Freeport Tidak Sama dengan Membeli Tanah Sendiri
Kilas Pertambangan
Inalum: Tak Ada Aset yang Digadaikan untuk Beli Freeport
Inalum: Tak Ada Aset yang Digadaikan untuk Beli Freeport
Kilas Pertambangan
Manfaat Divestasi Freeport untuk Papua
Manfaat Divestasi Freeport untuk Papua
Kilas Pertambangan
Capaian Inalum Setelah 1 Tahun Menjadi Holding Tambang
Capaian Inalum Setelah 1 Tahun Menjadi Holding Tambang
Kilas Pertambangan
Harga 3.85 Miliar Dollar AS untuk Freeport, Apakah Mahal?
Harga 3.85 Miliar Dollar AS untuk Freeport, Apakah Mahal?
Kilas Pertambangan
Bersama 4 BUMN, Inalum Santuni Anak-anak di Panti Asuhan Jayapura
Bersama 4 BUMN, Inalum Santuni Anak-anak di Panti Asuhan Jayapura
Kilas Pertambangan
Inalum Pastikan akan Terus Bangun Pusat Penelitian dan Pengembangan
Inalum Pastikan akan Terus Bangun Pusat Penelitian dan Pengembangan
Kilas Pertambangan
Gandeng KPK, Inalum dan Mitra Kerja Berkomitmen Berantas Korupsi
Gandeng KPK, Inalum dan Mitra Kerja Berkomitmen Berantas Korupsi
Kilas Pertambangan
Harga Alumina Melonjak, Inalum Tetap Utamakan Pelanggan
Harga Alumina Melonjak, Inalum Tetap Utamakan Pelanggan
Kilas Pertambangan