KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus melanjutkan pengiriman ratusan gerbong datar untuk mendorong layanan logistik nasional sekaligus sebagai bentuk nyata dukungan terhadap produk dalam negeri.
Gerbong datar digunakan untuk mengangkut material industri hingga energi. Hal ini menjadi bukti komitmen KAI dalam memacu kemandirian industri nasional, khususnya di Sumatera Bagian Selatan.
Dalam upaya tersebut, sebanyak 780 unit gerbong (13 train set) telah tiba di Palembang hingga pertengahan April 2026. Seluruh gerbong ini siap memperkuat distribusi logistik nasional.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penguatan sarana angkutan barang diarahkan untuk memastikan distribusi komoditas strategis, termasuk batu bara untuk pembangkit listrik, dapat berjalan konsisten dan tepat waktu.
“Di sisi lain, penggunaan produk dalam negeri menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai tambah bagi industri nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Investasi Rp 1,05 T, KAI Optimalkan Angkutan Barang di Sumatera
Dia menjelaskan, KAI mengalokasikan investasi sebesar Rp 1,05 triliun untuk pengadaan 1.125 unit gerbong.
Langkah strategis itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing angkutan barang berbasis rel, sekaligus mempertegas keberpihakan pada produk dalam negeri.
Arah pengembangan tersebut juga mendukung pergeseran distribusi logistik ke moda yang lebih efisien dan rendah emisi.
Anne menambahkan, pengadaan itu menjadi bagian dari langkah jangka panjang KAI dalam mencapai target Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2029.
Dalam RJPP 2029, angkutan batu bara ditargetkan mencapai 111,2 juta ton dan barang nonbatu bara sebesar 10,9 juta ton.
Baca juga: KAI Aktifkan Kembali Stasiun Plabuan dan Tambah Pemberhentian KA di Batang Mulai 27 April 2026
“Kami memastikan bahwa penguatan sarana ini berjalan selaras dengan upaya mendorong industri dalam negeri agar semakin kompetitif,” jelas Anne.
Dia menegaskan, melalui penguatan sarana tersebut, KAI terus memperluas perannya dalam sistem logistik nasional.
“Setiap pengiriman yang berjalan, selain untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan pasokan energi, juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kemajuan industri nasional,” tutur Anne.
Hingga pertengahan April 2026, sebanyak 13 train set (TS) atau setara 780 unit gerbong telah berada di Simpang, Divre III Palembang.
Gerbong-gerbong itu lahir dari fasilitas produksi PT INKA di Banyuwangi dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.
Baca juga: Amankan Pasokan Listrik, KAI Tambah 780 Gerbong Pengangkut Batu Bara di Sumsel
Tingginya TKDN mencerminkan komitmen KAI dalam mendorong kemandirian industri nasional serta memperkuat ekosistem manufaktur perkeretaapian Indonesia.
Proses distribusi masih berlangsung secara bertahap. Saat ini, satu train set (60 unit gerbong datar) tengah menjalani proses bongkar muat di lokasi, sedangkan satu train set lainnya dalam perjalanan dari Banyuwangi menuju Simpang, Palembang.
Di sisi lain, satu train set dijadwalkan menjalani uji statis di Banyuwangi pada 20 April 2026 sebagai bagian dari tahapan kesiapan operasional.
Rangkaian pengiriman itu merupakan bagian dari total 1.125 unit gerbong datar yang akan didistribusikan hingga Juli 2026.
Penambahan sarana ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas angkutan barang di Sumatera Bagian Selatan, terutama dalam mendukung distribusi komoditas strategis.
Baca juga: KAI Catat Pertumbuhan Perjalanan KA Jarak Jauh Menuju Banyuwangi pada Kuartal I-2026
Pengiriman dilakukan sejak 6 Juli 2025 dari fasilitas produksi PT INKA di Banyuwangi.
Adapun setiap train set terdiri dari 60 unit gerbong tipe BM 54 ton dengan kapasitas muat 15 ton per unit, sehingga satu rangkaian mampu mengangkut hingga 900 ton dalam sekali perjalanan.
Gerbong datar tipe BM 54 dirancang untuk mengangkut berbagai komoditas berat dan berdimensi besar, mulai dari kontainer, material konstruksi, hingga batu bara.
Kebutuhan distribusi batu bara yang terus meningkat menjadikan peran angkutan rel semakin penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi nasional.
Dengan penambahan gerbong datar itu, kinerja angkutan batu bara KAI terus tumbuh.
Pada Maret 2026, volume angkutan mencapai 4.634.929 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 4.436.996 ton.
Secara kumulatif, angkutan batu bara telah mencapai 12.075.002 ton sepanjang triwulan I 2026.
Baca juga: KAI Aktifkan Kembali Stasiun Comal Mulai 27 April 2026, Akses Jogja-Solo Lebih Mudah
Kinerja tersebut menunjukkan aliran distribusi energi yang terjaga dari wilayah produksi menuju pusat kebutuhan. Pergerakan ini menjadi bagian dari sistem yang menopang pasokan listrik bagi masyarakat dan industri di berbagai wilayah.