Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kompas.com - 10/02/2026, 19:52 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melaksanakan Kereta Luar Biasa (KLB) Inspeksi Lintas Jalur Selatan pada 10–12 Februari 2026.

Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan operasional dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2026

KLB mencakup peninjauan langsung kesiapan prasarana, sarana, sistem operasi, keselamatan, serta kesiapan sumber daya manusia di lintas selatan Pulau Jawa.

Direktur Operasi KAI, Awan Hermawan Purwadinata menyampaikan, KLB Inspeksi menjadi instrumen penting untuk memastikan kesiapan operasional dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi.

Lewat KLB Inspeksi Lintas Jalur Selatan, KAI memastikan seluruh unsur pelayanan dan keselamatan berada pada kondisi siap sebelum memasuki masa Angkutan Lebaran. 

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami menjaga keandalan perjalanan serta kenyamanan pelanggan di tengah peningkatan mobilitas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Dukung Kelancaran Angkutan Idul Fitri 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Diskon Tarif 30 Persen

Melalui KLB Inspeksi Lintas Jalur Selatan, KAI menegaskan komitmen untuk memastikan layanan kereta api yang andal, aman, dan nyaman, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan Lebaran dengan tenang dan lancar.

KLB Inspeksi Lintas Jalur Selatan menggunakan rangkaian 1 lokomotif, 1 kereta Nusantara, 1 kereta Jawa, 1 kereta makan, dan 1 kereta pembangkit, dengan rute di hari pertama dari Bandung–Purwokerto. 

Secara keseluruhan rute kegiatan inspeksi melintasi wilayah kerja Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya.

Wilayah itu merupakan lintasan strategis dengan karakteristik geografis dan tantangan operasional yang beragam.

Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pembinaan jajaran pegawai di Stasiun Bandung dan Stasiun Purwokerto. 

Baca juga: KAI Logistik Optimalkan Angkutan B3 via Kereta Api, Kantongi Izin 12 Jenis

Sepanjang perjalanan, jajaran pimpinan dan pemangku kepentingan meninjau langsung kondisi lintasan, emplasemen stasiun, serta kesiapan personel operasional di lapangan. 

Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyelaraskan standar layanan, kesiapsiagaan petugas operasional, serta frontliner agar seluruh unsur bekerja dengan tingkat kesiapan yang sama saat Angkutan Lebaran berlangsung.

Pelaksanaan inspeksi 

Dalam rangkaian KLB Inspeksi, masing-masing Daop memaparkan kesiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026, mencakup rencana operasi, langkah antisipasi potensi gangguan perjalanan, serta skema penanganan kondisi darurat. 

Pengecekan dilakukan secara komprehensif untuk menjaga keandalan prasarana dan kelancaran perjalanan.

Pasalya, lintas selatan melintasi wilayah pegunungan, jalur rawan cuaca, hingga segmen dengan peningkatan frekuensi perjalanan yang signifikan saat Lebaran.

Sebagai bagian dari kesiapan lintas selatan, KAI juga menyiapkan pengamanan terpadu di wilayah Daop 2, Daop 5, Daop 6, Daop 7, dan Daop 8, dengan dukungan ribuan personel pengamanan internal dan eksternal. 

Baca juga: KAI Siapkan 1,2 Juta Tiket Diskon 30 Persen Kereta Api Mudik Lebaran 2026

Pengamanan ini diperkuat melalui sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta aparat terkait untuk menjaga keamanan perjalanan kereta api dan lingkungan stasiun selama masa Angkutan Lebaran.

Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana penanganan gangguan operasional turut diperkuat melalui penempatan lokomotif cadangan, pembangkit listrik, crane, serta ketersediaan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di titik-titik strategis lintas selatan. 

Langkah tersebut dirancang untuk memastikan respons cepat dan terukur apabila terjadi gangguan operasional selama periode angkutan.

Angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, dengan Posko Angkutan Lebaran beroperasi pada 14–29 Maret 2026. 

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan cuti bersama Nyepi, sedangkan puncak arus balik diproyeksikan pada 24 Maret 2026, saat cuti bersama Idul Fitri berakhir. 

Baca juga: Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Pola itu menjadi acuan KAI dalam pengaturan operasi, kesiapan sarana, sumber daya manusia (SDM), serta pengamanan perjalanan.

Kegiatan tersebut dihadiri  Direktur Operasi KAI Awan Hermawan Purwadinata, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra, jajaran Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemehub).

 

Terkini Lainnya
KAI Perkuat Kereta PSO, Buka Akses Ekonomi bagi Petani hingga Pedagang

KAI Perkuat Kereta PSO, Buka Akses Ekonomi bagi Petani hingga Pedagang

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan 39 Trainset Stainless Steel New Generation di Berbagai Relasi Kereta Api

KAI Operasikan 39 Trainset Stainless Steel New Generation di Berbagai Relasi Kereta Api

Kereta Api Indonesia
KA Cikuray Terus Tumbuh, Hubungkan Garut dan Jakarta dengan Tarif Terjangkau

KA Cikuray Terus Tumbuh, Hubungkan Garut dan Jakarta dengan Tarif Terjangkau

Kereta Api Indonesia
KAI Catat 146.399 Pergerakan Pelanggan di Stasiun Blitar, Diprediksi Naik Selama Libur Idul Adha

KAI Catat 146.399 Pergerakan Pelanggan di Stasiun Blitar, Diprediksi Naik Selama Libur Idul Adha

Kereta Api Indonesia
Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Kereta Api Indonesia
Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Kereta Api Indonesia
KAI Targetkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan di 1.638 Perlintasan

KAI Targetkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan di 1.638 Perlintasan

Kereta Api Indonesia
KAI Tanggung Pendidikan Anak dari Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Tanggung Pendidikan Anak dari Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

Kereta Api Indonesia
Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Kereta Api Indonesia
KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Kereta Api Indonesia
500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

Kereta Api Indonesia
KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

Kereta Api Indonesia
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com