KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat realisasi angkutan barang ritel sebesar 42.405 ton sepanjang Januari–Februari 2026.
Capaian tersebut menjadi indikator terjaganya kelancaran distribusi barang menjelang Ramadhan dan Lebaran 1447 Hijriah (H)/2026 Masehi.
“Awal tahun merupakan fase penting bagi pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan stok sebelum memasuki periode permintaan tinggi,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Jelang Masa Lebaran, KAI Daop 7 Tutup Perlintasan Kereta Tanpa Palang di Blitar
Menurut Anne, layanan angkutan ritel berperan dalam mendistribusikan barang konsumsi, kebutuhan harian, hingga komoditas pendukung sektor perdagangan.
Pola pengiriman terjadwal dengan kapasitas angkut terukur membantu pelaku usaha, termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM), menjaga kesinambungan suplai.
Kepastian waktu tempuh juga memberikan ruang perencanaan yang lebih presisi sehingga arus barang dari sentra produksi ke pusat konsumsi dapat berlangsung efisien.
Kinerja awal 2026 tersebut melanjutkan tren positif dalam dua tahun terakhir.
Sepanjang 2025, volume angkutan ritel KAI mencapai 252.976 ton, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 224.865 ton.
Peningkatan itu menegaskan peran transportasi berbasis rel dalam memperkuat rantai pasok antardaerah secara konsisten.
Baca juga: Panduan Lengkap Kirim Motor Mudik Lebaran dengan KAI Logistik
Angkutan ritel KAI dijalankan melalui dua skema, yakni business to business (B2B) bersama mitra logistik resmi serta business to customer (B2C) yang memungkinkan masyarakat umum, termasuk UMKM, mengirimkan barang melalui jaringan mitra KAI.
Layanan tersebut telah terintegrasi dengan berbagai jasa ekspedisi dan pengiriman antarkota, sehingga pelaku usaha dapat menjangkau pasar lebih luas dengan biaya yang kompetitif.
Menjelang Lebaran, pergerakan barang cenderung meningkat seiring naiknya kebutuhan masyarakat.
Distribusi yang lancar turut menjaga stabilitas pasokan di pasar sekaligus menopang aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Selain itu, distribusi berbasis kereta api membantu mengurangi beban lalu lintas jalan raya dan meningkatkan efisiensi biaya logistik.
Baca juga: KAI Wisata Sediakan 30.712 Kursi Kereta Premium untuk Mudik Lebaran 2026
Anne menambahkan, KAI terus melakukan penyesuaian operasional agar kapasitas angkut tetap selaras dengan kebutuhan pasar sepanjang 2026.
Koordinasi dengan mitra usaha juga diperkuat guna menjaga keandalan layanan dan ketepatan waktu pengiriman.
“Distribusi barang yang terjaga menjadi elemen penting dalam mendukung UMKM, perdagangan, serta kesiapan masyarakat menyambut Lebaran,” tutur Anne.
Baca juga: KAI Logistik Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun di 2026, Naik 119 Persen