Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kompas.com - 20/02/2026, 19:15 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Lintas Rawabuaya–Batuceper kembali dapat dilalui secara bertahap setelah hampir delapan jam proses pemulihan akibat insiden tertempernya Kereta Api ( KA 806A Commuter Line Bandara oleh truk trailer di perlintasan sebidang, Jumat (20/2/2026).

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan jalur telah dinyatakan aman untuk dilalui dengan kecepatan terbatas sambil menunggu pemulihan penuh prasarana.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memastikan seluruh pelanggan dalam kondisi selamat.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Seluruh pelanggan berhasil dievakuasi dengan aman dan tidak terdapat korban dalam kejadian ini,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Evakuasi Kereta Bandara yang Anjlok Selesai, Petugas Bersorak Saat KRL Bisa Melintas

Ratusan petugas dikerahkan

Proses pemulihan melibatkan ratusan petugas gabungan yang terdiri dari tim Jalan Rel, Listrik Aliran Atas (LAA), operasional, serta pengamanan.

Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari evakuasi truk trailer, pengangkatan rangkaian yang anjlok, pemeriksaan dan perbaikan struktur rel serta bantalan, pengukuran ulang geometri jalur, hingga pemulihan jaringan LAA.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh prasarana dalam kondisi aman sebelum jalur kembali dibuka bagi perjalanan kereta.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh langkah pemulihan dilakukan secara maksimal agar layanan dapat kembali berjalan dengan aman dan andal,” kata Anne.

Baca juga: Perjalanan Kereta Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan, Penumpang Dapat Refund 100 Persen

49 perjalanan dibatalkan

Meski jalur telah dibuka bertahap, insiden tersebut berdampak signifikan terhadap operasional.

Sebanyak 33 perjalanan Commuter Line Bandara dan 16 perjalanan Commuter Line Tangerang dibatalkan. Selain itu, 18 perjalanan lainnya mengalami rekayasa pola operasi serta kelambatan.

Dalam kondisi normal, lintas Rawabuaya–Batuceper dilalui sekitar 90–100 perjalanan Commuter Line Tangerang dan 60–64 perjalanan Commuter Line Bandara setiap hari.

Secara rata-rata, Commuter Line Bandara melayani sekitar 6.430 pengguna per hari, sementara Commuter Line lintas Tangerang melayani sekitar 74.237 pengguna per hari.

Dengan volume tersebut, gangguan di lintas ini berdampak pada mobilitas lebih dari 80.000 pelanggan harian.

Baca juga: Perlintasan KA Poris Masih Ditutup hingga Kamis Sore, Lalu Lintas Macet

KAI menegaskan pelanggaran di perlintasan sebidang memiliki konsekuensi serius terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan pelayanan publik.

Perusahaan pelat merah itu juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan akan menempuh proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan di perlintasan sebidang bukan sekadar kewajiban, melainkan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan. Kami akan bersikap tegas melalui jalur hukum,” tegas Anne.

KAI memastikan evaluasi menyeluruh terus dilakukan guna memperkuat aspek keselamatan dan keandalan layanan di seluruh jaringan operasional.

Terkini Lainnya
KAI Perkuat Kereta PSO, Buka Akses Ekonomi bagi Petani hingga Pedagang

KAI Perkuat Kereta PSO, Buka Akses Ekonomi bagi Petani hingga Pedagang

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan 39 Trainset Stainless Steel New Generation di Berbagai Relasi Kereta Api

KAI Operasikan 39 Trainset Stainless Steel New Generation di Berbagai Relasi Kereta Api

Kereta Api Indonesia
KA Cikuray Terus Tumbuh, Hubungkan Garut dan Jakarta dengan Tarif Terjangkau

KA Cikuray Terus Tumbuh, Hubungkan Garut dan Jakarta dengan Tarif Terjangkau

Kereta Api Indonesia
KAI Catat 146.399 Pergerakan Pelanggan di Stasiun Blitar, Diprediksi Naik Selama Libur Idul Adha

KAI Catat 146.399 Pergerakan Pelanggan di Stasiun Blitar, Diprediksi Naik Selama Libur Idul Adha

Kereta Api Indonesia
Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Kereta Api Indonesia
Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Kereta Api Indonesia
KAI Targetkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan di 1.638 Perlintasan

KAI Targetkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan di 1.638 Perlintasan

Kereta Api Indonesia
KAI Tanggung Pendidikan Anak dari Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Tanggung Pendidikan Anak dari Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

Kereta Api Indonesia
Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Kereta Api Indonesia
KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Kereta Api Indonesia
500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

Kereta Api Indonesia
KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

Kereta Api Indonesia
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com