KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya perjalanan KA 174 Ciremai dan sejumlah kereta api lainnya akibat longsor di petak jalan Maswati–Sasaksaat (MSI–SKT) yang menutup perlintasan kilometer (KM) 142+8/9, Rabu (1/4/2026).
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempercepat pembersihan rel dan evakuasi sarana terdampak agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal.
“Penanganan kami lakukan secara cepat dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Berdasarkan estimasi di lapangan, proses ini diproyeksikan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih lima jam sejak pukul 16.30 WIB,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu.
Baca juga: Kereta Api Ciremai Anjlok, PT KAI Terjunkan Tim Singkirkan Material Longsor
Untuk memastikan setiap tahap penanganan berjalan aman dan terkendali, KAI terus berkoordinasi dengan berbagai unit dan instansi terkait.
Selain itu, KAI juga melakukan pengaturan perjalanan sejumlah kereta api guna menjaga keselamatan dan kelancaran layanan.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat serta terukur agar perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” tegas Anne.
Untuk memperoleh informasi terkini terkait perjalanan kereta api, termasuk keterlambatan maupun pembatalan, pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan KAI melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-2223-3121, atau email cs@kai.id.
Baca juga: Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan