Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kompas.com - 03/02/2026, 10:55 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sepanjang 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berhasil menjawab tantangan mobilitas nasional dengan mengangkut 47,4 juta pelanggan kereta api jarak jauh (KA JJ).

Lebih dari itu, KAI juga mampu menjaga jejak karbon atau emisi yang dihasilkan dari aktivitas perkeretaapian tetap terkendali.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan mobilitas masyarakat dapat berjalan seiring dengan pengendalian emisi karbon.

Hal itu dibuktikan dari total emisi karbon layanan KA JJ periode Januari–Desember 2025 yang tercatat sebesar 127.315.192 kilogram (kg) karbondioksida ekuivalen (CO?e), dengan jumlah pelanggan mencapai 47.405.539 orang.

Baca juga: Persiapkan Angkutan Mudik Lebaran, KAI Daop 6 Yogyakarta Lakukan Ramp Check, Ini yang Diperiksa

Sebagai ilustrasi, dengan asumsi rata-rata jarak tempuh pelanggan KA JJ sebesar 300 kilometer (km), total aktivitas perjalanan sepanjang 2025 setara dengan sekitar 14,22 miliar penumpang-kilometer (pkm).

Berdasarkan perhitungan tersebut, total emisi karbon KA Jarak Jauh tercatat sekitar 127,3 juta kg CO?e atau setara 127.300 ton CO?e dalam satu tahun operasional.

Pada skenario yang sama, apabila seluruh pelanggan KA JJ melakukan perjalanan menggunakan bus antarkota, total emisi karbon diperkirakan mencapai sekitar 386,4 juta kg CO?e atau 386.400 ton CO?e.

Sementara itu, apabila perjalanan dilakukan menggunakan kendaraan pribadi, total emisi karbon diperkirakan meningkat hingga sekitar 2.716,3 juta kg CO?e atau setara 2,72 juta ton CO?e.

Anne menuturkan, perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pilihan moda transportasi berpengaruh signifikan terhadap akumulasi emisi karbon di sektor transportasi.

Baca juga: Tiket Kereta Api H-3 dan H-2 Lebaran 2026 Masih Ada, KAI Tawarkan Alternatif jika Kehabisan

“Dengan jumlah pelanggan yang besar, pemanfaatan kereta api membantu menjaga emisi tetap lebih terkendali dibandingkan moda lain,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (3/2/2026).

Anne menjelaskan, besaran emisi tersebut menggambarkan efisiensi moda transportasi berbasis rel yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara terjadwal.

Dengan kapasitas angkut yang tinggi, emisi yang dihasilkan dapat terbagi ke lebih banyak pengguna perjalanan antarkota sehingga akumulasi emisi dapat ditekan.

Lebih lanjut, Anne menegaskan, KAI terus mendorong peningkatan efisiensi operasional, penguatan tingkat keterisian penumpang, serta integrasi layanan antarmoda. 

Langkah tersebut diarahkan agar pertumbuhan layanan KAJJ tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Baca juga: Sepanjang Januari 2026, KAI Angkut 983.036 Ton Barang Non Batu Bara

“Melalui pengelolaan layanan KAJJ yang konsisten dan terukur, KAI berkomitmen mendukung sistem transportasi nasional yang andal, efisien, serta berorientasi pada pengendalian emisi karbon, seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ucap Anne.

Terkini Lainnya
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

Kereta Api Indonesia
Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Kereta Api Indonesia
Menhub dan Dirut KAI Tinjau Jalur KA Terdampak Banjir di Pekalongan, Pastikan Keselamatan Perjalanan

Menhub dan Dirut KAI Tinjau Jalur KA Terdampak Banjir di Pekalongan, Pastikan Keselamatan Perjalanan

Kereta Api Indonesia
Antisipasi Lonjakan Tiket Lebaran, Layanan Online KAI Tutup 4 Jam untuk Migrasi Sistem

Antisipasi Lonjakan Tiket Lebaran, Layanan Online KAI Tutup 4 Jam untuk Migrasi Sistem

Kereta Api Indonesia
Operasional Kereta Api Berangsur Pulih, KAI Catat Peningkatan Ketepatan Waktu

Operasional Kereta Api Berangsur Pulih, KAI Catat Peningkatan Ketepatan Waktu

Kereta Api Indonesia
Bulan K3 Nasional 2026, KAI Perkuat Budaya Keselamatan Proaktif

Bulan K3 Nasional 2026, KAI Perkuat Budaya Keselamatan Proaktif

Kereta Api Indonesia
Pemulihan Jalur KAI, Lintasan Semarang–Jakarta Mulai Beroperasi Terbatas

Pemulihan Jalur KAI, Lintasan Semarang–Jakarta Mulai Beroperasi Terbatas

Kereta Api Indonesia
KAI Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi Masyarakat lewat TJSL Rp 32,24 Miliar Sepanjang 2025

KAI Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi Masyarakat lewat TJSL Rp 32,24 Miliar Sepanjang 2025

Kereta Api Indonesia
KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Perjalanan Kereta Api di Jalur Pantura Jawa Tengah

KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Perjalanan Kereta Api di Jalur Pantura Jawa Tengah

Kereta Api Indonesia
Pererat Hubungan dengan Komunitas, KAI Gelar Railfans Community Gathering 2026

Pererat Hubungan dengan Komunitas, KAI Gelar Railfans Community Gathering 2026

Kereta Api Indonesia
Tanggapi Isu Penyebaran Data Pelanggan, KAI Group Tegaskan Perlindungan Data Jadi Prioritas

Tanggapi Isu Penyebaran Data Pelanggan, KAI Group Tegaskan Perlindungan Data Jadi Prioritas

Kereta Api Indonesia
Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Kereta Api Indonesia
KAI Group Layani 27 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026, Konektivitas Antarmoda Jadi Kunci Kelancaran

KAI Group Layani 27 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026, Konektivitas Antarmoda Jadi Kunci Kelancaran

Kereta Api Indonesia
Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com