KOMPAS.com – Kota Cirebon kembali mengukuhkan posisinya sebagai "titik temu" paling strategis di Pulau Jawa selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Berada di persimpangan jalur kereta api utara dan selatan, Cirebon menjadi simpul utama yang menghubungkan Jakarta, Semarang, Purwokerto, hingga Yogyakarta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Menurutnya, Cirebon telah menjadi jalur yang penting karena menghubungkan perjalanan lintas kota, lintas provinsi, hingga lintas tujuan wisata.
Kota di utara Pulau Jawa ini juga memiliki peran khas karena menghubungkan jalur utara, seperti Jakarta dan Semarang dengan jalur selatan menuju Purwokerto dan Yogyakarta.
Baca juga: Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket
“Posisi ini membuat Cirebon menjadi titik transit penting bagi pelanggan yang melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (4/1/2026).
Sebagai simpul transit bagi kota lain, Anne menjelaskan, konektivitas kereta api turut memudahkan wisatawan untuk mengakses berbagai destinasi unggulan Cirebon, mulai dari kawasan keraton dan heritage, wisata religi, hingga pusat kuliner.
Tak hanya itu, Kota Cirebon juga memudahkan wisatawan dalam menuju kota dan kabupaten penyangga, seperti Majalengka, Indramayu, dan Kuningan.
Pergerakan wisatawan tersebut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), pengrajin, pedagang kuliner, serta penyedia jasa transportasi dan akomodasi di sekitar stasiun dan kawasan wisata.
Anne mengatakan, arus pelanggan dan wisatawan yang melalui Cirebon memberi dampak langsung bagi perekonomian lokal.
Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Catat Kenaikan Penumpang 8,5 Persen di 2025, Layani 11,8 Juta Orang
“Aktivitas ini menguatkan peran kereta api sebagai penghubung wilayah sekaligus penggerak ekonomi daerah,” katanya.
Hingga Minggu (4/1/2026) pukul 08.00 WIB, penjualan tiket Nataru 2025/2026 secara nasional telah mencapai 4.135.783 tiket, meningkat 10,86 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Anne menyebutkan, konektivitas yang terbangun melalui layanan kereta api menjadikan perjalanan antarwilayah lebih efisien dan nyaman.
“Cirebon menjadi contoh bagaimana simpul transportasi berperan dalam menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mendukung pariwisata dan ekonomi lokal,” tuturnya.
Peran strategis Kota Cirebon terlihat dari padatnya layanan kereta api yang melayani naik turun pelanggan di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan.
Baca juga: Pelanggan Kereta Suite Class Compartment KAI Naik 47,8 Persen pada 2025
Selama periode Nataru 2025/2026, dua stasiun tersebut melayani sebanyak 63 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan dari arah timur ke barat dalam satu hari operasional tercatat.
Kedua stasiun itu juga melayani 66 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan dari arah barat ke timur.
Adapun 17 kereta api tambahan tersebut merupakan layanan penumpang Motis Nataru, yang mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi kendaraan roda dua antarwilayah.
Berdasarkan data Angkutan Nataru Daerah Operasi 3 Cirebon hingga Minggu, pukul 10.00 WIB, volume pelanggan secara kumulatif pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 274.400 pelanggan, terdiri atas 136.081 pelanggan naik dan 138.319 pelanggan turun.
Pada hari yang sama, pergerakan harian tercatat 16.867 pelanggan, dengan 9.423 pelanggan naik dan 7.444 pelanggan turun.
Baca juga: Seorang Anak Perempuan Nekat Hadang Kereta di Sidoarjo, KAI Langsung Temui Orang Tua
Di Stasiun Cirebon, volume kumulatif mencapai 114.821 pelanggan, dengan pergerakan harian pada Minggu, sebanyak 6.385 pelanggan.
Sementara itu, Stasiun Cirebon Prujakan mencatat volume kumulatif 45.232 pelanggan, dengan pergerakan harian 2.830 pelanggan.
Data tersebut menegaskan peran kedua stasiun sebagai pintu masuk dan keluar utama kawasan Cirebon selama periode libur panjang.
Tingginya mobilitas tersebut sejalan dengan capaian penjualan tiket di wilayah Daop 3 Cirebon.
Dari kapasitas 74.988 tempat duduk, tiket yang terjual mencapai 81.244 tiket atau setara 108 persen.
Baca juga: KAI Logistik Angkut Lebih dari 2.000 Ton Selama Libur Natal 2025
Tingkat keterisian ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute perjalanan.
Cirebon tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga destinasi favorit. Hal ini terlihat dari Cirebon catat positif dari pertumbuhan wisatawan domestik dan mancanegara.
Sepanjang 2025, sebanyak 21.806 wisatawan mancanegara tercatat berangkat menggunakan kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 3 Cirebon.
Jumlah itu meningkat jika dibandingkan pada 2024 yang mencapai 19.280 wisatawan mancanegara.
Stasiun Cirebon menjadi yang tertinggi dengan melayani 12.566 wisatawan mancanegara.
Baca juga: Turun Melebihi Stasiun Tujuan, Penumpang KAI Terancam Masuk Blacklist
Cirebon pun sukses menjadi percontohan bagaimana integrasi transportasi dapat menghidupkan pariwisata sekaligus menjaga kelancaran mobilitas warga.