Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Kompas.com - 04/01/2026, 14:44 WIB
I Jalaludin S,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kota Cirebon kembali mengukuhkan posisinya sebagai "titik temu" paling strategis di Pulau Jawa selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. 

Berada di persimpangan jalur kereta api utara dan selatan, Cirebon menjadi simpul utama yang menghubungkan Jakarta, Semarang, Purwokerto, hingga Yogyakarta.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api. 

Menurutnya, Cirebon telah menjadi jalur yang penting karena menghubungkan perjalanan lintas kota, lintas provinsi, hingga lintas tujuan wisata.

Kota di utara Pulau Jawa ini juga memiliki peran khas karena menghubungkan jalur utara, seperti Jakarta dan Semarang dengan jalur selatan menuju Purwokerto dan Yogyakarta. 

Baca juga: Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

“Posisi ini membuat Cirebon menjadi titik transit penting bagi pelanggan yang melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (4/1/2026).

Sebagai simpul transit bagi kota lain, Anne menjelaskan, konektivitas kereta api turut memudahkan wisatawan untuk mengakses berbagai destinasi unggulan Cirebon, mulai dari kawasan keraton dan heritage, wisata religi, hingga pusat kuliner.

Tak hanya itu, Kota Cirebon juga memudahkan wisatawan dalam menuju kota dan kabupaten penyangga, seperti Majalengka, Indramayu, dan Kuningan. 

Pergerakan wisatawan tersebut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), pengrajin, pedagang kuliner, serta penyedia jasa transportasi dan akomodasi di sekitar stasiun dan kawasan wisata.

Anne mengatakan, arus pelanggan dan wisatawan yang melalui Cirebon memberi dampak langsung bagi perekonomian lokal.

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Catat Kenaikan Penumpang 8,5 Persen di 2025, Layani 11,8 Juta Orang

“Aktivitas ini menguatkan peran kereta api sebagai penghubung wilayah sekaligus penggerak ekonomi daerah,” katanya.

Hingga Minggu (4/1/2026) pukul 08.00 WIB, penjualan tiket Nataru 2025/2026 secara nasional telah mencapai 4.135.783 tiket, meningkat 10,86 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Anne menyebutkan, konektivitas yang terbangun melalui layanan kereta api menjadikan perjalanan antarwilayah lebih efisien dan nyaman. 

“Cirebon menjadi contoh bagaimana simpul transportasi berperan dalam menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mendukung pariwisata dan ekonomi lokal,” tuturnya.

Peran strategis Cirebon

Peran strategis Kota Cirebon terlihat dari padatnya layanan kereta api yang melayani naik turun pelanggan di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan.

Baca juga: Pelanggan Kereta Suite Class Compartment KAI Naik 47,8 Persen pada 2025

Selama periode Nataru 2025/2026, dua stasiun tersebut melayani sebanyak 63 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan dari arah timur ke barat dalam satu hari operasional tercatat.

Kedua stasiun itu juga melayani 66 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan dari arah barat ke timur. 

Adapun 17 kereta api tambahan tersebut merupakan layanan penumpang Motis Nataru, yang mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi kendaraan roda dua antarwilayah.

Berdasarkan data Angkutan Nataru Daerah Operasi 3 Cirebon hingga Minggu, pukul 10.00 WIB, volume pelanggan secara kumulatif pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 274.400 pelanggan, terdiri atas 136.081 pelanggan naik dan 138.319 pelanggan turun. 

Pada hari yang sama, pergerakan harian tercatat 16.867 pelanggan, dengan 9.423 pelanggan naik dan 7.444 pelanggan turun.

Baca juga: Seorang Anak Perempuan Nekat Hadang Kereta di Sidoarjo, KAI Langsung Temui Orang Tua

Di Stasiun Cirebon, volume kumulatif mencapai 114.821 pelanggan, dengan pergerakan harian pada Minggu, sebanyak 6.385 pelanggan. 

Sementara itu, Stasiun Cirebon Prujakan mencatat volume kumulatif 45.232 pelanggan, dengan pergerakan harian 2.830 pelanggan. 

Data tersebut menegaskan peran kedua stasiun sebagai pintu masuk dan keluar utama kawasan Cirebon selama periode libur panjang.

Tingginya mobilitas tersebut sejalan dengan capaian penjualan tiket di wilayah Daop 3 Cirebon

Dari kapasitas 74.988 tempat duduk, tiket yang terjual mencapai 81.244 tiket atau setara 108 persen. 

Baca juga: KAI Logistik Angkut Lebih dari 2.000 Ton Selama Libur Natal 2025

Tingkat keterisian ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute perjalanan.

Cirebon tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga destinasi favorit. Hal ini terlihat dari Cirebon catat positif dari pertumbuhan wisatawan domestik dan mancanegara. 

Sepanjang 2025, sebanyak 21.806 wisatawan mancanegara tercatat berangkat menggunakan kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 3 Cirebon.

Jumlah itu meningkat jika dibandingkan pada 2024 yang mencapai 19.280 wisatawan mancanegara. 

Stasiun Cirebon menjadi yang tertinggi dengan melayani 12.566 wisatawan mancanegara. 

Baca juga: Turun Melebihi Stasiun Tujuan, Penumpang KAI Terancam Masuk Blacklist

Cirebon pun sukses menjadi percontohan bagaimana integrasi transportasi dapat menghidupkan pariwisata sekaligus menjaga kelancaran mobilitas warga.

Terkini Lainnya
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

Kereta Api Indonesia
Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com