Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Kompas.com - 05/01/2026, 12:56 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat kinerja positif selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ( Nataru) 2025/2026.

Terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI telah melayani 4.179.095 pelanggan. Angka ini tumbuh 12,02 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencapai 3.730.584 pelanggan.

Dari jumlah tersebut, layanan kereta api jarak jauh (KAJJ) tercatat melayani 3.392.439 pelanggan atau setara 122,9 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk.

Sementara itu, kereta api lokal melayani 786.656 pelanggan atau 105,6 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.

Baca juga: Stasiun Merak Kembali Layani Kereta Api Lokal

Keterisian tempat duduk terlihat melampaui kapasitas akibat pola perjalanan pelanggan yang bersifat dinamis, khususnya pada layanan kereta api lokal yang memungkinkan pelanggan naik dan turun di sejumlah stasiun dalam satu perjalanan.

Direktur Utama (Dirut) KAI Bobby Rasyidin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang diberikan selama masa angkutan Nataru 2025/2026.

Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat dapat terlayani dengan baik seiring terjaganya kinerja operasional dan ketepatan waktu perjalanan.

Sepanjang 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI secara kumulatif berhasil menjaga ketepatan waktu keberangkatan hingga 99,68 persen. Adapun tingkat ketepatan waktu kedatangan tercatat sekitar 96,13 persen.

Baca juga: Angkutan Lebaran 2025 Sukses, KAI Layani 4,7 Juta Pelanggan dan Catat Ketepatan Waktu Hampir Sempurna

"KAI akan terus melakukan peningkatan layanan secara berkelanjutan agar perjalanan kereta api semakin andal, aman, dan nyaman," ujar Bobby dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (5/1/2026)

Pada periode Nataru 2025/2026, KAI juga memberlakukan diskon tarif 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial dengan total 1.509.080 tempat duduk. Potongan harga ini berlaku selama 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Hingga 5 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 1.524.487 tiket diskon telah terjual. Capaian ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap perjalanan kereta api yang terjangkau.

KAI menilai, pergerakan pelanggan selama Nataru 2025/2026 turut mendorong aktivitas perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta perputaran ekonomi di berbagai daerah, termasuk sektor pariwisata, transportasi lanjutan, dan usaha masyarakat di sekitar stasiun.

Baca juga: Pelari dari 38 Negara Ikuti Borobudur Marathon 2025, Dorong Perputaran Ekonomi

Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus menjaga keandalan operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang mendukung mobilitas nasional dan pertumbuhan perekonomian di berbagai wilayah.

Terkini Lainnya
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

Kereta Api Indonesia
Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com