KAI Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi Masyarakat lewat TJSL Rp 32,24 Miliar Sepanjang 2025

Kompas.com - 17/01/2026, 11:46 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menjaga konsistensi komitmen perusahaan dalam berperan serta mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan masyarakat.

Sepanjang 2025, KAI menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan ( TJSL) sebesar Rp 32.242.893.703.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan realisasi penyaluran pada 2024 yang tercatat sebesar Rp 19.301.522.216.

Pejabat yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Executive Vice President of Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudyo menyampaikan, peningkatan penyaluran TJSL tersebut mencerminkan fokus perusahaan pada program-program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: KAI Bakal Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

Menurut Wisnu, seluruh program TJSL dirancang berbasis kebutuhan di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di berbagai wilayah operasional KAI.

“Melalui TJSL, KAI berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan, terukur, dan relevan dengan kondisi sosial serta ekonomi di sekitar wilayah usaha perusahaan,” katanya dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (17/1/2025).

Sepanjang 2025, penyaluran TJSL KAI dialokasikan melalui tiga program utama yang saling terintegrasi, yakni pengembangan dan pembinaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), pengembangan lingkungan, serta community relations.

Baca juga: Jelang Libur Panjang, KAI Daop 8 Surabaya Operasikan 5 KA Tambahan

Ketiga program tersebut bersinergi dalam mendorong penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sosial, serta terciptanya hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat guna mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi yang inklusif.

Dalam upaya mendorong kemandirian pelaku usaha, KAI menghadirkan ekosistem pembinaan UMKM yang komprehensif melalui payung program MiKA (Mitra KAI).

Penguatan profil pelaku usaha dilakukan melalui MiKA Certified, yang memberikan dukungan pemenuhan sertifikasi bisnis, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Sertifikat Halal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Dengan dukungan tersebut, mitra binaan diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat dari sisi legalitas usaha.

Baca juga: KAI Tutup 316 Perlintasan Kereta yang Rawan Kecelakaan

Kapasitas bisnis para mitra kemudian diperkuat melalui MiKA Next Class, yang membekali pelaku UMKM dengan kemampuan manajemen keuangan, strategi pemasaran digital, serta pengembangan sumber daya manusia. Program ini bertujuan meningkatkan ketangguhan usaha dalam menghadapi dinamika pasar.

Creative Space KAI.DOK. KAI Creative Space KAI.

KAI juga membuka akses pasar bagi produk lokal melalui MiKA Exhibition dengan menghadirkan etalase produk di area proses bisnis perusahaan serta pameran berskala nasional.

Selain itu, KAI menghadirkan MiKA Creative Space sebagai ruang fasilitas untuk menampilkan produk unggulan di area publik guna menumbuhkan ekosistem bisnis yang kreatif dan berkelanjutan.

Bagi mitra yang telah mencapai kualifikasi lanjutan, MiKA Go Global hadir untuk memfasilitasi UMKM agar mampu memasarkan serta mengembangkan produknya di pasar internasional. Program ini sejalan dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, program pengembangan lingkungan dijalankan melalui pemberian bantuan hibah yang menjangkau tujuh sektor utama, mulai dari penanganan korban bencana alam, dukungan di bidang pendidikan dan kesehatan, hingga pelestarian lingkungan dan penyediaan sarana ibadah.

Baca juga: Bertemu Gibran Bahas Pelestarian Lingkungan, Nadine Chandrawinata: Wapres Pesan Gerakkan Anak Muda

Sementara itu, melalui program community relations, KAI membangun hubungan harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan creating shared value, antara lain melalui sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api serta pelaksanaan aksi bakti sosial.

Wisnu menambahkan, seluruh rangkaian program TJSL tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Terkini Lainnya
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

Kereta Api Indonesia
Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com