KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan bahwa pemulihan operasional perjalanan kereta api pascapenanganan banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah terus menunjukkan perbaikan.
Secara umum, operasional perjalanan kereta api berangsur pulih, seiring dengan tren keterlambatan yang terus menurun dari hari ke hari.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pemulihan operasional terus berjalan dan kelambatan perjalanan semakin terkendali.
“Namun, keselamatan pelanggan dan petugas tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, masih dilakukan pembatalan terbatas sebagai langkah penguatan keselamatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (20/1/2026).
Perbaikan tersebut tecermin dari capaian ketepatan waktu (on time performance/OTP) kereta api jarak jauh (KAJJ) pada periode 19 Januari 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Januari 2026 pukul 08.00 WIB.
Baca juga: Perjalanan KAI Mulai Beranjak Normal Pasca Hujan dan Banjir
Dari 227 perjalanan KA yang berangkat, sebanyak 216 KA berangkat tepat waktu atau mencapai 95,15 persen, sementara 11 KA mengalami keterlambatan.
Adapun untuk kedatangan, dari 244 perjalanan KA, sebanyak 209 KA datang tepat waktu atau 85,66 persen, sedangkan 35 KA mengalami keterlambatan.
Seiring dengan proses pemulihan operasional, KAI terus melakukan penanganan prasarana secara intensif di titik-titik terdampak dengan mengerahkan ratusan personel prasarana dan operasional yang bekerja 24 jam dalam tiga shift.
Upaya tersebut meliputi pemeriksaan lanjutan kondisi lintasan, penguatan struktur jalur, hingga pengangkatan dan perapihan track.
KAI juga melakukan penyempurnaan sistem drainase guna memastikan keselamatan perjalanan sebelum seluruh kereta api kembali dapat melintas dengan kecepatan normal.
Baca juga: Perjalanan Kereta Api dari Jakarta Kembali Normal, KAI Pastikan Tak Ada Pembatalan
KAI menegaskan, gangguan operasional sebelumnya dipicu oleh curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Pulau Jawa, khususnya di lintas Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.
Salah satu titik terdampak berada di petak jalan Pekalongan–Sragi akibat luapan sungai dan jebolnya tanggul.
Oleh karenanya, diperlukan pengaturan operasional khusus serta pemeriksaan teknis berlapis guna memastikan lintasan dan sarana benar-benar aman dilalui.
Meski kondisi berangsur membaik, KAI masih memberlakukan pembatalan beberapa perjalanan sebagai bagian dari pengaturan operasional berbasis keselamatan. Pembatalan dilakukan secara selektif berdasarkan hasil evaluasi teknis di lapangan.
Anne menegaskan, perjalanan kereta api lainnya tetap beroperasi sesuai pengaturan terbaru dan akan terus dievaluasi seiring progres pemulihan yang berjalan bertahap.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Hak pelanggan tetap dijamin melalui service recovery dan pengembalian bea tiket 100 persen sesuai ketentuan,” ujarnya.
Untuk memperoleh informasi resmi terkini terkait perjalanan, pembelian, maupun pengembalian tiket, pelanggan dapat mengakses aplikasi Access by KAI melalui fitur Pusat Bantuan yang terhubung dengan Contact Center KAI 121, WhatsApp 0811-2223-3121, e-mail cs@ kai.id, serta media sosial resmi KAI.
Daftar KA yang dibatalkan Selasa (20/1/2026)
Daftar KA yang dibatalkan Rabu (21/1/2026)
Baca juga: Area Banjir Pekalongan Dapat Dilalui KAI dengan Pembatasan 30 Km/Jam