Antisipasi Lonjakan Tiket Lebaran, Layanan Online KAI Tutup 4 Jam untuk Migrasi Sistem

Kompas.com - 20/01/2026, 18:24 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menyiapkan “karpet merah” jelang masa Angkutan Lebaran melalui migrasi dan penguatan kapasitas rail ticketing system (RTS).

Migrasi dan peningkatan sistem tersebut akan dilakukan pada Rabu (21/1/2026) pukul 00.00–04.00 WIB.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan infrastruktur ini bertujuan memastikan seluruh kanal pemesanan tiket memiliki performa yang stabil dan responsif.

Terlebih, masa Lebaran tinggal kurang dari satu bulan sehingga KAI bersiap menghadapi lonjakan transaksi pemesanan tiket yang tinggi.

Baca juga: Operasional Kereta Api Berangsur Pulih, KAI Catat Peningkatan Ketepatan Waktu

“Kami melakukan migrasi ke infrastruktur sistem yang lebih modern agar seluruh kanal pemesanan, baik aplikasi Access by KAI maupun mitra penjualan lainnya, memiliki kemampuan menyesuaikan kapasitas secara dinamis dan real-time,” ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (20/1/2026). 

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan masyarakat dapat memesan tiket mudik Lebaran dengan lebih lancar tanpa kendala teknis.

Peningkatan tersebut mencakup seluruh sistem pemesanan tiket, baik Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) maupun KA Lokal, termasuk layanan KAI Commuter, guna menjaga keandalan layanan menjelang Angkutan Lebaran.

Selama proses migrasi yang berlangsung selama empat jam, seluruh layanan pemesanan, pembayaran, dan pembatalan tiket secara online melalui aplikasi Access by KAI, situs web kai.id, serta kanal eksternal atau mitra resmi lainnya tidak dapat diakses sementara.

Baca juga: Imbas Banjir Semarang, KAI Batalkan Jadwal Kereta Api Gajayana Tambahan

Anne meminta dukungan pelanggan untuk menyesuaikan waktu transaksi tiket selama proses migrasi berlangsung.

“Peningkatan sistem ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan Lebaran dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Meski layanan daring dihentikan sementara, KAI memastikan operasional perjalanan kereta api tetap berjalan dengan sejumlah langkah antisipasi, antara lain:

  • Pelayanan tiket di stasiun: Calon penumpang yang membutuhkan pembelian tiket mendesak (go-show) tetap dapat dilayani secara manual melalui loket stasiun.
  • Proses boarding: Keberangkatan dan kedatangan kereta api tetap berjalan sesuai jadwal. Petugas menyiapkan manifest penumpang secara manual untuk memastikan proses boarding tidak terganggu.
  • Waktu pemeliharaan: Migrasi dilakukan pada dini hari dengan pertimbangan volume transaksi paling rendah guna meminimalkan dampak bagi pelanggan.
  • Penyimpanan tiket: Penumpang yang berangkat pada periode migrasi diimbau menyimpan tangkapan layar tiket atau kode booking dari aplikasi maupun email untuk memperlancar proses boarding.

Baca juga: Perjalanan Kereta Api dari Jakarta Kembali Normal, KAI Pastikan Tak Ada Pembatalan

KAI menegaskan, seluruh data pelanggan dan riwayat transaksi dipastikan tetap aman selama proses transisi berlangsung.

Perencanaan matang dan pengujian berlapis telah dilakukan agar sistem kembali beroperasi normal tepat pada pukul 04.00 WIB.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com