KAI Raih MILEA 2025, Bukti SDM Unggul dalam Pengambilan Keputusan Cepat dan Aman

Kompas.com - 12/12/2025, 12:25 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam menjadikan keselamatan sebagai prioritas tertinggi kembali mendapat pengakuan. 

Kali ini, KAI meraih penghargaan bergengsi MarkPlus Institute Learning Excellence Awards (MILEA) 2025 kategori Experience Learning dalam rangkaian MarkPlus Conference 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, penghargaan itu menjadi bukti penguatan kapasitas insan perusahaan sebagai fondasi utama keselamatan operasional.

Penghargaan MILEA 2025 diberikan atas keberhasilan KAI menjalankan program Effective Problem Solving and Decision Making for Basic and Managerial, khususnya dalam memastikan setiap insan KAI mampu mengambil keputusan cepat, tepat, dan aman di berbagai kondisi lapangan.

“Kami bersyukur menerima Learning Excellence Awards 2025. Program pembelajaran yang diakui ini meningkatkan kemampuan problem solving dan pengambilan keputusan,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (12/12/2025).

Baca juga: Promo Sehari KAI 12.12: Diskon 20 Persen Tiket Kereta Eksekutif di Jawa-Sumatera, Cek Syaratnya

Anne menyebutkan, program pembelajaran itu turut memperkuat budaya keselamatan yang menjadi prioritas tertinggi di KAI. 

“Kompetensi sumber daya manusia (SDM) adalah kunci agar setiap langkah operasional semakin mengutamakan keselamatan pelanggan,” ungkapnya.

Menurut Anne, keselamatan merupakan hasil dari kompetensi, kedisiplinan, dan budaya kerja yang konsisten.

“Karena itu, KAI terus memperkuat pelatihan teknis dan manajerial, memastikan setiap insan siap menghadapi dinamika operasional,” terangnya. 

Anne menegaskan, penghargaan dari MILEA menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkokoh budaya keselamatan di seluruh wilayah operasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pelatihan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, khususnya bagi insan yang berada pada lini operasi, seperti masinis, petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA), petugas prasarana, petugas sarana, hingga tim keamanan.

Baca juga: Catatan KAI 2025: Layanan Kereta Melesat, Ekonomi Ikut Menguat

Program itu juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat learning culture dan kualitas SDM yang berorientasi pada keselamatan perjalanan kereta api.

Materi pembelajaran mencakup pemahaman risiko, simulasi pengambilan keputusan kritis, komunikasi lintas fungsi dalam situasi darurat, serta kemampuan menilai skenario operasional secara menyeluruh.

Pendekatan tersebut memastikan setiap petugas memiliki judgement yang kuat dalam menjaga keselamatan perjalanan.

Penghargaan yang diberikan oleh MarkPlus Institute tersebut juga sejalan dengan upaya KAI dalam membangun learning ecosystem modern, termasuk pemanfaatan modul e-learning, LMS, coaching and mentoring, serta pelatihan berbasis simulasi yang terintegrasi dengan program safety management system (SMS) perusahaan.

Baca juga: KAI Operasikan Kereta Tambahan Untuk Libur Nataru 2025/2026, Berikut Daftar dan Jadwalnya

Melalui MILEA 2025, MarkPlus Institute menilai KAI unggul dalam aspek desain program pelatihan, tingkat dampak, keterlibatan peserta, dan pengalaman belajar yang efektif.

Dalam surat resmi undangan penerimaan penghargaan (ditujukan kepada EVP Safety Management KAI) disebutkan bahwa KAI terpilih dalam kategori Experience Learning berkat keberhasilan kolaborasi dan implementasi pembelajaran sepanjang tahun.

Dengan diraihnya penghargaan ini, KAI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas SDM, memperbarui pendekatan pembelajaran, serta meningkatkan standar keselamatan perkeretaapian nasional. 

KAI memastikan seluruh proses transformasi perusahaan akan selalu berorientasi pada layanan yang selamat, andal, dan semakin melayani.

Baca juga: KAI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang Terdampak Banjir

Terkini Lainnya
Perjalanan Kereta Terganggu akibat Longsor, KAI Kebut Pembersihan Rel Maswati–Sasaksaat

Perjalanan Kereta Terganggu akibat Longsor, KAI Kebut Pembersihan Rel Maswati–Sasaksaat

Kereta Api Indonesia
Tindaklanjuti Arahan Prabowo untuk Menata Kawasan Rel, Ini 3 Langkah KAI 

Tindaklanjuti Arahan Prabowo untuk Menata Kawasan Rel, Ini 3 Langkah KAI 

Kereta Api Indonesia
Dirut KAI Tinjau Layanan Lebaran di Sumatra Utara, Pastikan Perjalanan Pelanggan Tetap Lancar dan Nyaman

Dirut KAI Tinjau Layanan Lebaran di Sumatra Utara, Pastikan Perjalanan Pelanggan Tetap Lancar dan Nyaman

Kereta Api Indonesia
Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Kereta Api Indonesia
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com