Berpegang pada Prinsip GCG, KAI Pastikan Layanan PSO Jangkau Seluruh Lapisan Masyarakat

Kompas.com - 21/11/2024, 13:44 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Vice President (VP) Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Anne Purba mengatakan bahwa KAI sebagai operator transportasi publik terus berkomitmen untuk memastikan layanan public service obligation (PSO) dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan tetap mengedepankan standar pelayanan minimum (SPM) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam melaksanakan penugasan PSO, kata dia, KAI berpegang pada prinsip good corporate governance (GCG).

“Melalui layanan KA PSO, KAI ingin mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik, yang pada gilirannya dapat mengurangi kemacetan dan polusi,” imbuh Anne dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (21/11/2024).

Baca juga: Persiapan Nataru, Pelita Air Tambah Armada Baru

Ke depan, lanjut dia, KAI Group berencana untuk terus mengembangkan dan memperbarui armadanya, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas jaringan transportasi publik demi meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Untuk diketahui, PSO merupakan alokasi anggaran subsidi yang diberikan oleh pemerintah. KAI mengimplementasikan layanan ini sebagai wujud komitmennya dalam meningkatkan pelayanan transportasi publik.

Dalam upaya tersebut, KAI berfokus pada pengoperasian kereta api dengan tarif terjangkau bagi masyarakat, baik untuk angkutan penumpang dan barang pada momen tertentu.

Baca juga: Cerita Penumpang yang Kehilangan Barang di Kereta, Pelaporan Berbelit, tapi Tak Kunjung Ada Kejelasan

KAI Group berhasil melayani 344.328.157 penumpang

Berdasarkan data terbaru, Anne menjelaskan bahwa KAI Group telah berhasil melayani 344.328.157 penumpang untuk kereta api PSO selama periode Januari hingga Oktober 2024.

Data tersebut terdiri dari 13.873.317 penumpang untuk kereta api jarak jauh (KA JJ), kereta api lokal, dan kereta api perintis yang dikelola oleh KAI, 309.694.220 penumpang untuk KAI Commuter, 16.858.617 penumpang untuk LRT Jabodebek, serta 3.902.003 penumpang yang dilayani oleh KAI Bandara.

“Tren positif terlihat pada penumpang KA JJ, di mana dari Januari hingga Oktober 2024, KA PSO Jarak Jauh berhasil melayani 9.219.617 penumpang atau meningkat 9,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023, yang tercatat sebanyak 8.394.494 penumpang,” jelas Anne.

Baca juga: Soal Kereta Otonom IKN, DJKA Kemenhub: Kita Tunggu Sampai Akhir Tahun

Selain itu, Anne menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan KAI dan KAI Logistik dalam menjalankan program Angkutan Motor Gratis (Motis) pada momen-momen tertentu.

Program tersebut mencakup KA Motis Nataru (Pasar Senen–Lempuyangan PP), Motis Lebaran jalur Selatan (Madiun–Jakarta Gudang PP), Motis Lebaran jalur Tengah (Kutoarjo–Jakarta Gudang PP), dan Motis Lebaran jalur Utara (Semarang Tawang–Cilegon PP).

Anne menambahkan bahwa penugasan PSO bukan hanya tentang menyediakan akses transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya untuk mengurangi biaya transportasi dan mendorong perubahan gaya bertransportasi menuju pilihan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca juga: Manuver PLN Hadapi Tantangan Global lewat Penyediaan Energi Ramah Lingkungan 

Daftar KA Antarkota untuk penugasan PSO pada 2024

Berikut adalah daftar KA Antarkota yang mendapatkan penugasan PSO pada 2024, yaitu KA Kahuripan (Blitar–Kiaracondong PP), KA Bengawan (Purwosari–Pasar Senen PP), KA Sri Tanjung (Lempuyangan–Ketapang PP), KA Airlangga (Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen PP), KA Pasundan (Surabaya Gubeng–Kiaracondong PP), dan KA Serayu (Purwokerto–Kroya–Pasar Senen PP).

KA Antarkota lainnya, yakni KA Kutojaya Selatan (Kutoarjo–Kiaracondong PP), KA Tawang Alun (Ketapang–Bangil–Malang Kota Lama PP), KA Bukit Serelo (Kertapati–Lubuklinggau PP), KA Ekspres Rajabasa (Kertapati–Tanjungkarang PP), KA Putri Deli (Tanjungbalai–Medan PP), KA Probowangi (Ketapang–Probolinggo–Surabaya Gubeng PP), KA Kuala Stabas (Baturaja–Tanjungkarang PP), serta KA Cikuray (Garut–Pasar Senen PP).

Baca juga: KAI Tanjungkarang Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Martapura

Selain itu, terdapat juga Kereta Api Perkotaan yang mendapatkan penugasan PSO pada 2024, yaitu KA Pandanwangi (Ketapang–Jember PP), KA Siantar Ekspres (Siantar–Medan PP), KA Pariaman Ekspres (Naras–Pariaman–Pauh Lima PP), KA Sri Lelawangsa (Medan–Kualanamu PP dan Medan–Binjai PP), KA Siliwangi (Cipatat–Sukabumi PP), KA Datuk Belambangan (Lalang–Tebing Tinggi PP).

Kemudian, Commuter Line Walahar (Purwakarta–Cikarang PP), Commuter Line Jatiluhur (Cikarang–Cikampek PP), Commuter Line Garut (Purwakarta–Cibatu–Garut PP), Commuter Line Bandung Raya (Cicalengka–Purwakarta PP), KA Bandara (Bandara Internasional Yogyakarta, Minangkabau Ekspres, dan KA Bandara Kualanamu), Commuter Line lainnya seperti Tumapel, Supas, Merak, Jenggala, dan Prameks, serta LRT Jabodebek.

Terkini Lainnya
KAI Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi Masyarakat lewat TJSL Rp 32,24 Miliar Sepanjang 2025

KAI Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi Masyarakat lewat TJSL Rp 32,24 Miliar Sepanjang 2025

Kereta Api Indonesia
KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Perjalanan Kereta Api di Jalur Pantura Jawa Tengah

KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Perjalanan Kereta Api di Jalur Pantura Jawa Tengah

Kereta Api Indonesia
Pererat Hubungan dengan Komunitas, KAI Gelar Railfans Community Gathering 2026

Pererat Hubungan dengan Komunitas, KAI Gelar Railfans Community Gathering 2026

Kereta Api Indonesia
Tanggapi Isu Penyebaran Data Pelanggan, KAI Group Tegaskan Perlindungan Data Jadi Prioritas

Tanggapi Isu Penyebaran Data Pelanggan, KAI Group Tegaskan Perlindungan Data Jadi Prioritas

Kereta Api Indonesia
Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Kereta Api Indonesia
KAI Group Layani 27 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026, Konektivitas Antarmoda Jadi Kunci Kelancaran

KAI Group Layani 27 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026, Konektivitas Antarmoda Jadi Kunci Kelancaran

Kereta Api Indonesia
Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Kereta Api Indonesia
Integrasi Antarmoda di Stasiun Yogyakarta Perkuat Peran KRL pada Libur Nataru 2025

Integrasi Antarmoda di Stasiun Yogyakarta Perkuat Peran KRL pada Libur Nataru 2025

Kereta Api Indonesia
Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

Kereta Api Indonesia
Pembangunan Stasiun Jatake Masuk Tahap Finalisasi, Progres Capai 98,56 Persen

Pembangunan Stasiun Jatake Masuk Tahap Finalisasi, Progres Capai 98,56 Persen

Kereta Api Indonesia
Seskab Teddy Dorong KAI Sulap Stasiun Gambir Lebih Modern Sesuai Dinamika Jakarta

Seskab Teddy Dorong KAI Sulap Stasiun Gambir Lebih Modern Sesuai Dinamika Jakarta

Kereta Api Indonesia
Stasiun BNI City Disulap Jadi Ruang Galeri, Kolaborasi KAI-Kemenekraf Hadirkan

Stasiun BNI City Disulap Jadi Ruang Galeri, Kolaborasi KAI-Kemenekraf Hadirkan "Scenic Art Station"

Kereta Api Indonesia
Bersama Pemerintah, KAI 5×24 Jam Nonstop Pulihkan Jalur Terdampak Bencana di Sumatra

Bersama Pemerintah, KAI 5×24 Jam Nonstop Pulihkan Jalur Terdampak Bencana di Sumatra

Kereta Api Indonesia
Dikunjungi 568.000 Lebih Wisatawan Sepanjang 2025, Museum Lawang Sewu Jadi Magnet Wisata Nataru

Dikunjungi 568.000 Lebih Wisatawan Sepanjang 2025, Museum Lawang Sewu Jadi Magnet Wisata Nataru

Kereta Api Indonesia
Sambut Nataru, KAI Percantik Kereta dan Stasiun

Sambut Nataru, KAI Percantik Kereta dan Stasiun

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com