Bulog dan Sampoerna Retail Community Berkolaborasi Perkuat Jaringan Distribusi Pangan Berkualitas

Kompas.com - 08/01/2025, 13:02 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik ( Bulog) dan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) memulai 2025 dengan meresmikan kerja sama strategis untuk mendukung pengembangan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) dan toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC), serta meningkatkan visibilitas produk Bulog di toko-toko SRC.

Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan perjanjian antara kedua pihak di Kantor Wilayah Bulog Jawa Tengah (Jateng), Semarang, Selasa (7/1/2025). Acara ini dihadiri oleh Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita dan Direktur SRCIS Romulus Sutanto.

Febby Novita mengatakan bahwa program RPK bertujuan menyediakan kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, mulai dari beras hingga minyak goreng.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Senin 6 Januari 2025, Harga Minyak Goreng Curah dan Ikan Tongkol Naik

Saat ini, kata dia, terdapat 21.000 outlet RPK yang tersebar hingga ke tingkat rukun tetangga (RT) di seluruh Indonesia. Dengan kerja sama ini, Bulog berharap dapat memperluas distribusi komoditi pangan melalui toko-toko kelontong SRC dan memperbesar skala bisnis RPK.

“Kolaborasi Bulog dan SRCIS mendukung pengembangan usaha RPK dan toko kelontong SRC dengan memberi kesempatan kepada toko-toko kelontong untuk menjadi outlet RPK. Kami percaya, kolaborasi ini akan memperluas distribusi produk-produk Bulog melalui toko kelontong SRC,” jelas Febby dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (8/1/2025).

Ia menambahkan bahwa kerja sama Bulog dan SRCIS akan dimulai dari Jateng, dengan kemungkinan perluasan ke daerah lain.

“Kami berharap produk pangan berkualitas ini dapat menjangkau masyarakat lebih luas dengan harga terjangkau. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung program pemerintah untuk stabilisasi harga pangan nasional,” ucap Febby.

Baca juga: Mendagri Akui Terjadi Inflasi Harga Pangan Namun Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga

Sejalan dengan visi SRCIS

Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) dan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) dalam kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis di Kantor Wilayah Bulog Jawa Tengah (Jateng), Semarang, Selasa (7/1/2025). ADOK. Perum Bulog Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) dan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) dalam kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis di Kantor Wilayah Bulog Jawa Tengah (Jateng), Semarang, Selasa (7/1/2025). A

Pada kesempatan yang sama, Direktur SRCIS Romulus Sutanto menyambut baik inisiatif Bulog tersebut.

Menurutnya, kerja sama kedua pihak sejalan dengan visi SRCIS untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM), terutama toko kelontong.

“Kolaborasi tersebut juga mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional. Saya yakin bahwa hal ini akan memperkuat peran SRC sebagai pilar penting bagi perekonomian Indonesia,” imbuh Romulus.

Romulus menjelaskan bahwa selama lebih dari 16 tahun, SRCIS telah mendukung pengembangan UMKM toko kelontong melalui program SRC.

Baca juga: UMKM Diminta Dilibatkan Dalam Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta

Kini, lebih dari 250.000 toko kelontong tergabung dalam 8.200 Paguyuban SRC, dan 6.300 toko grosir bermitra sebagai Mitra SRC.

Riset Kompas Gramedia pada 2023 menunjukkan bahwa omzet toko kelontong SRC mencapai Rp 236 triliun pada 2022, setara dengan 11,4 persen produk domestik bruto (PDB) ritel nasional.

“Program RPK dan visibilitas produk Bulog akan mendukung kontribusi toko kelontong SRC bagi masyarakat. Kedua program tersebut selaras dengan semangat Toko SRC sebagai Solusi Belanja Harian yang dekat dengan masyarakat,” ujar Romulus.

Ia berharap kolaborasi tersebut akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan pokok.

Baca juga: Riset FEB Brawijaya Soroti Kolaborasi Hexahelix di Gresik Untungkan Hilirisasi 

Romulus juga mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme para pemilik toko kelontong SRC di Jateng.

“Dengan semangat #JadiLebihBaik, kami optimis kerja sama dengan Bulog akan berdampak positif dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pangan yang mudah dan terjangkau,” tuturnya.

Sekilas tentang RPK

Rumah Pangan Kita adalah outlet milik masyarakat yang dibina oleh Bulog untuk memotong rantai pasar dan menstabilkan harga bahan pokok. Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi wirausaha di bidang ritel pangan.

Calon RPK harus memenuhi syarat seperti melakukan pembelian awal, menyertakan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), NIB: Nomor Induk Berusaha (NIB), serta memiliki tempat untuk outlet. Outlet bisa berupa garasi, teras, atau ruangan yang memadai untuk penyimpanan dan display produk Bulog.

Baca juga: Apple Mau Bangun Pabrik AirTag, Produk Apa Itu?

Selain marjin penjualan, anggota RPK akan mendapatkan pembinaan dari Bulog berupa workshop atau pelatihan terkait kewirausahaan, serta peluang untuk berpartisipasi dalam program berhadiah yang diselenggarakan oleh Bulog, seperti RPK Award, RPK Poin Berhadiah, dan program lainnya.

Selain itu, RPK juga akan menerima fasilitas promosi seperti spanduk, x-banner, kartu nama, dan sebagainya (dengan syarat dan ketentuan yang berlaku). Saat ini, aplikasi myRPK juga telah tersedia untuk memudahkan RPK dalam melakukan pembelian produk secara online.

Terkini Lainnya
Jaga Kualitas Beras, Bulog Ajak Media Tinjau Perawatan di Gudang Sunter

Jaga Kualitas Beras, Bulog Ajak Media Tinjau Perawatan di Gudang Sunter

BULOG
Bulog Catat Rekor MURI Gerakan Pangan Murah Serentak di 4.337 Titik

Bulog Catat Rekor MURI Gerakan Pangan Murah Serentak di 4.337 Titik

BULOG
Jelang HUT RI, Bulog Stabilkan Harga Beras di Seluruh Indonesia lewat SPHP

Jelang HUT RI, Bulog Stabilkan Harga Beras di Seluruh Indonesia lewat SPHP

BULOG
Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

BULOG
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Merah Putih

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Merah Putih

BULOG
Wamentan Sudaryono Bongkar Strategi Bulog Ubah Sejarah Ketahanan Pangan RI

Wamentan Sudaryono Bongkar Strategi Bulog Ubah Sejarah Ketahanan Pangan RI

BULOG
Bulog Jatim Catat Serapan Beras Tertinggi Nasional, Tembus 500.000 Ton

Bulog Jatim Catat Serapan Beras Tertinggi Nasional, Tembus 500.000 Ton

BULOG
Serapan Gabah Kering di Karawang Lebih dari 95.000 Ton, Bulog: Ini Kebahagiaan Para Petani

Serapan Gabah Kering di Karawang Lebih dari 95.000 Ton, Bulog: Ini Kebahagiaan Para Petani

BULOG
Stok CBP Capai 3,7 Juta Ton, Wamentan Pastikan Bulog Bisa Jaga Kualitas Beras

Stok CBP Capai 3,7 Juta Ton, Wamentan Pastikan Bulog Bisa Jaga Kualitas Beras

BULOG
HUT Ke-58, Bulog Bagikan 144 Paket Bansos untuk Anak Yatim Piatu dan Tahfiz Al Quran

HUT Ke-58, Bulog Bagikan 144 Paket Bansos untuk Anak Yatim Piatu dan Tahfiz Al Quran

BULOG
Cadangan Beras Pemerintah 3,5 Juta Ton, Rektor IPB Apresiasi Serapan Gabah Bulog

Cadangan Beras Pemerintah 3,5 Juta Ton, Rektor IPB Apresiasi Serapan Gabah Bulog

BULOG
Peneliti UI: Bulog Berperan Strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan

Peneliti UI: Bulog Berperan Strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan

BULOG
Pakar Pangan: Serapan Gabah dan Beras Bulog Adalah Kado bagi Bangsa Indonesia

Pakar Pangan: Serapan Gabah dan Beras Bulog Adalah Kado bagi Bangsa Indonesia

BULOG
Serapan Awal Mei Tembus 2 Juta Ton Setara Beras, Stok Bulog Lampaui 3,6 Juta Ton

Serapan Awal Mei Tembus 2 Juta Ton Setara Beras, Stok Bulog Lampaui 3,6 Juta Ton

BULOG
Kejar Target Swasembada, Wamentan Sudaryono Kunjungi Pusat Riset Pertanian Terbaik Dunia

Kejar Target Swasembada, Wamentan Sudaryono Kunjungi Pusat Riset Pertanian Terbaik Dunia

BULOG
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com