KOMPAS.com - Pertamina terus mendorong kemandirian masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu program unggulan DEB binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) adalah Uma Palak Lestari yang berlokasi di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali.
Untuk melihat langsung perkembangan dan dampak program tersebut, Komisaris Pertamina Nanik S Deyang dan Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono mengunjungi lokasi Uma Palak Lestari pada Sabtu (30/5/2026).
Kunjungan itu turut didampingi Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta jajaran manajemen Pertamina.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Dalam kesempatan tersebut, jajaran komisaris meninjau berbagai fasilitas program dan melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih.
Sebelum program dijalankan, masyarakat setempat menghadapi keterbatasan pasokan air untuk pertanian, terutama saat musim kemarau panjang. Kondisi ini menyebabkan penurunan hasil panen dan berdampak pada kesejahteraan petani.
Melalui program DEB, Pertamina merespons persoalan tersebut dengan mengembangkan pertanian pangan berkelanjutan yang didukung pemanfaatan EBT, sekaligus mengembangkan kawasan ekowisata dan eduwisata.
Pada sektor pertanian, Pertamina menghadirkan sistem pengairan yang ditenagai Renewable Battery Technology (RBT) dan pembangkit mikrohidro berkapasitas 21 kilowatt peak (kWp).
Pada sektor pertanian, Pertamina menghadirkan sistem pengairan dengan pembangkit yang memanfaatkan Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro dengan kapasitas 21 kilowatt peak (kWp).
Baca juga: Pemerintah Mau Bangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sampai 2027
Pemanfaatan energi bersih tersebut mampu menurunkan emisi karbon hingga 27,3 ton CO?eq per tahun.
Sistem itu telah mengairi lahan pertanian seluas 103 hektar (ha) yang dilengkapi teknologi pengairan digital serta penggunaan alat pertanian elektrik, seperti traktor dan mesin penggiling padi.
Selain itu, Pertamina juga membangun fasilitas Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian, mendorong penggunaan pupuk organik, serta memberikan pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.
Program tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan.
Dari sisi ekonomi, program itu menghasilkan penghematan biaya listrik hingga Rp 44 juta per tahun dan meningkatkan produktivitas padi dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per ha.
Sementara itu, lahan seluas 5 ha yang dikembangkan sebagai area budi daya padi organik varietas Mentik Susu mampu menghasilkan omzet hingga Rp 476 juta per tahun.
Tak hanya berfokus pada sektor pertanian, DEB Uma Palak Lestari juga mengembangkan kawasan ekowisata dan eduwisata melalui pembangunan ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, dan camping ground.
Pengembangan tersebut berhasil menarik sekitar 72.000 wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dari sektor wisata, masyarakat memperoleh tambahan pendapatan hingga Rp 64 juta per tahun.
Baca juga: Survei BI: Porsi Pendapatan Masyarakat untuk Bayar Utang Meningkat
Komisaris Pertamina Nanik S Deyang menilai program TJSL di DEB Uma Palak Lestari menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang berhasil mengintegrasikan sektor pertanian, energi mandiri, dan pariwisata berbasis komunitas.
Menurutnya, program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Di tahun 2023, para petani ini gagal panen. Namun, setelah dibantu Pertamina, mereka kembali panen dan penghasilannya meningkat hingga dua kali lipat,” ujar Nanik dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (4/6/2026).
Ia berharap program serupa dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina.
Baca juga: Pertamina Pastikan Stok Pertalite Ambon Aman Meski SPBU Disanksi
“Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya, karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata dan lainnya,” ucap Nanik.
Senada dengan itu, Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono menegaskan bahwa program TJSL harus mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Pertamina berupaya memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap upaya ini membuat masyarakat semakin merasakan manfaat kehadiran perusahaan. Dengan manfaat yang nyata, diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga keberadaan Pertamina sebagai perusahaan negara dan objek vital nasional,” ujarnya.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari I Wayan Sukadana turut mengapresiasi dukungan Pertamina yang dinilai memberikan dampak positif bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar.
Baca juga: Kelompok Tani Kampung Bayam Usul Urban Farming Dekat JIS Jadi Agrowisata
“Sejak program TJSL Pertamina hadir pada 2021 hingga sekarang, berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan telah membantu meningkatkan hasil pertanian sekaligus kesejahteraan ekonomi anggota kelompok tani dan masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina,” tuturnya.