Di Hadapan Mahasiswa, Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi

Kompas.com - 21/05/2026, 13:28 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com –  Pertamina memaparkan langkah perusahaan menjaga pasokan energi nasional di tengah tantangan geopolitik global, mulai dari optimalisasi sumber daya domestik, peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas), hingga pengembangan energi rendah karbon secara berkelanjutan.

Strategi tersebut disampaikan Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, di hadapan puluhan mahasiswa dalam sesi Students Meet The Global Executives pada ajang Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD Tangerang, yang berlangsung pada 20–22 Mei.

Dalam pameran hulu migas terbesar di Indonesia tersebut, Emma menjelaskan bahwa posisi Indonesia sebagai negara net importir energi menjadi tantangan tersendiri bagi upaya menjaga pasokan energi nasional.

“Ini menjadi pekerjaan rumah Indonesia mengenai bagaimana ketahanan energi menjadi target kita, bahkan dalam empat hingga lima tahun ke depan sesuai mandat presiden,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Siasat PGN di IPA Convex 2026, Perkuat Pasokan Gas Nasional lewat Jalur Pipa dan LNG

Menurut Emma, fokus utama Pertamina saat ini ialah mengoptimalkan sumber daya energi domestik melalui peningkatan produksi dan lifting migas nasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan teknologi, penguatan kemitraan strategis, hingga mendorong dukungan fiskal pemerintah untuk meningkatkan daya tarik investasi sektor migas.

“Yang terpenting adalah menciptakan iklim yang kondusif agar proyek migas semakin layak secara ekonomi, sekaligus mendorong dukungan skema dan insentif fiskal untuk mempercepat produksi dan lifting,” jelasnya.

Dua pilar strategi bisnis

Emma menjelaskan, Pertamina tengah menjalankan dua pilar utama strategi bisnis, yakni mengoptimalkan bisnis eksisting berbasis energi fosil serta mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon. 

Baca juga: PGN Amankan Pasokan Gas Jangka Panjang untuk Industri RI di IPA Convex 2026

Meski demikian, sebagian besar investasi perusahaan masih difokuskan pada sektor hulu migas guna menjaga produksi energi nasional.

Di sektor hilir, Pertamina terus melakukan berbagai langkah untuk menekan ketergantungan impor produk olahan, termasuk mendukung program mandatori biodiesel nasional.

Setelah implementasi B40, pemerintah kini juga mendorong pengembangan menuju B50 sebagai bagian dari penguatan pasokan energi dalam negeri.

Selain itu, Pertamina melakukan revamping kilang untuk meningkatkan produksi energi yang lebih ramah lingkungan, termasuk pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

SAF merupakan bahan bakar pesawat berbasis used cooking oil atau minyak jelantah yang dikembangkan melalui skema co-processing di kilang dan rencana pembangunan biorefinery baru.

Pentingnya peran mahasiswa

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, kehadiran jajaran direksi dalam sesi Students Meet menjadi bentuk perhatian Pertamina terhadap peran mahasiswa sebagai pemangku kepentingan strategis.

Baca juga: Gelar Energy AdSport Challenge di ITB, Pertamina Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa

"Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus pada masa depan, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan di masyarakat,” katanya. 

Menurut Baron, mahasiswa dapat berperan dalam menjaga ketahanan energi melalui pemahaman dan aksi nyata terkait penggunaan energi secara bijak.

Untuk itu, Pertamina menghadirkan sejumlah program edukasi bagi mahasiswa, seperti Pertamina Goes To Campus (PGTC), Beasiswa Sobat Bumi, dan PF Muda.

Setiap tahun, Pertamina juga mengadakan kunjungan ke berbagai kampus di Indonesia guna memperkenalkan proses bisnis perusahaan sekaligus mendorong inovasi dan gerakan sosial berkelanjutan.

“Dengan kondisi geopolitik saat ini yang turut berdampak ke Indonesia, Pertamina mengajak mahasiswa menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi bangsa,” ujar Baron.

Baca juga: Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Melalui berbagai program tersebut, lanjut dia, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami isu energi, tetapi juga menggunakan energi secara bijak.

Terkini Lainnya
Harkitnas 2026 Jadi Momentum Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

Harkitnas 2026 Jadi Momentum Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

Pertamina
Resmi Dibuka, Pertamina Goes to Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Resmi Dibuka, Pertamina Goes to Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Pertamina
Di Hadapan Mahasiswa, Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi

Di Hadapan Mahasiswa, Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi

Pertamina
Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Pertamina
Gelar Energy AdSport Challenge di ITB, Pertamina Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa

Gelar Energy AdSport Challenge di ITB, Pertamina Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa

Pertamina
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina
Pertamina Gandeng ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi bagi Pelajar Jakarta

Pertamina Gandeng ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi bagi Pelajar Jakarta

Pertamina
Kick-Off di ITB, Pertamina Goes to Campus 2026 Siapkan Panggung Global buat Inovator Muda

Kick-Off di ITB, Pertamina Goes to Campus 2026 Siapkan Panggung Global buat Inovator Muda

Pertamina
Pertamina dan Departemen Energi AS Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

Pertamina dan Departemen Energi AS Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

Pertamina
UMKM Binaan Pertamina Catat Total Transaksi Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Catat Total Transaksi Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Pertamina
UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Pertamina
Dorong Produksi Migas, Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan EOG Resources

Dorong Produksi Migas, Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan EOG Resources

Pertamina
Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan SLB untuk Tingkatkan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan SLB untuk Tingkatkan Produksi Migas

Pertamina
Pertamina dan BGN Olah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Rendah Karbon

Pertamina dan BGN Olah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Rendah Karbon

Pertamina
Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina-Apache Bahas Peluang Kolaborasi Pengembangan Reservoir

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina-Apache Bahas Peluang Kolaborasi Pengembangan Reservoir

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com