Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Kompas.com - 21/05/2026, 12:42 WIB
DWN

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dan PT Pertamina (Persero) memperkuat kolaborasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tensi geopolitik dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dinamika geopolitik, geoekonomi, dan ketegangan politik global saat ini memicu ketidakpastian di banyak negara.

Dampaknya tidak hanya dirasakan negara yang tengah berkonflik, tetapi juga memengaruhi perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

"Tetapi harus saya sampaikan bahwa di tengah kondisi geopolitik-geoekonomi yang tidak menentu, ekonomi Indonesia tumbuh pada kuartal pertama," kata Bahlil dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (21/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil pada pembukaan Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Bahlil Ungkap Alasan Migas Dapat Perlakuan Khusus Ekspor dan DHE

Menurut Bahlil, banyak negara kini berupaya memperkuat ketahanan energinya masing-masing, baik negara produsen minyak maupun bukan.

Oleh karena itu, pemerintah terus mencari alternatif energi baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Namun, kami bersyukur bahwa dalam kondisi seperti ini, atas arahan Presiden (Prabowo Subianto), harus segera mencari alternatif-alternatif energi lain yang tidak hanya mengedepankan bahan bakar minyak (BBM) dari fosil. Ketika lifting tidak tercapai, maka harus ada cara lain yang dilakukan,” tegas Bahlil.

Pertamina Perkuat Produksi dan Kolaborasi

Senada dengan pemerintah, Pertamina menegaskan komitmennya memperkuat pasokan energi nasional di tengah dinamika industri energi global yang semakin kompleks, termasuk berakhirnya era easy energy, meningkatnya tensi geopolitik, dan gangguan rantai pasok dunia.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Pertamina tetap optimistis dengan memperkuat kolaborasi strategis, mempercepat penerapan teknologi, serta mengoptimalkan produksi energi domestik.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dalam sesi Global Executive Talk bertema The End of Easy Energy: The New Reality of Oil and Gas pada ajang IPA Convex ke-50.

Baca juga: Pertamina dan Departemen Energi AS Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

“Pada dasarnya, memang era easy energy sudah berlalu. Namun jika kita melihat lebih jauh, khususnya di Indonesia, kita masih memiliki peluang yang sangat besar,” ujarnya.

Dalam paparannya, Oki juga menyoroti meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global, khususnya akibat ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi utama dunia.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu volatilitas harga energi dan memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Baca juga: Mengapa Pasar Keuangan Global Mengalami Volatilitas Mendadak?

Menurut Oki, Pertamina memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, respons Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan diversifikasi impor dan pengelolaan pasokan jangka pendek, tetapi juga harus dibarengi peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) domestik.

“Hal pertama yang kami lakukan adalah meningkatkan dan memaksimalkan produksi domestik migas,” kata Oki.

Selain memperkuat produksi nasional, Pertamina juga menempatkan kolaborasi sebagai strategi utama menghadapi industri energi yang semakin kompleks dan berisiko tinggi.

Baca juga: Pertamina EP Teken Dua Kontrak Jual Beli Gas hingga 2035, Amankan Pasokan Gas Industri

Oki mengatakan, kemitraan strategis memungkinkan perusahaan berbagi keahlian dan pengetahuan untuk mengurangi risiko bisnis. Saat ini, Pertamina telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan energi global.

 

“Kami membutuhkan partnership. Kami memiliki banyak perusahaan mitra yang sangat andal,” ungkapnya.

Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan investasi energi.

Ketika tingkat pengembalian investasi (rate of return) masih terbatas, diperlukan dukungan berupa perpanjangan masa kontrak, penyesuaian skema bagi hasil, hingga insentif fiskal.

Baca juga: Utang Rp 3,1 Triliun Per Hari: Alarm Keras Kelelahan Fiskal Indonesia

Selain penguatan produksi dan investasi, pemanfaatan teknologi juga menjadi fokus perusahaan energi global.

Oki mencontohkan penggunaan supercomputer dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung proses eksplorasi serta pengambilan keputusan yang lebih akurat dan efisien.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor energi, termasuk pada sumber daya migas nonkonvensional dan enhanced oil recovery (EOR).

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pertamina mendorong pengembangan teknologi produksi dan optimalisasi lapangan eksisting melalui berbagai pendekatan, termasuk chemical enhanced oil recovery dan optimalisasi sumur produksi.

Baca juga: Proyek Chemical EOR Minas Diresmikan, Dongkrak Produksi Minyak Nasional

“Indonesia memiliki peluang yang sangat besar. Jadi, bagi para investor, engineer, maupun regulator, Indonesia menawarkan begitu banyak peluang yang dapat dikembangkan,” tutup Oki.

Terkini Lainnya
Harkitnas 2026 Jadi Momentum Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

Harkitnas 2026 Jadi Momentum Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

Pertamina
Resmi Dibuka, Pertamina Goes to Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Resmi Dibuka, Pertamina Goes to Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Pertamina
Di Hadapan Mahasiswa, Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi

Di Hadapan Mahasiswa, Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi

Pertamina
Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Pertamina
Gelar Energy AdSport Challenge di ITB, Pertamina Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa

Gelar Energy AdSport Challenge di ITB, Pertamina Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa

Pertamina
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina
Pertamina Gandeng ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi bagi Pelajar Jakarta

Pertamina Gandeng ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi bagi Pelajar Jakarta

Pertamina
Kick-Off di ITB, Pertamina Goes to Campus 2026 Siapkan Panggung Global buat Inovator Muda

Kick-Off di ITB, Pertamina Goes to Campus 2026 Siapkan Panggung Global buat Inovator Muda

Pertamina
Pertamina dan Departemen Energi AS Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

Pertamina dan Departemen Energi AS Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

Pertamina
UMKM Binaan Pertamina Catat Total Transaksi Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Catat Total Transaksi Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Pertamina
UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Pertamina
Dorong Produksi Migas, Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan EOG Resources

Dorong Produksi Migas, Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan EOG Resources

Pertamina
Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan SLB untuk Tingkatkan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan SLB untuk Tingkatkan Produksi Migas

Pertamina
Pertamina dan BGN Olah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Rendah Karbon

Pertamina dan BGN Olah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Rendah Karbon

Pertamina
Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina-Apache Bahas Peluang Kolaborasi Pengembangan Reservoir

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina-Apache Bahas Peluang Kolaborasi Pengembangan Reservoir

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com