Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Kompas.com - 01/06/2026, 17:13 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.comPertamina memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satunya melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).

DEB merupakan program desa inovatif yang memanfaatkan energi bersih untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan energi baru terbarukan ( EBT).

DEB Keliki di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi salah satu inisiatif Pertamina dalam menyediakan energi terbarukan bagi masyarakat pedesaan. Program ini bertujuan menjadikan energi terbarukan sebagai solusi untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Kegiatan utama DEB Keliki meliputi pengolahan sampah menjadi kompos serta penguatan ketahanan pangan melalui sistem pertanian ramah lingkungan.

Proses pengolahan sampah dan pengoperasian pompa pengairan sawah didukung oleh pembangkit listrik tenaga surya ( PLTS).

Baca juga: Grup Astra Lirik PLTS Atap untuk Tekan Emisi dan Konsumsi Energi

Jajaran Dewan Komisaris Pertamina meninjau langsung program tersebut sekaligus mendengarkan penjelasan penerima manfaat mengenai dampak program terhadap kemandirian masyarakat DEB Keliki pada Kamis (28/5/2026).

Local Hero sekaligus Ketua BUMDes Yowana Bakti Keliki, I Wayan Sumada, menjelaskan bahwa keterlibatan Pertamina melalui pembinaan, pendampingan, dan penyediaan fasilitas telah memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.

“Di Desa Keliki setidaknya menghasilkan sekitar 7 ton sampah per hari. Dengan produktivitas yang sangat tinggi tersebut, kehadiran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sangat membantu masyarakat dalam mengelola dan mengolah sampah,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (1/6/2026).

Untuk mendukung program tersebut, Pertamina menghadirkan PLTS dengan kapasitas terpasang 10,5 kilowatt peak (kWp). Fasilitas ini menghasilkan energi surya sebesar 14.256 kWh per tahun.

Selain menghemat biaya listrik hingga Rp 21 juta per tahun, PLTS tersebut juga mampu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 13,7 ton ekuivalen karbon dioksida (CO2eq) per tahun.

Baca juga: Studi: Emisi GRK dari Sawah Hampir Dua Kali Lipat sejak 1960-an

Sumada menambahkan, dukungan Pertamina turut mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga, baik sampah organik, anorganik, maupun residu.

“Saat ini kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sudah sangat tinggi berkat kerja sama kami dengan Pertamina. Kami mengelola sampah untuk dikembalikan ke alam sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan,” ucapnya.

Selain mendukung pengelolaan sampah, DEB Keliki juga memanfaatkan PLTS berkapasitas 17,5 kWp untuk menggerakkan pompa air tanah bertenaga surya yang membantu pengairan sawah selama musim kemarau.

Sistem tersebut mendukung pengairan di tujuh subak, yakni Tain Kambing, Sebali, Uma Desa Keliki, Jungut, Umelikode, Bangkiangsidem, dan Lauh Batu.

PLTS untuk pengairan sawah menghasilkan energi surya sebesar 84.000 kWh per tahun, mengurangi emisi GRK hingga 23,1 ton CO2eq per tahun, serta menghemat biaya listrik sekitar Rp 35 juta per tahun.

Baca juga: Dongkrak Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian di Lamongan

Dari sektor pertanian tersebut, DEB Keliki menghasilkan padi organik yang mampu meningkatkan produktivitas panen secara signifikan.

Sebelum program diterapkan, hasil panen berkisar 5–5,5 ton per hektare (ha). Setelah pendampingan dilakukan, produktivitas meningkat menjadi 8,7 ton per ha.

Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, mengaku takjub dengan keberhasilan program yang tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Program DEB Keliki menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat melalui berbagai program yang dimiliki. Melihat keberhasilan ini, saya dan jajaran Dewan Komisaris sangat senang. Semoga program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan dapat terus memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

DEB Keliki kini berkembang menjadi ekosistem percontohan penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan eco village dan agrikultur, program ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 1.200 kepala keluarga, melibatkan sembilan pekerja, serta berkolaborasi dengan 15 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) pemuda desa.

Baca juga: Aturan PPh Final UMKM 0,5 Persen Direvisi, Ini Wajib Pajak yang Berhak

Selain itu, pengelolaan sampah yang dilakukan juga menghasilkan berbagai produk bernilai tambah, seperti pupuk organik berkualitas tinggi, ecoenzyme, dan kompos organik.

Atas keberhasilan tersebut, DEB Keliki banyak menerima kunjungan dari berbagai perguruan tinggi maupun wisatawan mancanegara.

Hingga saat ini, sedikitnya 6.000 pengunjung telah datang untuk melihat keindahan persawahan, mempelajari pengelolaan sampah dan pertanian berbasis energi bersih, sekaligus menikmati produk dan kuliner yang dikelola masyarakat setempat.

Terkini Lainnya
Perkuat Sinergi Maritim, Kilang Pertamina Balikpapan dan Pertamina Trans Kontinental Jalin Kerja Sama Pengelolaan Infrastruktur

Perkuat Sinergi Maritim, Kilang Pertamina Balikpapan dan Pertamina Trans Kontinental Jalin Kerja Sama Pengelolaan Infrastruktur

Pertamina
PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal dan Terus Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal dan Terus Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

Pertamina
Perkuat Ketahanan Energi, Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis

Perkuat Ketahanan Energi, Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis

Pertamina
Pertamina dan SLB Perkuat Kolaborasi dalam Teknologi Hulu dan Solusi Rendah Karbon

Pertamina dan SLB Perkuat Kolaborasi dalam Teknologi Hulu dan Solusi Rendah Karbon

Pertamina
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Pertamina
Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina
Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Pertamina
Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Pertamina
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Pertamina
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Pertamina
Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Pertamina
Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Pertamina
Pertamina dan ERIA Jalin Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi

Pertamina dan ERIA Jalin Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi

Pertamina
Pertamina Dorong Kontribusi Perempuan di Industri Energi

Pertamina Dorong Kontribusi Perempuan di Industri Energi

Pertamina
Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com