Pemindahan Terminal Petikemas Makassar ke Makassar New Port Tuntas pada 2027

Kompas.com - 07/05/2025, 11:48 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Pelindo Terminal Petikemas menargetkan pemindahan operasional Terminal Petikemas Makassar ( TPM) dari Pelabuhan Soekarno Hatta ke Makassar New Port ( MNP) akan tuntas pada 2027 mendatang. 

Saat ini, aktivitas terminal peti kemas di Makassar dilakukan di dua lokasi, yakni Terminal 1 (TPM) dan Terminal 2 (MNP). 

Pengelolaan kedua terminal tersebut dilakukan TPK New Makassar yang merupakan cabang dari PT Pelindo Terminal Petikemas.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan, TPM menangani sekitar 55 persen peti kemas yang keluar maupun masuk ke Makassar. Lalu, 45 persen lainnya dilakukan di MNP. 

Pada 2024 lalu, jumlah peti kemas yang ditangani TPK New Makassar mencapai 743.321 twenty-foot equivalent unit (TEUs) atau tumbuh sekitar 3,5 persen dari 2023 yang tercatat sebanyak 717.883 TEUs.

Baca juga: Dorong UMKM Bersaing di Pasar Internasional, Pelindo Kirim UMK Binaaan ke Kanada

Widyaswendra mengatakan, pihaknya akan melakukan pemindahan beberapa sarana dan prasarana pendukung secara bertahap untuk menunjang kegiatan di MNP.

“Rencananya kami akan mendatangkan empat unit rubber tyred gantry (derek peti kemas di lapangan penumpukan) dan menyiapkan area pemeriksaan kepabeanan (loongroom),” katanya dalam siaran pers, Rabu (7/5/2025).

Dia menambahkan, pemindahan aktivitas bongkar muat peti kemas ke MNP tak lepas dari peningkatan arus peti kemas yang setiap tahun terus tumbuh. 

Kapasitas TPM hanya mampu melayani 700.000 TEUs per tahun, sedangkan kapasitas yang tersedia di MNP mencapai 2,5 juta TEUs per tahun. 

Adapun MNP sendiri dibangun sejak 2014 dan mulai beroperasi pada 2019 yang selanjutnya diresmikan Presiden ke-7 RI pada 22 Februari 2024.

Baca juga: Percepat Keruk Pelabuhan Pulai Baai Bengkulu, Pelindo Tambah Kapal Besar

Saat ini, MNP telah terhubung dengan akses jalan tol yang menghubungkan Makassar dengan beberapa kota penyangga di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Sejumlah komoditas yang menjadi unggulan untuk dikirim dari luar Makassar, di antaranya rumput laut, nikel, ikan beku, jagung, kelapa dan beberapa komoditas lainnya. 

Makassar New Port juga disiapkan sebagai pelabuhan utama (main hub port) peti kemas domestik untuk kawasan timur Indonesia.

“Makassar New Port saat ini memiliki kedalaman kolam dermaga minus 16 meter (m) di bawah permukaan air laut dan dilengkapi juga dengan 6 unit quay container crane (derek peti kemas di dermaga), dan dua di antaranya tipe post panamax,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Widyaswendra, kapal-kapal besar kapasitas lebih dari 3.000 TEUs dapat masuk langsung ke MNP.

Baca juga: Naik 28 Persen, Setoran Pelindo Petikemas kepada Negara Capai Rp 1,94 Trilun

Picu pelayaran internasional di Makassar

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Pelayaran Nasional (INSA) Makassar, Zulkifli Zahril menegaskan, pihaknya mendukung pemindahan aktivitas pelayanan bongkar muat peti kemas ke Makassar New Port sesegera mungkin. 

Menurutnya, dengan bertumbuhnya arus peti kemas dan ukuran kapal yang semakin besar, diperlukan terminal yang memiliki fasilitas untuk melakukan pelayanan tersebut. 

Keberadaan MNP dengan kolam yang dalam dan alat jenis post panamax menjadi pemicu pelayaran internasional untuk melakukan penjajakan membuka layanan di Makassar.

“Saat ini, kami mencatat peningkatan peti kemas yang luar biasa, terlebih saat musim panen jagung dan beras, hasil alam dari Sulsel dikirim ke berbagai wilayah Indonesia, sedangkan untuk ekspor, komoditas unggulan kami adalah rumput laut dan nikel,” ungkapnya.

Sementara itu, Branch Manager SITC Indonesia Makassar Dwi Indriyani mengatakan, MNP memiliki fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan SITC. 

Salah satu pelaku usaha pelayaran internasional itu menyebutkan, hal tersebut sejalan dengan jumlah aktivitas bongkar muat SITC yang semakin meningkat. 

Baca juga: Restorasi Ekosistem Pesisir, Pelindo Salurkan GPS hingga Sistem Analisis Satelit untuk Nelayan

Dwi mengaku memiliki jadwal kedatangan kapal setiap minggu satu kali dengan jumlah bongkar muat peti kemas rata-rata 350 boks. 

Bahkan, ketika permintaan ekspor rumput laut meningkat, aktivitasnya bisa mencapai 500 boks per minggu. 

“Saat ini, kami berkegiatan di TPM, tetapi kami akan segera memindahkan kegiatan ke MNP saat fasilitas, seperti longroom dan pendukung lainnya, sudah tersedia di MNP,” terang Dwi.

Terkini Lainnya
Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pelindo, dan Kemenhub Kembangkan Kawasan Pesisir dan Pelabuhan Laut

Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pelindo, dan Kemenhub Kembangkan Kawasan Pesisir dan Pelabuhan Laut

Pelindo
Buruh Sampaikan Aspirasi, SPTP Pastikan Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Beroperasi Normal

Buruh Sampaikan Aspirasi, SPTP Pastikan Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Beroperasi Normal

Pelindo
Perkuat Sistem Keamanan Terhadap Serangan Siber, Pelindo Gelar Pelatihan dan Exercise Live ISPS Code

Perkuat Sistem Keamanan Terhadap Serangan Siber, Pelindo Gelar Pelatihan dan Exercise Live ISPS Code

Pelindo
Tangani Krisis Sampah, Pelindo Terminal Petikemas Gandeng ULM Berdayakan Masyarakat

Tangani Krisis Sampah, Pelindo Terminal Petikemas Gandeng ULM Berdayakan Masyarakat

Pelindo
Pelindo Terminal Petikemas Dukung Program Prioritas Jateng, Tanam 50.000 Bibit Mangrove

Pelindo Terminal Petikemas Dukung Program Prioritas Jateng, Tanam 50.000 Bibit Mangrove

Pelindo
Pelindo Raih Juara Umum Lomba Olahraga Harhubnas Kemenhub 2025

Pelindo Raih Juara Umum Lomba Olahraga Harhubnas Kemenhub 2025

Pelindo
Pelindo Kembali Masuk Daftar Fortune Indonesia 100

Pelindo Kembali Masuk Daftar Fortune Indonesia 100

Pelindo
Program Pelita Warna, Upaya Pelindo Petikemas Berdayakan Perempuan di Lapas Malang

Program Pelita Warna, Upaya Pelindo Petikemas Berdayakan Perempuan di Lapas Malang

Pelindo
Sambut HUT RI, Pelindo Petikemas Tanam 1.500 Pohon di Area Terminal

Sambut HUT RI, Pelindo Petikemas Tanam 1.500 Pohon di Area Terminal

Pelindo
Pelindo Sukses Layani Kapal Roro Jumbo Berkapasitas 7.000 Unit Mobil

Pelindo Sukses Layani Kapal Roro Jumbo Berkapasitas 7.000 Unit Mobil

Pelindo
Pelindo: Arus Peti Kemas Ekspor Impor Semester I-2025 Tumbuh 13,64 Persen

Pelindo: Arus Peti Kemas Ekspor Impor Semester I-2025 Tumbuh 13,64 Persen

Pelindo
Sempat Ada Kendala Teknis, Alat Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Tarakan Kembali Berfungsi

Sempat Ada Kendala Teknis, Alat Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Tarakan Kembali Berfungsi

Pelindo
Pelabuhan Pulau Baai Siap Beroperasi Optimal, Menhub Apresiasi Pelindo

Pelabuhan Pulau Baai Siap Beroperasi Optimal, Menhub Apresiasi Pelindo

Pelindo
Sempat Terganggu akibat Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

Sempat Terganggu akibat Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

Pelindo
Mulai 1 Juli 2025, Pelindo Serahkan Pengelolaan TPK Berlian ke Terminal Teluk Lamong

Mulai 1 Juli 2025, Pelindo Serahkan Pengelolaan TPK Berlian ke Terminal Teluk Lamong

Pelindo
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com