Sambut HUT RI, Pelindo Petikemas Tanam 1.500 Pohon di Area Terminal

Kompas.com - 15/08/2025, 14:48 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – PT Pelindo Terminal Petikemas menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan melakukan penanaman pohon secara serentak di seluruh terminal yang dikelola perusahaan.

Sedikitnya 1.500 pohon berbagai jenis ditanam, mulai dari Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan di Sumatera Utara hingga TPK Merauke di Papua.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra mengatakan, penanaman pohon dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan (sustainability) sekaligus menjaga keasrian lingkungan di area terminal peti kemas.

Menurut dia, pelabuhan selama ini kerap dianggap sebagai lokasi panas dan sumber polusi akibat operasional sebagian alat di terminal serta truk yang masih menggunakan bahan bakar fosil.

“Stigma masyarakat bahwa pelabuhan adalah tempat kotor, kumuh, panas, dan sumber polusi itu tidak benar. Area kerja kami di terminal peti kemas saat ini sudah bersih, tertata rapi, dan asri berkat adanya pepohonan rindang,” kata Widyaswendra, dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (15/8/2025).

Baca juga: Sempat Ada Kendala Teknis, Alat Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Tarakan Kembali Berfungsi

Ia menambahkan, sebagian besar peralatan operasional terminal peti kemas, seperti derek peti kemas di dermaga (quay container crane) dan derek peti kemas di lapangan penumpukan (rubber tyred gantry crane), telah dikonversi menggunakan tenaga listrik.

Program transformasi yang dijalankan PT Pelindo Terminal Petikemas, kata Widyaswendra, tidak hanya menyentuh aspek operasional yang meningkatkan produktivitas terminal, tetapi juga mencakup aspek lingkungan dan sumber daya manusia di setiap terminal.

“Penataan tidak hanya dilakukan di dalam area terminal peti kemas, tetapi juga di pemukiman di luar terminal, seperti penataan kampung, desa binaan, pemberian bantuan pengolahan sampah, dan hal positif lainnya,” ujarnya.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Balikpapan Firman Tola, menilai aksi tersebut sebagai langkah mempercantik lingkungan sekaligus menyediakan udara bersih.

Ia berharap terminal peti kemas dapat menjadi tempat kerja yang nyaman dan sehat bagi semua pihak terkait, serta mendorong semua pihak ikut menjaga lingkungan terminal sebagai rumah bersama.

Baca juga: Seru! Satpol PP dan Damkar Banyumas Lomba Tarik Truk Damkar Seberat 7 Ton

“Ini berbeda. Tidak hanya semarak dengan atribut dan lomba-lomba, PT Pelindo Terminal Petikemas dan grup usaha juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan kerja, termasuk di KKT ini,” kata Firman yang juga hadir dalam penanaman pohon di Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

Sementara itu, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Achmad Jazidie menyebut PT Pelindo Terminal Petikemas memiliki komitmen yang baik terhadap lingkungan.

Dalam beberapa kesempatan, Unusa bekerja sama dengan perusahaan tersebut dalam penyediaan akses air bersih dan pengelolaan sampah, terutama di lingkungan pesantren yang memiliki keterbatasan fasilitas.

“Saat ini kami sedang mengembangkan insinerator ramah lingkungan. Dalam hal ini, kami juga bekerja sama dengan PT Pelindo Terminal Petikemas menghadirkan insinerator mobile yang dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain,” ujar Achmad.

Terkini Lainnya
Angkutan Lebaran Diprediksi Naik, Pelindo Siapkan 63 Terminal untuk Layani Pemudik

Angkutan Lebaran Diprediksi Naik, Pelindo Siapkan 63 Terminal untuk Layani Pemudik

Pelindo
Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pelindo, dan Kemenhub Kembangkan Kawasan Pesisir dan Pelabuhan Laut

Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pelindo, dan Kemenhub Kembangkan Kawasan Pesisir dan Pelabuhan Laut

Pelindo
Buruh Sampaikan Aspirasi, SPTP Pastikan Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Beroperasi Normal

Buruh Sampaikan Aspirasi, SPTP Pastikan Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Beroperasi Normal

Pelindo
Perkuat Sistem Keamanan Terhadap Serangan Siber, Pelindo Gelar Pelatihan dan Exercise Live ISPS Code

Perkuat Sistem Keamanan Terhadap Serangan Siber, Pelindo Gelar Pelatihan dan Exercise Live ISPS Code

Pelindo
Tangani Krisis Sampah, Pelindo Terminal Petikemas Gandeng ULM Berdayakan Masyarakat

Tangani Krisis Sampah, Pelindo Terminal Petikemas Gandeng ULM Berdayakan Masyarakat

Pelindo
Pelindo Terminal Petikemas Dukung Program Prioritas Jateng, Tanam 50.000 Bibit Mangrove

Pelindo Terminal Petikemas Dukung Program Prioritas Jateng, Tanam 50.000 Bibit Mangrove

Pelindo
Pelindo Raih Juara Umum Lomba Olahraga Harhubnas Kemenhub 2025

Pelindo Raih Juara Umum Lomba Olahraga Harhubnas Kemenhub 2025

Pelindo
Pelindo Kembali Masuk Daftar Fortune Indonesia 100

Pelindo Kembali Masuk Daftar Fortune Indonesia 100

Pelindo
Program Pelita Warna, Upaya Pelindo Petikemas Berdayakan Perempuan di Lapas Malang

Program Pelita Warna, Upaya Pelindo Petikemas Berdayakan Perempuan di Lapas Malang

Pelindo
Sambut HUT RI, Pelindo Petikemas Tanam 1.500 Pohon di Area Terminal

Sambut HUT RI, Pelindo Petikemas Tanam 1.500 Pohon di Area Terminal

Pelindo
Pelindo Sukses Layani Kapal Roro Jumbo Berkapasitas 7.000 Unit Mobil

Pelindo Sukses Layani Kapal Roro Jumbo Berkapasitas 7.000 Unit Mobil

Pelindo
Pelindo: Arus Peti Kemas Ekspor Impor Semester I-2025 Tumbuh 13,64 Persen

Pelindo: Arus Peti Kemas Ekspor Impor Semester I-2025 Tumbuh 13,64 Persen

Pelindo
Sempat Ada Kendala Teknis, Alat Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Tarakan Kembali Berfungsi

Sempat Ada Kendala Teknis, Alat Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Tarakan Kembali Berfungsi

Pelindo
Pelabuhan Pulau Baai Siap Beroperasi Optimal, Menhub Apresiasi Pelindo

Pelabuhan Pulau Baai Siap Beroperasi Optimal, Menhub Apresiasi Pelindo

Pelindo
Sempat Terganggu akibat Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

Sempat Terganggu akibat Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

Pelindo
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com