Freeport-Serikat Pekerja Teken PKB Baru, Fokus pada Kesejahteraan dan Keselamatan

Kompas.com - 11/04/2026, 15:34 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia ( PTFI) Tony Wenas bersama tiga Ketua Serikat Pekerja/Buruh PTFI menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-24 untuk periode 2026–2028 di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ketiga ketua serikat pekerja/buruh tersebut adalah Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Yudha Noya, Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Makmesser Kafiar, dan Ketua Serikat Pekerja Mandiri Papua (SPMP) Virgo Solossa.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turut hadir menyaksikan penandatanganan PKB sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh karyawan dan tim perunding.

Ia berharap, PKB yang telah disepakati dapat menjadi landasan yang kokoh dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.

“PKB menjadi momentum penting bagi dua komponen utama perusahaan, yaitu manajemen dan serikat pekerja atau buruh sebagai perwakilan pekerja, untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun agenda bersama. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat tantangan ke depan yang tidaklah mudah,” kata Yassierli dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: HUT Ke-59 Freeport: Refleksi untuk Bangkitkan Operasi Aman dan Berkelanjutan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), lanjutnya, memiliki perhatian tinggi terhadap proses perumusan hingga penandatanganan PKB. Untuk itu, pihaknya juga mengawal proses tersebut melalui mediator hubungan industrial yang siap turun jika terjadi kendala dalam perundingan.

Pada kesempatan itu, Yassierl juga menyampaikan rasa syukur dan doa bagi PTFI, pekerja, serta masyarakat Papua.

“Saya doakan PT Freeport Indonesia terus maju, serta pekerja dan rakyat Papua semakin sejahtera,” ujarnya.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turut hadir menyaksikan penandatanganan PKB serta menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh karyawan dan tim perunding, di Jakarta, Jumat (10/4/2026).PTFI Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turut hadir menyaksikan penandatanganan PKB serta menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh karyawan dan tim perunding, di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Fokus pada kesejahteraan pekerja

Penandatanganan PKB 2026–2028 merupakan puncak dari perundingan antara perwakilan manajemen PTFI dengan tiga serikat pekerja atau buruh. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan dan pengesahan tata tertib sebagai landasan bersama dalam menjalankan proses dialog.

Kemudian, dilakukan verifikasi, penyusunan tata tertib, hingga mencapai kesepakatan penuh setelah perundingan. Rangkaian ini dimulai pada Senin (23/2/2026).

“PKB yang kami tandatangani saat ini adalah yang ke-24. Artinya, selama 48 tahun kami memiliki PKB yang mungkin menjadi salah satu yang terlama di Indonesia,” kata Tony.

Baca juga: Kuliah Umum dan Kerja Sama Strategis Uncen-Freeport Indonesia Dorong Pendidikan Inklusif di Papua

Ia menjelaskan, sejumlah poin penting yang disepakati, antara lain kenaikan upah serta peningkatan berbagai tunjangan, seperti tunjangan akomodasi di luar fasilitas perusahaan, tunjangan pekerja tambang bawah tanah, tunjangan pendidikan, serta tunjangan hari tua, dengan komitmen utama untuk terus mengutamakan keselamatan kerja.

Sebagai informasi, komposisi tim perunding terdiri atas Tim Perunding PKB dari pihak pengusaha sebanyak 8 orang, Tim Perunding PKB Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) sebanyak 9 orang, serta Tim Perumus Pedoman Hubungan Industrial (PHI) dari masing-masing pihak yang masing-masing berjumlah 9 orang.

Tony menilai, PKB merupakan instrumen penting dalam memberikan perlindungan kerja, kepastian hak, serta wujud komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja.

Baca juga: Lebaran, Bos Freeport Berharap Dunia Lebih Damai dan Ekonomi Stabil

Pembaruan PKB diharapkan menjadi ruang dialog yang terbuka, konstruktif, dan berlandaskan saling menghormati guna menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.

“Terima kasih atas dukungan dan peran aktif pemerintah pusat melalui Kemenaker serta pemerintah daerah melalui dinas ketenagakerjaan di tingkat provinsi ataupun kabupaten, juga pimpinan pusat SPSI dan SBSI, yang telah mendukung proses dialog hingga tercapainya kesepakatan PKB ini,” ujar Tony.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas didampingi Ketua Tim Perunding Pengusaha, Demi Magai,
menyampaikan apresiasi kepada Tim Perunding karena berhasil mencapai kesepakatan penuh hingga PKB ditandatangani, di Jakarta, Jumat (10/4/2026).PTFI Presiden Direktur PTFI Tony Wenas didampingi Ketua Tim Perunding Pengusaha, Demi Magai, menyampaikan apresiasi kepada Tim Perunding karena berhasil mencapai kesepakatan penuh hingga PKB ditandatangani, di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Tony juga menegaskan bahwa bagi manajemen PTFI, serikat pekerja atau buruh tidak sekadar dipandang sebagai mitra kerja, tetapi bagian dari keluarga besar perusahaan yang saling mendukung dan melindungi.

“Kesepakatan ini menjadi fondasi penting untuk mencapai tujuan bersama, yaitu memastikan operasional perusahaan berjalan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan, keluarga, dan masyarakat,” kata Tony.

Sementara itu, Yudha Noya berharap, dengan disahkannya PKB ini, seluruh pekerja dapat merasakan suasana kerja yang semakin aman dan nyaman, serta kesejahteraan keluarga besar PTFI terus meningkat seiring kemajuan perusahaan.

“Penandatanganan PKB–PHI PTFI ini bukan sekadar seremonial. Ini merupakan bukti nyata bahwa kemitraan dan musyawarah mufakat telah benar-benar terwujud,” kata Yudha Noya.

Terkini Lainnya
Freeport-Serikat Pekerja Teken PKB Baru, Fokus pada Kesejahteraan dan Keselamatan

Freeport-Serikat Pekerja Teken PKB Baru, Fokus pada Kesejahteraan dan Keselamatan

Kilas Pertambangan
HUT Ke-59 Freeport: Refleksi untuk Bangkitkan Operasi Aman dan Berkelanjutan

HUT Ke-59 Freeport: Refleksi untuk Bangkitkan Operasi Aman dan Berkelanjutan

Kilas Pertambangan
Karyawan Freeport Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa

Karyawan Freeport Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa

Kilas Pertambangan
Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Kilas Pertambangan
Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Kilas Pertambangan
PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

Kilas Pertambangan
HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

Kilas Pertambangan
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Kilas Pertambangan
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Kilas Pertambangan
Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Kilas Pertambangan
PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

Kilas Pertambangan
Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Kilas Pertambangan
Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Kilas Pertambangan
Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Kilas Pertambangan
FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

Kilas Pertambangan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com