Perkuat Eksplorasi Emas, Nikel, dan Bauksit, ANTAM Alokasikan Rp 125 Miliar 

Kompas.com - 15/10/2024, 17:25 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Aneka Tambang Tbk ( ANTAM) mengumumkan laporan eksplorasi untuk periode yang berakhir sampai Jumat (30/9/2024). Hal ini sesuai dengan ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Corporate Secretary ANTAM Syarif Faisal Alkadrie mengatakan bahwa kegiatan eksplorasi ANTAM hingga periode tersebut berfokus pada komoditas emas, nikel, dan bauksit, dengan total pengeluaran sementara yang belum diaudit sebesar Rp 125,89 miliar.

“Hingga Jumat (30/9/2024), ANTAM melaksanakan kegiatan eksplorasi emas di Pongkor, Jawa Barat (Jabar),” ucapnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (14/10/2024).

Baca juga: Pilkada Jawa Barat, Jeje Janjikan Rumah Layak untuk Seniman di Jabar

Di lokasi tersebut, lanjut Syarif, fokus utama kegiatan eksplorasi adalah pengeboran, yang terdiri dari in mine drilling (pengeboran bawah tanah) dan deep drilling (pengeboran permukaan). Langkah-langkah ini diambil untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi cadangan emas di wilayah tersebut.

Sementara itu, eksplorasi nikel dilakukan di beberapa daerah, yaitu Konawe Utara dan Pomalaa di Sulawesi Tenggara (Sultra), serta Buli di Maluku Utara.

Di Konawe Utara, kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemetaan geologi, pengambilan percontoh core, logging core, pengukuran grid, pemasangan patok ukur dan titik Benchmark (BM) Global Positioning System (GPS) geodetik, pengukuran Ground Penetrating Radar (GPR), dan pengeboran single tube.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Pemetaan Alun-alun Kota Bekasi, Perangkat Legal Disiapkan

Di Pomalaa, aktivitas meliputi pemetaan geologi, pengambilan core sample, logging core, pengukuran grid, pemasangan patok ukur, pengukuran geofisika, pengeboran single tube, serta persiapan dan analisis laboratorium.

Sementara itu, di Buli, kegiatan yang dilakukan meliputi pemetaan geologi, pengambilan percontoh core, logging core, pengukuran grid, pengeboran single tube, preparasi sampel, dan pembangunan fasilitas pendukung, serta evaluasi dan pelaporan.

“Eksplorasi nikel yang kami lakukan ini bertujuan untuk mendukung kelangsungan operasional serta inisiasi pengembangan hilirisasi nikel di perusahaan kami.” ucap Syarif.

Baca juga: Penguatan Hilirisasi Industri Kelapa

Untuk eksplorasi bauksit, ANTAM melaksanakan kegiatan di Tayan dan Landak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Di kedua wilayah tersebut, kegiatan eksplorasi meliputi pemetaan geologi, pengukuran grid dan polygon, pengukuran GPS geodetik, serta test pit dan logging test pit untuk mendapatkan sampel batuan yang lebih detail.

Syarif mengatakan bahwa ANTAM melalui Unit Geomin melakukan kegiatan eksplorasi dengan melibatkan proses yang terintegrasi, termasuk survei area, eksplorasi geologi, geofisika, geodesi, pengeboran, serta pengujian analisis fisik dan kimia.

Baca juga: Jumlah Desa Terdampak Kekeringan Turun Drastis, Pemkab Semarang Fokus Pengeboran Sumur dan Tanam Pohon

Kegiatan tersebut, kata dia, didukung oleh sistem informasi geografis Geographic Information System (GIS) yang terintegrasi.

"Kegiatan eksplorasi ini dilaksanakan untuk memastikan kecukupan sumber daya dan cadangan mineral yang strategis bagi perusahaan," tutur Syarif. 

Terkini Lainnya
Karyawan Freeport Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa

Karyawan Freeport Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa

Kilas Pertambangan
Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Kilas Pertambangan
Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Kilas Pertambangan
PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

Kilas Pertambangan
HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

Kilas Pertambangan
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Kilas Pertambangan
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Kilas Pertambangan
Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Kilas Pertambangan
PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

Kilas Pertambangan
Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Kilas Pertambangan
Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Kilas Pertambangan
Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Kilas Pertambangan
FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

Kilas Pertambangan
Dukung Hilirisasi Energi, Bukit Asam Kembangkan Artificial Graphite untuk Bahan Baku Baterai

Dukung Hilirisasi Energi, Bukit Asam Kembangkan Artificial Graphite untuk Bahan Baku Baterai

Kilas Pertambangan
Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kilas Pertambangan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com