Provinsi Baru Papua Tengah Menggebrak PON XXI di Cabor Muaythai

Kompas.com - 11/09/2024, 13:11 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), Provinsi Papua Tengah mencatat prestasi membanggakan di cabang olahraga (cabor) Muaythai pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

Atlet-atlet dari Kota Emas—julukan Papua Tengah—berhasil meraih dua medali perak dan empat medali perunggu hingga Selasa (10/9/2024), sebuah pencapaian yang sangat menggembirakan.

Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah Caesar Avianto memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah mengharumkan nama provinsi tersebut.

Baca juga: Bus Tak Datang Jemput Atlet Kriket PON, Kadishub Sumut Minta Maaf

“Puji Tuhan, kami berhasil mencatatkan prestasi yang luar biasa di Muaythai. Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, dedikasi, dan perjuangan para atlet sangat mengesankan. Tentu saja, mereka akan mendapatkan bonus sebagai penghargaan atas pencapaian mereka,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (11/9/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan Caesar dalam konferensi pers di Media Center PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Banda Aceh, Selasa. 

Caesar juga mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan dalam membangun fondasi olahraga di Papua Tengah.

Baca juga: 4 Jenis Olahraga untuk Menghilangkan Perut Buncit, Apa Saja?

Seperti diketahui prestasi tersebut diraih pada awal gelaran PON XXI dan Papua Tengah juga sebagai provinsi baru.

Ia berharap agar sinergi antara KONI Papua Tengah, pemerintah daerah (pemda), dan cabor-cabor lain terus terjalin untuk meningkatkan prestasi pada masa depan.

“Kami akan terus mempersiapkan diri, tidak hanya untuk PON saat ini, tetapi juga untuk babak kualifikasi PON Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mendatang,” jelas Caesar.

Baca juga: Duduk Perkara Kasus Pelanggaran Etik Ipda Rudy Soik, Polisi yang Bongkar Mafia BBM Ilegal di NTT

Dukungan penuh dari PTFI 

Konferensi pers kontingen Papua Tengah di Media Center PON XXI di Banda Aceh, Selasa (10/9/2024). DOK. Amiri Yandi/InfoPublik Konferensi pers kontingen Papua Tengah di Media Center PON XXI di Banda Aceh, Selasa (10/9/2024).

Sementara itu, mitra pemda di Papua Tengah, PT Freeport Indonesia (PTFI), menegaskan komitmennya untuk mendorong perkembangan olahraga dan memberikan dukungan penuh kepada kontingen Kota Emas di PON XXI Aceh-Sumut.

Vice President (VP) Corporate Communication PTFI Katri Krisnati turut berbangga hati atas pencapaian para atlet dan menegaskan dukungan berkelanjutan dari pihaknya.

“Kami sangat bangga dapat bekerja sama dengan KONI Papua Tengah dalam ajang olahraga terbesar di Indonesia ini. Ini merupakan bagian dari komitmen sosial PTFI untuk maju bersama masyarakat Papua Tengah,” ujarnya.

Baca juga: Freeport Dukung Kontingen Papua Tengah di PON XXI Aceh-Sumut 2024, Beri Selamat Para Atlet Muay Thai Atas Raihan Medali

Prestasi yang diraih hingga kini, lanjut Katri, tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Papua Tengah tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus maju dan berkembang.

Terkini Lainnya
Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Kilas Pertambangan
Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Kilas Pertambangan
PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

Kilas Pertambangan
HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

Kilas Pertambangan
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Kilas Pertambangan
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Kilas Pertambangan
Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Kilas Pertambangan
PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

Kilas Pertambangan
Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Kilas Pertambangan
Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Kilas Pertambangan
Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Kilas Pertambangan
FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

Kilas Pertambangan
Dukung Hilirisasi Energi, Bukit Asam Kembangkan Artificial Graphite untuk Bahan Baku Baterai

Dukung Hilirisasi Energi, Bukit Asam Kembangkan Artificial Graphite untuk Bahan Baku Baterai

Kilas Pertambangan
Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kilas Pertambangan
Riset FEB UB: Kemitraan Jadi Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di Indonesia

Riset FEB UB: Kemitraan Jadi Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di Indonesia

Kilas Pertambangan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com