Kunjungi Tembagapura, Puan Maharani dan Arifin Tasrif Apresiasi Kinerja Freeport

Kompas.com - 11/12/2023, 14:34 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani dan Menteri Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengunjungi area operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Minggu (10/12/2023).

Dalam wawancara dengan media di lokasi tambang bawah tanah Grasberg, Puan mengapresiasi kinerja dan upaya PTFI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dan Indonesia.

"(Langkah-langkah) yang sudah dilaksanakan tentunya sudah berdampak cukup positif untuk Papua dan Indonesia secara umumnya. Kami berharap, sumber daya mineral yang besar tentu harus bermanfaat untuk Indonesia," katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (11/12/2023).

Dalam kunjungan kerja (kunker) tersebut, rombongan Ketua DPR Puan Maharani dan Menteri ESDM Arifin Tasrif melihat secara langsung area tambang terbuka Grasberg, Kantor Pusat Operasi Tambang Bawah Tanah, hingga meninjau operasi tambang bawah tanah terbesar di dunia Grasberg Block Cave yang dioperasikan sepenuhnya oleh anak bangsa.

Baca juga: Bupati Malinau Sebut UMKM Jadi Solusi Aternatif Serap Tenaga Kerja Lokal

Puan menilai bahwa keterlibatan tenaga kerja asal Papua telah meningkat dan teknologi pertambangan yang digunakan sangat modern.

"Sudah sangat modern, menggunakan teknologi yang luar biasa dan tenaga lokal sudah cukup banyak diberdayakan di sini. Saya berharap (jumlah) tenaga lokal yang bekerja di sini akan bertambah, sehingga ke depannya transfer teknologi yang ada (dapat) memberikan kontribusi sebesar-besarnya untuk Indonesia," kata Puan.

Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengunjungi pusat operasi tambang bawah tanah PTFI, Minggu (10/12/2023). PTFI mengaplikasikan teknologi operasi alat berat dari jarak jauh dalam menambang di bawah tanah. Keselamatan pekerja tambang dari berbagai ancaman menjadi pertimbangan utama penggunaan teknologi sekaligus untuk tetap menjaga produktivitas.
DOK. Freeport Indonesia Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengunjungi pusat operasi tambang bawah tanah PTFI, Minggu (10/12/2023). PTFI mengaplikasikan teknologi operasi alat berat dari jarak jauh dalam menambang di bawah tanah. Keselamatan pekerja tambang dari berbagai ancaman menjadi pertimbangan utama penggunaan teknologi sekaligus untuk tetap menjaga produktivitas.

Senada dengan Puan, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengapresiasi operasional PTFI yang telah memasuki era pertambangan bawah tanah.

"Sekarang masuk ke tambang bawah tanah, masuk lagi ke deep mill level zone (DMLZ), dan seluruhnya beroperasi di bawah tanah. Dengan kapasitas produksi maksimum dari semua tambang bawah tanah mencapai 240.000 ton bijih per hari, PTFI saat ini sudah mencapai sekitar 213.000 ton per hari. Kecepatan Freeport dalam menjalankan proyek ini patut kita acungkan jempol," ujarnya.

Baca juga: Wamenkumham Diduga Pakai Duit Rp 1 Miliar dari Pengusaha Tambang untuk Pencalonan Ketua Pelti

Arifin berharap dengan perkembangan yang sangat baik tersebut, PTFI tetap berkomitmen untuk menjalankan kewajibannya.

Salah satunya adalah menyelesaikan pembangunan smelter di Gresik dan penambahan kapasitas di PT Smelting. Kedua langkah ini dianggap sangat penting dalam mendukung hilirisasi sektor pertambangan.

"Ada dua pekerjaan, yang pertama adalah menyelesaikan penambahan 30 persen kapasitas smelter pertama (PT Smelting) pada bulan (Desember) ini. Dan yang kedua, smelter kedua PTFI harus selesai pada Mei 2024, sehingga semua konsentrat tembaga PTFI dapat diserap di dalam negeri," kata Arifin.

Baca juga: Tinjau Smelter PTFI, Wamen BUMN Optimistis Beroperasi Sesuai Rencana

Komitmen PTFI untuk masyarakat sangat besar

Ketua DPR RI Puan Maharani (kedua kanan), Menteri ESDM Arifin Tasrif (belakang) didampingi oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas (kiri) bersama Senior Manager Grasberg Earthworks, I Nengah Giri (Kanan) berbincang saat mengunjungi area tambang terbuka Grasberg di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Minggu (10/12/2023).
DOK. Freeport Indonesia Ketua DPR RI Puan Maharani (kedua kanan), Menteri ESDM Arifin Tasrif (belakang) didampingi oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas (kiri) bersama Senior Manager Grasberg Earthworks, I Nengah Giri (Kanan) berbincang saat mengunjungi area tambang terbuka Grasberg di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Minggu (10/12/2023).

Sementara itu, Presiden Direktur (Presdir) PTFI Tony Wenas menegaskan bahwa komitmen pihaknya untuk masyarakat sangat besar.

"Kami adalah bagian dari Papua. Freeport telah berada selama 57 tahun di Papua, dan kami terus bertumbuh dan berkembang bersama masyarakat Papua," jelas Tony.

Ia mengatakan bahwa komitmen untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Papua tercermin dalam komposisi tenaga kerja PTFI, di mana 40 persennya adalah karyawan asli Papua.

Komitmen untuk masyarakat sekitar, kata Tony, tercermin melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang sangat masif.

Baca juga: 3 Perusahaan Gas Teken Perjanjian Jual Beli untuk Pasok Industri di Aceh dan Sumut

"(Kami mengalokasikan) sekitar 1,5 triliun rupiah per tahun untuk program-program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, infrastruktur, dan lainnya, yang akan terus berlanjut hingga akhir masa tambang," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Tony juga membeberkan rencana kerja PTFI untuk 2024, yaitu menghasilkan 1,7 miliar pound tembaga dan 1,9 juta ons emas.

"Untuk kontribusi kepada Indonesia, kami merencanakan tahun ini (2023) sekitar 4,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau hampir Rp 70 triliun dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan kontribusi lainnya. (Di dalamnya), termasuk sekitar Rp 9 triliun yang akan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, serta kabupaten lain di Provinsi Papua Tengah," tuturnya.

Baca juga: Panglima TNI Sebut Uang Lauk Pauk Prajurit di Papua Naik pada Januari 2024, Setara dengan Polri

Sebagai informasi, dalam kunker tersebut juga diikuti oleh beberapa anggota DPR, di antaranya Wakil Ketua Komisi VII, Wakil Ketua Komisi X dan Wakil Ketua Majelis Kehormatan DPR.

Selama kunjungan, Presdir PTFI Tony Wenas mendampingi dan menjelaskan seluruh proses dan kinerja pertambangan PTFI.

Terkini Lainnya
Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Kilas Pertambangan
Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Kilas Pertambangan
PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

Kilas Pertambangan
HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

Kilas Pertambangan
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Kilas Pertambangan
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Kilas Pertambangan
Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Kilas Pertambangan
PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

Kilas Pertambangan
Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Kilas Pertambangan
Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Kilas Pertambangan
Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Kilas Pertambangan
FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

Kilas Pertambangan
Dukung Hilirisasi Energi, Bukit Asam Kembangkan Artificial Graphite untuk Bahan Baku Baterai

Dukung Hilirisasi Energi, Bukit Asam Kembangkan Artificial Graphite untuk Bahan Baku Baterai

Kilas Pertambangan
Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kilas Pertambangan
Riset FEB UB: Kemitraan Jadi Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di Indonesia

Riset FEB UB: Kemitraan Jadi Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di Indonesia

Kilas Pertambangan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com