MIND ID Gandeng ARRIVAL Siapkan Rencana Pengembangan Bisnis Kendaraan Listrik

Kompas.com - 03/10/2022, 15:50 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Holding Industri Pertambangan atau Mining industry Indonesia ( MIND ID) terus berupaya dalam menjajaki pengembangan microfactory kendaraan listrik komersial di Indonesia dan Asia Tenggara.

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan, MIND ID terus berkomitmen untuk mewujudkan program hilirisasi produk turunan yang dipercaya mampu memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan kerja, dan memberi peluang usaha di Indonesia.

“MIND ID memiliki tiga mandat dari pemerintah, yaitu mengelola cadangan dan sumber daya strategis, hilirisasi, dan memiliki kepemimpinan dasar yang diwujudkan melalui optimalisasi komoditas mineral dan ekspansi bisnis,” ungkap Hendi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (3/10/2022).

Hal tersebut disampaikan oleh Hendi saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke ARRIVAL Ltd, Inggris, pada Mei 2022.

Baca juga: HUT Ke-77 Pertambangan dan Energi, MIND ID Terapkan Smart Operation

MIND ID melalui PT Industri Battery Corporation ( IBC) menggandeng Arrival Ltd menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk melaksanakan solusi pasokan potensial serta membahas desain dan pengembangan kendaraan listrik.

Hendi mengatakan, kolaborasi itu merupakan penjajakan dalam membangun microfactories untuk elektronvolt (EV) komersial di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, peluang pembangunan tersebut mendukung program pemerintah dalam menarik investor asing melakukan investasi di dalam negeri.

“(Kerja sama MIND ID dan ARRIVAL Ltd) ini dapat berkontribusi pada hilirisasi pengembangan industri aluminium dan nikel di Indonesia. Maka dari itu, perlu dukungan dan sinergi untuk mempercepat realisasi, salah satunya dalam bentuk kebijakan pemerintah dan kemudahan bagi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” jelas Hendi.

Baca juga: Kembangkan Potensi Pariwisata Danau Toba, MIND ID Hadirkan Fasilitas Tenda Payung

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Industri Pertambangan atau Mining industry Indonesia (MIND ID) menjalin kerja sama dengan Arrival Ltd untuk siapkan rencana pengembangan bisnis kendaraan listrik di Indonesia dan Asia Tenggara. Dok. Humas MIND ID Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Industri Pertambangan atau Mining industry Indonesia (MIND ID) menjalin kerja sama dengan Arrival Ltd untuk siapkan rencana pengembangan bisnis kendaraan listrik di Indonesia dan Asia Tenggara.

Sebagai informasi, dalam rangka pelaksanaan kerja sama strategis, MIND ID menunjuk IBC untuk mengimplementasikan dan melaksanakan studi kelayakan bersama dengan ARRIVAL Ltd, pada Jumat (30/9/2022).

Adapun studi kelayakan tersebut mencakup studi pasar dan kelayakan proyek untuk ekspansi bisnis kendaraan listrik, kelayakan proyek pasok aluminium dan pasok baterai untuk ekspansi bisnis EV di wilayah Asia Tenggara.

Lebih lanjut, Hendi mengatakan, komitmen ini secara serentak disepakati menjadi salah satu dari tiga tujuan agenda prioritas Presidensi Group of Twenty (G20) di Indonesia, yaitu sistem kesehatan dunia, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi.

Baca juga: MIND ID Dorong Inalum dan Antam Selesaikan Pembangunan Pabrik Smelter di Kalbar

“Mempercepat hadirnya industri kendaraan listrik di Indonesia sejalan dengan Sustainability Pathway MIND ID dan juga sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( SDGs), khususnya pada pilar penanganan perubahan iklim,” kata Hendi.

Maka dari itu, negara-negara G20 memegang tanggung jawab besar dan peran strategis dalam mendorong pemanfaatan energi bersih.

“Perlu untuk fokus pada keamanan energi, akses dan efisiensi, serta transisi ke sistem energi rendah karbon, termasuk juga investasi dan inovasi dalam teknologi yang lebih bersih dan efisien,” ujar Hendi.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya pertambangan yang berlimpah. Oleh karenanya, industrialisasi industri mineral dan batu bara harus terus dilakukan untuk meningkatkan nilai industri

Baca juga: Genjot Hilirisasi Tambang, Ini Cara MIND ID Tarik Minat Investor Domestik dan Internasional

“Di sisi lain, Indonesia juga sebagai produsen dan pengekspor nikel sebagai bahan baku utama baterai EV. Padahal kita adalah produsen nikel terbesar di dunia yang memasok 27 persen permintaan pasar global,” jelas Erick.

Oleh karena itu, Erick mengatakan, Kementerian BUMN selalu melakukan inovasi model bisnis guna meningkatkan rantai nilai seluruh sumber daya di nusantara.

“Kami telah mendirikan IBC yang terus berfokuas pada pengembangan ekosistem EV secara end-to-end mulai dari eksplorasi dan pengelohan nikel sebagai komponen baterai listrik hingga produksi EC dan daur ulang baterai,” ujar Erick.

Selain itu, menurut Erick, Kementerian BUMN juga terus menarik mitra strategis untuk berkolaborasi dan menciptakan nilai lebih bagi industri ini.

“Lewat investasi asing di industri ini, saya percaya bahwa kita dapat meningkatkan keberlanjutan industri dan menjadi lebih kompetitif di pasar global. Kolaborasi antara MIND dan ARRIVAL Ltd ini menjadi salah satu cara kami untuk mencoba berkolaborasi dengan mitra strategis untuk membuat nilai lebih,” katanya.

Terkini Lainnya
Freeport-Serikat Pekerja Teken PKB Baru, Fokus pada Kesejahteraan dan Keselamatan

Freeport-Serikat Pekerja Teken PKB Baru, Fokus pada Kesejahteraan dan Keselamatan

Kilas Pertambangan
HUT Ke-59 Freeport: Refleksi untuk Bangkitkan Operasi Aman dan Berkelanjutan

HUT Ke-59 Freeport: Refleksi untuk Bangkitkan Operasi Aman dan Berkelanjutan

Kilas Pertambangan
Karyawan Freeport Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa

Karyawan Freeport Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa

Kilas Pertambangan
Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Kilas Pertambangan
Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Kilas Pertambangan
PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

Kilas Pertambangan
HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

Kilas Pertambangan
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Kilas Pertambangan
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Kilas Pertambangan
Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Kilas Pertambangan
PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

Kilas Pertambangan
Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Kilas Pertambangan
Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Kilas Pertambangan
Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Kilas Pertambangan
FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

Kilas Pertambangan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com