KAI dan KNKT Selesai Inspeksi Jalur KA Jelang Nataru, Tekankan Utamakan Keselamatan

Kompas.com - 04/12/2025, 19:27 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikan rangkaian inspeksi jalur kerta api (KA) menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada 2-4 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan prasarana, sarana, dan layanan stasiun menjelang Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Inspeksi yang dilakukan melalui dua lintasan utama Pulau Jawa ini menegaskan peran kereta api dalam mendukung kepentingan nasional, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan memperkuat pemerataan aktivitas ekonomi saat puncak mobilitas akhir tahun.

Inspeksi lintas utara dilakukan dari Gambir menuju Cikampek, Cirebon, Tegal, Semarang Tawang, Cepu, Surabaya Pasar Turi, dan Surabaya Gubeng sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangil, Jember, Kalisetail, hingga Ketapang.

Lintasan tersebut merupakan tulang punggung mobilitas nasional yang menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi dan jalur distribusi logistik antarkota besar.

Baca juga: Jelang Nataru, KAI Tingkatkan Pengamanan Jalur Daop 9 Jember Antisipasi Cuaca Ekstrem

Pada lintas selatan, perjalanan dimulai dari Bandung dan melintasi Warungbandrek, Cipeundeuy, Karangpucung, Banjar, Gandrungmangun, Kroya, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo Balapan.

Rangkaian kereta inpeksi kemudian bergerak menuju Walikukun, Madiun, Tulungagung, Blitar, Wlingi, Malang Kota Lama, Malang, Sengon, hingga Bangil dan berakhir di Surabaya Gubeng.

Lintasan selatan memiliki kontur menantang sehingga memerlukan perhatian lebih dalam hal keselamatan operasional.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono yang ikut melakukan inspeksi menegaskan, pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem pada periode angkutan Nataru.

Soerjanto menyampaikan bahwa KNKT mengikuti rangkaian inspeksi jalur dari Jakarta hingga Ketapang untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan bahwa rekomendasi keselamatan telah dijalankan oleh KAI.

“Kami lihat bahwa apa yang menjadi konsen KNKT, terutama hal-hal yang sesuai dengan rekomendasi kami, apakah sudah dikerjakan atau belum untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan dengan penyebab yang sama,” ujar Soerjanto dalam siaran persnya, Kamis.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono bersama jajaran Pimpinan PT KAI ketika sedang melakukan inspeksi jalur KA menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada 2 hingga 4 Desember 2025.DOK. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono bersama jajaran Pimpinan PT KAI ketika sedang melakukan inspeksi jalur KA menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada 2 hingga 4 Desember 2025.

Soerjanto juga mengapresiasi langkah KAI yang dinilainya memiliki inisiatif tinggi dalam menjaga keselamatan.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan langsung jajaran direksi dalam inspeksi menjadi gambaran bahwa aspek keselamatan benar-benar ditempatkan sebagai prioritas utama.

“KAI menunjukkan komitmen yang serius terhadap keselamatan. Direksi turun langsung melihat kondisi jalur dan memutuskan tindak lanjutnya di tempat. Ini adalah praktik baik dalam memastikan sistem keselamatan berjalan,” ujar Soerjanto.

Ia menambahkan bahwa sejumlah wilayah rawan, termasuk beberapa titik di Jawa Timur, sehingga membutuhkan pengawasan intensif. Pasalnya, curah hujan yang tinggi dapat memengaruhi kestabilan rel, jembatan, dan tebing di sekitar jalur.

Temuan yang muncul selama inspeksi menunjukkan bahwa proses pengawasan berlangsung dan langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, KNKT Minta KAI Waspadai Jalur Rawan Banjir dan Longsor

Wakil Direktur Utama KAI Dody Budiawan menegaskan bahwa masa Nataru merupakan fase penting bagi KAI dalam menjaga keselamatan dan memastikan layanan berjalan andal.

Dody menyampaikan bahwa peran kereta api pada periode ini sangat vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan turut menggerakkan perekonomian di berbagai wilayah.

“Keselamatan adalah prinsip tanpa kompromi. Setiap perjalanan harus dipastikan aman. Selain itu, pelayanan harus maksimal dan seluruh petugas wajib siap siaga," katanya

"Setiap temuan di lapangan harus ditindaklanjuti saat itu juga. KAI harus menjadi perusahaan yang dapat dipercaya dan diandalkan,” tegas Dody.

Ia menambahkan bahwa kesiapan Nataru menjadi momentum bagi seluruh insan KAI untuk menunjukkan profesionalisme dan disiplin operasional dalam melayani masyarakat pada periode mobilitas tertinggi sepanjang tahun.

Selama inspeksi, KAI memantau kondisi jalur, wesel, jembatan, sinyal, serta fasilitas layanan di stasiun. Untuk meningkatkan keandalan prasarana, KAI telah memasang 84.525 meter rel baru, 189.883 meter kubik batu kricak, dan 12.084 batang bantalan sintetis pada jembatan baja.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono bersama jajaran Pimpinan PT KAI sedang mnerima hormat dari petugas yang ada di salah satu stasiun kereta api di Pulau Jawa. Hal ini terjadi ketika KNKT bersama pimpinan PT KAI sedang melakukan inspeksi jalur KA menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada 2 hingga 4 Desember 2025.DOK. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono bersama jajaran Pimpinan PT KAI sedang mnerima hormat dari petugas yang ada di salah satu stasiun kereta api di Pulau Jawa. Hal ini terjadi ketika KNKT bersama pimpinan PT KAI sedang melakukan inspeksi jalur KA menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada 2 hingga 4 Desember 2025.

Selain itu, KAI menempatkan 19 lokomotif, 17 kereta pembangkit, 3 crane, serta 2.483 petugas tambahan di lokasi strategis untuk mendukung kesiapsiagaan Nataru.

Pusat Posko Terpadu Nataru kini beroperasi penuh untuk memantau perjalanan secara real time dan memastikan seluruh aspek operasional berjalan aman serta terkendali.

Koordinasi antara KAI, KNKT, dan Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kesiapan prasarana dan pelayanan jelang tingginya mobilitas masyarakat pada akhir tahun.

Dody menegaskan bahwa rangkaian inspeksi ini mencerminkan komitmen kuat seluruh Insan KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan, memperkuat mobilitas masyarakat, dan mendukung pemerataan aktivitas ekonomi melalui layanan transportasi yang aman dan andal.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Melalui kesiapan ini, KAI siap menjalankan tugas Nataru dengan penuh tanggung jawab,” ujar Dody.

Terkini Lainnya
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

Kereta Api Indonesia
Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com