KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

Kompas.com - 20/04/2026, 19:50 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memperkuat layanan ramah perempuan melalui berbagai fasilitas, mulai dari kursi khusus hingga penyediaan 120 ruang laktasi di stasiun.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan perjalanan yang lebih aman dan nyaman di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat yang menggunakan kereta api.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan, meningkat 9,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan, baik harian maupun jarak jauh.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan layanan dilakukan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin beragam.

“KAI terus menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mulai dari fasilitas ramah perempuan, akses ramah anak, hingga sarana ramah disabilitas,” ujar Anne dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Ketika Laut Tak Lagi Ramah, Perempuan Pesisir Bangkit: Kisah Haru dari Festival Bahari 2025

Fasilitas ramah perempuan dan keluarga

Tampilan fitur female seat map pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi berdekatan dengan sesama perempuan.Dok. KAI Tampilan fitur female seat map pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi berdekatan dengan sesama perempuan.

KAI menghadirkan sejumlah fasilitas yang dirancang khusus untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang perempuan. Di antaranya adalah kereta khusus wanita pada Commuter Line dan LRT Jabodebek pada waktu tertentu, serta pemisahan toilet pria dan wanita di kereta jarak jauh.

Melalui aplikasi Access by KAI, pelanggan perempuan juga dapat memilih tempat duduk berdekatan dengan sesama perempuan melalui fitur female seat map.

Selain itu, bagi ibu hamil, tersedia kursi prioritas, loket khusus, serta pin ibu hamil untuk memudahkan identifikasi dan pelayanan.

Di stasiun, KAI juga menyediakan 120 ruang laktasi sebagai fasilitas pendukung bagi ibu menyusui selama perjalanan.

Untuk pelanggan yang membawa anak, tersedia kids play area di sejumlah stasiun, tempat duduk prioritas, serta jalur evakuasi yang ramah keluarga.

Sementara itu, bagi penyandang disabilitas, KAI menghadirkan berbagai fasilitas, seperti guiding block, ramp, lift di stasiun besar, serta kursi prioritas di Commuter Line.

Baca juga: Mulai 27 April 2026, 6 Kereta Resmi Berhenti di Stasiun Batang, Ini Daftarnya

Didukung pertumbuhan penumpang

Peningkatan layanan ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah pelanggan di berbagai moda yang dioperasikan KAI Group.

Layanan kereta api jarak jauh dan lokal melayani 14.515.350 pelanggan atau meningkat 18,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Commuter Line melayani 101.382.889 pelanggan atau naik 8,11 persen.

Adapun LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan, KAI Bandara 1.755.275 pelanggan, LRT Sumatera Selatan 1.084.242 pelanggan, Whoosh 1.408.815 pelanggan, serta KA Makassar–Parepare 75.421 pelanggan.

“Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah, dan kembali lagi,” jelas Anne.

Baca juga: Viral Siswa SMP Sumedang Pamitan Berhenti Sekolah, Ternyata demi Bantu Ayah Jualan, Pemkab Turun Tangan

Penguatan keamanan dan pengawasan

Di tengah tingginya mobilitas tersebut, KAI juga terus memperkuat sistem keamanan untuk memastikan kenyamanan seluruh pelanggan, khususnya perempuan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan standar operasional, integrasi Command Center dengan Contact Center, serta pemanfaatan teknologi CCTV analytics di stasiun dan kereta.

“Kami terus memperkuat sistem dan pengawasan, sekaligus mengajak pelanggan untuk saling menjaga ruang bersama agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” tambah Anne.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat 20 laporan terkait pelecehan seksual di layanan Commuter Line.

Data tersebut menjadi perhatian KAI untuk terus melakukan perbaikan, termasuk melalui penegakan aturan yang tegas serta pendampingan kepada korban hingga proses hukum.

Baca juga: Mantan Kadis KLH Bali Jadi Tersangka Pengelolaan TPA Suwung, Pemprov Beri Pendampingan

“Perjalanan yang aman hadir dari sistem yang terjaga dan kepedulian bersama. Kami ingin setiap pelanggan merasa lebih tenang sejak berangkat hingga tiba di tujuan,” tutur Anne.

Terkini Lainnya
KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

Kereta Api Indonesia
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Kereta Api Indonesia
Perjalanan Kereta Terganggu akibat Longsor, KAI Kebut Pembersihan Rel Maswati–Sasaksaat

Perjalanan Kereta Terganggu akibat Longsor, KAI Kebut Pembersihan Rel Maswati–Sasaksaat

Kereta Api Indonesia
Tindaklanjuti Arahan Prabowo untuk Menata Kawasan Rel, Ini 3 Langkah KAI 

Tindaklanjuti Arahan Prabowo untuk Menata Kawasan Rel, Ini 3 Langkah KAI 

Kereta Api Indonesia
Dirut KAI Tinjau Layanan Lebaran di Sumatra Utara, Pastikan Perjalanan Pelanggan Tetap Lancar dan Nyaman

Dirut KAI Tinjau Layanan Lebaran di Sumatra Utara, Pastikan Perjalanan Pelanggan Tetap Lancar dan Nyaman

Kereta Api Indonesia
Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Kereta Api Indonesia
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com