Rayakan HUT Ke-80, KAI Gelar Donasi Darah, Pengobatan dan Pelayanan Kesehatan Gratis

Kompas.com - 24/09/2025, 13:00 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) merayakan HUT ke-80 yang jatuh pada 28 September 2025 dengan menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. 

Mengusung tema “Semakin Melayani”, KAI tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga meluaskan kepedulian melalui donasi darah, pengobatan gratis, hingga pelayanan kesehatan di Rail Clinic.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, semangat melayani KAI tidak berhenti di atas rel. 

“Kami ingin ulang tahun KAI menjadi momentum berbagi, membantu sesama, dan menguatkan makna kehadiran KAI di hati masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (24/9/2025). 

Dalam rangkaian peringatan HUT kali ini, KAI menyelenggarakan 31 lokasi donor darah di wilayah daerah operasi dan divisi regional, serta 18 lokasi bakti sosial kesehatan gratis yang dilaksanakan di Klinik Mediska, stasiun, dan dengan sarana Rail Clinic. 

Baca juga: HUT ke-80, KAI Gelar Flash Sale Tiket Kereta Rp 80.000 dan Diskon Hingga 30 Persen

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar manfaat HUT KAI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Donor darah menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati. Ribuan pegawai dan masyarakat antusias mendatangi titik-titik donor darah di berbagai daerah yang digelar KAI. 

Setiap kantong darah yang terkumpul tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas yang terus dirawat oleh KAI bersama masyarakat.

Selain itu, layanan kesehatan gratis di Klinik Mediska dan stasiun juga membuka akses bagi warga untuk melakukan pemeriksaan umum, gigi, hingga konsultasi kesehatan. 

Adapun salah satu kegiatan pemeriksaan kesehatan dilakukan pula di Rail Clinic, yakni fasilitas kesehatan berjalan bagi masyarakat di daerah yang sulit dilewati kendaraan umum, tetapi bisa dijangkau kereta api. Melalui Rail Clinic, KAI menghadirkan pengalaman unik berupa “rumah sehat berjalan” di atas rel.

Baca juga: HUT Ke-80 KAI: Dari Rel Pertama hingga Menyatukan Negeri dan Transformasi Digital yang Melayani

Dengan kereta khusus yang dilengkapi fasilitas medis, masyarakat bisa memperoleh layanan kebidanan, laboratorium, apotek, hingga pemberian kacamata gratis.

“Setiap tahun, ribuan warga telah merasakan manfaat Rail Clinic. Pada momen HUT ini, kami ingin semakin banyak masyarakat di sekitar jalur rel yang mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa dipungut biaya,” jelas Anne.

Anne menambahkan HUT ke-80 KAI bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal babak baru untuk terus menebar kebaikan. 

Donasi darah dan bakti sosial kesehatan adalah cara KAI menyapa masyarakat, menyatukan rasa, dan menguatkan arti kebersamaan.

Baca juga: KAI Buka Jalan UMKM Naik Kelas, Fasilitasi Sertifikasi Halal hingga HKI

“‘Semakin Melayani’ menjadi semangat yang hidup dalam setiap rel, setiap stasiun, dan setiap kisah masyarakat yang terhubung oleh kereta api,” tutur Anne.

 

 

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com