KAI Commuter Gandeng Kejaksaan Agung Kawal Pengadaan KRL Sesuai Prinsip GCG

Kompas.com - 22/10/2025, 15:24 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) untuk memastikan proses pengadaan sarana Kereta Rel Listrik (KRL) berjalan sesuai dengan prinsip good corporate governance (GCG).

Kolaborasi itu diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara kedua pihak yang digelar di Auditorium Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa (21/10/2025). Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) KAI Commuter Asdo Artriviyanto dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Narendra Jatna.

Dalam sambutannya, Asdo Artriviyanto mengapresiasi kerja sama tersebut karena Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara telah membantu mengawal proses pengadaan sarana KRL baru, yaitu kereta CLI-125 dan CLI-225.

Lebih lanjut, Asdo menjelaskan bahwa kerja sama KAI dan Kejaksaan merupakan perpanjangan dari PKS yang telah dilakukan pada 2023.

Ia menyebut, perjanjian kedua pihak menjadi langkah penting untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam setiap tahapan pengadaan sarana KRL baru.

Baca juga: Jadwal KRL Solo–Jogja Hari Ini, 22 Oktober 2025, Lengkap di 15 Stasiun

“Perpanjangan PKS ini adalah bentuk komitmen kami agar seluruh proses pengadaan sarana KRL berjalan lancar dan sesuai dengan prinsip GCG. Kami berterima kasih kepada Kejaksaan Agung yang terus mendampingi dan mengawal pelaksanaannya,” ujar Asdo dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (22/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, KAI Commuter juga mendapat pendampingan dari Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Narendra Jatna, yang menegaskan dukungan Kejaksaan untuk memastikan keberlanjutan ketersediaan sarana KRL bagi masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Sebagai informasi, KAI Commuter tengah melaksanakan pengadaan 16 rangkaian KRL baru dari industri dalam negeri serta 11 rangkaian KRL impor. Pengadaan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan bagi pengguna Commuter Line Jabodetabek, sekaligus memenuhi kebutuhan sarana transportasi yang lebih layak dan modern.

Baca juga: 4 Cara Tetap Mindful dan Tidak Stres Saat Naik Transportasi Umum

Melalui kerja sama ini, KAI Commuter berharap dapat terus memperkuat tata kelola perusahaan yang berintegritas, serta memastikan pengadaan sarana transportasi publik berlangsung sesuai dengan prinsip GCG yang profesional dan berkelanjutan.

Terkini Lainnya
KAI Commuter Gandeng Kejaksaan Agung Kawal Pengadaan KRL Sesuai Prinsip GCG

KAI Commuter Gandeng Kejaksaan Agung Kawal Pengadaan KRL Sesuai Prinsip GCG

KAI Commuter
KAI Commuter Jadi Penggerak Ekonomi Baru di Kawasan Aglomerasi Jabodetabek

KAI Commuter Jadi Penggerak Ekonomi Baru di Kawasan Aglomerasi Jabodetabek

KAI Commuter
Terapkan ESG, KAI Commuter Daur Ulang Seragam Lama dan KMT Bekas Jadi Barang Bernilai Tinggi

Terapkan ESG, KAI Commuter Daur Ulang Seragam Lama dan KMT Bekas Jadi Barang Bernilai Tinggi

KAI Commuter
Meriahkan HUT Ke-80 RI, KAI Commuter Hadirkan Livery Baru dan Promo Tarif Spesial

Meriahkan HUT Ke-80 RI, KAI Commuter Hadirkan Livery Baru dan Promo Tarif Spesial

KAI Commuter
Mulai 7 Agustus, KMT Bisa untuk Bayar Tiket Bus Trans Tangerang Ayo

Mulai 7 Agustus, KMT Bisa untuk Bayar Tiket Bus Trans Tangerang Ayo

KAI Commuter
Angkut 1,1 Juta Penumpang per Hari, Commuter Line Jadi Moda Transportasi Paling Ramah Lingkungan

Angkut 1,1 Juta Penumpang per Hari, Commuter Line Jadi Moda Transportasi Paling Ramah Lingkungan

KAI Commuter
Rekor, Pengguna Commuter Line Yogyakarta-Palur Tembus 45.000 Orang pada Hari Ketiga Lebaran

Rekor, Pengguna Commuter Line Yogyakarta-Palur Tembus 45.000 Orang pada Hari Ketiga Lebaran

KAI Commuter
Pengguna Commuter Line Jabodetabek Melonjak di Stasiun Integrasi KA Jarak Jauh Selama Angkutan Lebaran 2025

Pengguna Commuter Line Jabodetabek Melonjak di Stasiun Integrasi KA Jarak Jauh Selama Angkutan Lebaran 2025

KAI Commuter
KAI Berikan Customer Loyalty bagi Pengguna KMT, 2 Pemenang Terpilih Bisa Dapat Total Rp 50 Juta

KAI Berikan Customer Loyalty bagi Pengguna KMT, 2 Pemenang Terpilih Bisa Dapat Total Rp 50 Juta

KAI Commuter
4 Tahun Beroperasi, Commuter Line Yogyakarta-Palur Alami Lonjakan Pengguna Signifikan

4 Tahun Beroperasi, Commuter Line Yogyakarta-Palur Alami Lonjakan Pengguna Signifikan

KAI Commuter
Mulai 24 Februari 2025, Pengguna KMT Dapat Diskon 10 Persen di Loko Café

Mulai 24 Februari 2025, Pengguna KMT Dapat Diskon 10 Persen di Loko Café

KAI Commuter
Bangunan Baru Stasiun Tanah Abang Dioperasikan, KAI Commuter dan DJKA Rubah Flow Pengguna Commuter Line

Bangunan Baru Stasiun Tanah Abang Dioperasikan, KAI Commuter dan DJKA Rubah Flow Pengguna Commuter Line

KAI Commuter
Kedatangan 12 Unit KRL Baru,  KAI Commuter Optimalkan Layanan Angkutan Commuter Line di Jabodetabek

Kedatangan 12 Unit KRL Baru, KAI Commuter Optimalkan Layanan Angkutan Commuter Line di Jabodetabek

KAI Commuter
KAI Sertifikasi 6.611 Pegawai Sepanjang 2024

KAI Sertifikasi 6.611 Pegawai Sepanjang 2024

KAI Commuter
KAI Commuter Sigap Lakukan Blacklist Pelaku Kejahatan Kriminal dan Tindak Asusila

KAI Commuter Sigap Lakukan Blacklist Pelaku Kejahatan Kriminal dan Tindak Asusila

KAI Commuter
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com