4 Tahun Beroperasi, Commuter Line Yogyakarta-Palur Alami Lonjakan Pengguna Signifikan

Kompas.com - 03/03/2025, 14:49 WIB
Dwinh,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Commuter Line Yogyakarta-Palur telah menunjukkan perkembangan signifikan sejak beroperasi pada Senin (1/3/2021).

Layanan tersebut tidak hanya menjadi transportasi publik yang terjangkau dan efisien, tetapi juga terus mengalami peningkatan dalam jumlah pengguna dan penambahan jumlah perjalanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, kehadiran Commuter Line Yogyakarta-Palur telah meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi yang nyaman, sekaligus memberikan dampak positif pada perekonomian wilayah operasionalnya.

“Layanan Commuter Line Yogyakarta-Palur juga diharapkan dapat mengurangi tingkat polusi udara,” ucapnya dalam keterangan pers, Senin (3/3/2025).

Baca juga: 9 Gas Berbahaya Penyebab Polusi Udara, Darimana Asalnya?

Sejak awal pengoperasiannya, layanan Commuter Line Yogyakarta hanya melayani 11 stasiun, mulai dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Stasiun Solo Balapan.

Namun, dengan meningkatnya kebutuhan pengguna, pada 17 Agustus 2022, rute ini diperpanjang hingga Stasiun Palur, dengan menambah dua stasiun layanan baru, yaitu Stasiun Solo Jebres dan Stasiun Palur di wilayah Karanganyar.

Perkembangan signifikan juga terlihat dari data volume pengguna. Pada tahun pertama pengoperasiannya, 2021, total volume pengguna tercatat sebanyak 1,74 juta orang dengan 20 perjalanan setiap hari.

Pada tahun kedua, 2022, terjadi peningkatan volume pengguna sebesar 157 persen, dengan total pengguna mencapai 4,46 juta orang.

Baca juga: Pengguna Aplikasi Kencan Diperas, Dituduh Selingkuh dengan Istri Pelaku

Tren peningkatan terus berlanjut pada 2023, dengan kenaikan sebesar 45 persen dari tahun sebelumnya, atau mencapai 6,45 juta orang.

Pada 2024, volume pengguna mencapai 7,96 juta orang, meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk memenuhi tingginya permintaan, KAI Commuter menambah jumlah perjalanan Commuter Line Yogyakarta-Palur.

Pada Januari 2024, jumlah perjalanan ditingkatkan menjadi 24 perjalanan per hari.

Pada pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, mulai 1 Februari, jumlah perjalanan ditingkatkan lagi menjadi 27 perjalanan setiap harinya.

Baca juga: Aturan Berbuka Puasa di Commuter Line dan Whoosh Selama Ramadhan 2025

Peningkatan volume pengguna Commuter Line Prameks

Selain peningkatan di jalur Yogyakarta-Palur, layanan Commuter Line Prameks juga mengalami pertumbuhan volume pengguna yang signifikan.

Pada tahun pertama pengelolaan oleh KAI Commuter, volume pengguna tercatat sebanyak 525.427 orang. Angka ini naik 24 persen pada tahun kedua, mencapai 653.733 orang, dan naik lagi sebesar 35 persen pada 2023, dengan total volume 882.046 orang.

Pada 2024, volume pengguna Commuter Line Prameks mencapai 961.482 orang atau naik 9 persen dari tahun sebelumnya.

Jumlah perjalanan Commuter Line Prameks juga ditingkatkan. Pada awal pengoperasiannya hingga awal 2025, KAI Commuter mengoperasikan delapan perjalanan per hari.

Namun, pada Sabtu (1/2/2025), seiring pemberlakuan Gapeka 2025, jumlah perjalanan ditambah menjadi 10 perjalanan setiap hari.

Baca juga: Mulai 3 Maret, LRT Jabodebek Tambah 18 Perjalanan pada Jam Sibuk

Penambahan fasilitas layanan terus dilakukan melalui kolaborasi antara KAI Commuter, PT KAI Daop 6 Yogyakarta, dan pemerintah, terutama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Jawa Bagian Tengah serta pemerintah daerah.

Salah satu fasilitas penting yang ditambahkan adalah pemanfaatan Dipo KRL di Solo Jebres untuk perawatan sarana KRL, yang diresmikan pada Juli 2024.

Dampak positif pada ekonomi wilayah

Commuter Line Yogyakarta-PalurDOK. Humas KAI Commuter Line Yogyakarta-Palur

Tidak hanya berfungsi sebagai transportasi massal, kehadiran Commuter Line Yogyakarta-Palur juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi wilayah-wilayah yang dilalui.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), empat tahun beroperasinya layanan tersebut berdampak positif pada pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) di wilayah Yogyakarta, Kota Surakarta, dan Kabupaten Klaten.

Data BPS mencatat, PDRB sektor transportasi angkutan rel di Yogyakarta pada 2023 mencapai Rp 314,26 miliar atau meningkat dari Rp 174,1 miliar pada 2021.

Baca juga: Banyak Warga Ngabuburit di Rel Kereta Api, KAI Beri Peringatan Tegas

Di Kota Surakarta, PDRB sektor tersebut meningkat menjadi Rp 1,49 triliun pada 2023, dari Rp 524 miliar pada 2021.

Sementara di Kabupaten Klaten, PDRB sektor transportasi meningkat menjadi Rp 1,37 miliar pada 2023, dari Rp 604 juta pada 2021.

Joni menambahkan bahwa layanan Commuter Line Yogyakarta-Palur memiliki keunikan tersendiri, di mana seluruh transaksi tiketnya menggunakan kartu uang elektronik atau tiket dengan kode QR, dan tidak menyediakan tiket harian.

Pada 2024, kartu uang elektronik yang paling banyak dipilih pengguna adalah Kartu Multi Trip (KMT) dari KAI Commuter, dengan penggunaan mencapai lebih dari 43 persen.

Selain itu, sebanyak 33,7 persen pengguna menggunakan tiket dengan kode QR, sementara 22,7 persen lainnya menggunakan kartu uang elektronik dari bank lain.

Baca juga: Kenaikan PPN 12 Persen 2025: Dampaknya pada Transaksi QRIS dan Uang Elektronik

Berbeda dengan sistem tiket pada Commuter Line Prameks, transaksi tiket dilakukan secara hybrid. Pengguna dapat membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI atau langsung menggunakan KMT untuk naik kereta.

“Tingginya transaksi menggunakan KMT juga mencerminkan perubahan budaya masyarakat menuju cashless society. Saat ini, KAI Commuter sedang bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta untuk memperluas penggunaan KMT,” tutur Joni.

Ke depannya, lanjut dia, KMT tidak hanya akan digunakan sebagai tiket KRL, tetapi juga sebagai tiket untuk naik Trans Jogja dan Trans Solo.

KAI Commuter berkomitmen untuk terus meningkatkan layanannya guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi yang terjangkau dan efisien.

"Kami siap melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menyediakan layanan transportasi publik yang terjangkau, aman, cepat, dan ramah lingkungan bagi seluruh wilayah operasional Commuter Line," imbuh Joni.

Terkini Lainnya
KAI Commuter Gandeng Kejaksaan Agung Kawal Pengadaan KRL Sesuai Prinsip GCG

KAI Commuter Gandeng Kejaksaan Agung Kawal Pengadaan KRL Sesuai Prinsip GCG

KAI Commuter
KAI Commuter Jadi Penggerak Ekonomi Baru di Kawasan Aglomerasi Jabodetabek

KAI Commuter Jadi Penggerak Ekonomi Baru di Kawasan Aglomerasi Jabodetabek

KAI Commuter
Terapkan ESG, KAI Commuter Daur Ulang Seragam Lama dan KMT Bekas Jadi Barang Bernilai Tinggi

Terapkan ESG, KAI Commuter Daur Ulang Seragam Lama dan KMT Bekas Jadi Barang Bernilai Tinggi

KAI Commuter
Meriahkan HUT Ke-80 RI, KAI Commuter Hadirkan Livery Baru dan Promo Tarif Spesial

Meriahkan HUT Ke-80 RI, KAI Commuter Hadirkan Livery Baru dan Promo Tarif Spesial

KAI Commuter
Mulai 7 Agustus, KMT Bisa untuk Bayar Tiket Bus Trans Tangerang Ayo

Mulai 7 Agustus, KMT Bisa untuk Bayar Tiket Bus Trans Tangerang Ayo

KAI Commuter
Angkut 1,1 Juta Penumpang per Hari, Commuter Line Jadi Moda Transportasi Paling Ramah Lingkungan

Angkut 1,1 Juta Penumpang per Hari, Commuter Line Jadi Moda Transportasi Paling Ramah Lingkungan

KAI Commuter
Rekor, Pengguna Commuter Line Yogyakarta-Palur Tembus 45.000 Orang pada Hari Ketiga Lebaran

Rekor, Pengguna Commuter Line Yogyakarta-Palur Tembus 45.000 Orang pada Hari Ketiga Lebaran

KAI Commuter
Pengguna Commuter Line Jabodetabek Melonjak di Stasiun Integrasi KA Jarak Jauh Selama Angkutan Lebaran 2025

Pengguna Commuter Line Jabodetabek Melonjak di Stasiun Integrasi KA Jarak Jauh Selama Angkutan Lebaran 2025

KAI Commuter
KAI Berikan Customer Loyalty bagi Pengguna KMT, 2 Pemenang Terpilih Bisa Dapat Total Rp 50 Juta

KAI Berikan Customer Loyalty bagi Pengguna KMT, 2 Pemenang Terpilih Bisa Dapat Total Rp 50 Juta

KAI Commuter
4 Tahun Beroperasi, Commuter Line Yogyakarta-Palur Alami Lonjakan Pengguna Signifikan

4 Tahun Beroperasi, Commuter Line Yogyakarta-Palur Alami Lonjakan Pengguna Signifikan

KAI Commuter
Mulai 24 Februari 2025, Pengguna KMT Dapat Diskon 10 Persen di Loko Café

Mulai 24 Februari 2025, Pengguna KMT Dapat Diskon 10 Persen di Loko Café

KAI Commuter
Bangunan Baru Stasiun Tanah Abang Dioperasikan, KAI Commuter dan DJKA Rubah Flow Pengguna Commuter Line

Bangunan Baru Stasiun Tanah Abang Dioperasikan, KAI Commuter dan DJKA Rubah Flow Pengguna Commuter Line

KAI Commuter
Kedatangan 12 Unit KRL Baru,  KAI Commuter Optimalkan Layanan Angkutan Commuter Line di Jabodetabek

Kedatangan 12 Unit KRL Baru, KAI Commuter Optimalkan Layanan Angkutan Commuter Line di Jabodetabek

KAI Commuter
KAI Sertifikasi 6.611 Pegawai Sepanjang 2024

KAI Sertifikasi 6.611 Pegawai Sepanjang 2024

KAI Commuter
KAI Commuter Sigap Lakukan Blacklist Pelaku Kejahatan Kriminal dan Tindak Asusila

KAI Commuter Sigap Lakukan Blacklist Pelaku Kejahatan Kriminal dan Tindak Asusila

KAI Commuter
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com