Pastikan Layanan PSO Jangkau Masyarakat, Commuter Line Hampir Layani 308 Juta Pengguna Sepanjang 2024

Kompas.com - 23/11/2024, 14:07 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter terus menunjukkan bukti komitmen dalam melayani masyarakat melalui penugasan public service obligation (PSO) yang diberikan oleh pemerintah.

Penugasan ini mencakup pengoperasian kereta Commuter Line yang memberikan tarif terjangkau bagi masyarakat dalam menggunakan transportasi setiap harinya.

Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus mengatakan, sebagai operator transportasi publik, KAI Commuter terus memastikan layanan PSO ini dapat menjangkau masyarakat luas dengan tetap memperhatikan standar pelayanan minimum (SPM) yang ditetapkan pemerintah.

“Terbukti, total pengguna Commuter Line di seluruh wilayah operasi Commuter Line dari Januari hingga Oktober 2024 mencapai 307.810.140 orang,” terang Joni Martinus dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com, Sabtu (23/11/2024).

Adapun keseluruhan pengguna tersebut terdiri dari pengguna Commuter Line Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) sebanyak 271.806.800 orang, pengguna Commuter Line Merak sebanyak 3.509.387 orang, dan pengguna Commuter Line di wilayah 2 Bandung sebanyak 13.164.971 orang.

Baca juga: Cara ke Stasiun Pasar Senen Naik TransJakarta dan KRL

Lalu pengguna Commuter Line di wilayah 6 Yogyakarta, yaitu Commuter Line Yogyakatya-Palur sebanyak 6.513.540 orang, dan Commuter Line Prameks sebanyak 792.094 orang. Sedangkan di wilayah 8 Surabaya, sepanjang 2024 hingga 31 Oktober telah melayani sebanyak 12.023.488 orang.

Tentunya dengan PSO ini, tarif yang dibebankan kepada pengguna menjadi sangat terjangkau. Contohnya tarif Commuter Line Jabodetabek, dengan tarif Rp.3.000 untuk 25 Kilometer (Km) pertama, dan ditambahkan Rp.1.000 untuk perjalanan setiap 10 Km berikutnya. Sedangkan tarif Commuter Line Yogya-Palur sebesar Rp.8.000.

Tidak hanya jenis KRL, KAI Commuter juga mendapatkan penugasan PSO Tahun 2024 pada Kereta Api Perkotaan antara lain:

1. Commuter Line Merak (Rangkasbitung–Merak PP) dengan tarif Rp 3.000
2. Commuter Line Walahar (Purwakarta–Cikarang PP) dengan tarif Rp 4.000
3. Commuter Line Jatiluhur (Cikarang–Cikampek PP) dengan tarif Rp 3.000
4. Commuter Line Garut (Purwakarta–Cibatu–Garut PP) dengan tarif Rp 8.000- Rp 14.000,
5. Commuter Line Bandung Raya (Cicalengka–Padalarang PP) dengan tarif Rp 5.000
6. Commuter Line Prameks (Yogyakarta-Kutoarjo PP) dengan tarif Rp 8.000
7. Commuter Line Dhoho/Penataran (Surabaya-Kertosono-blitar-Malang-Surabaya PP) dengan tarif Rp 10.000-Rp 30.000
8. Commuter Line Jenggala (Surabaya– Mojokerto-Sidoarjo PP) dengan tarif Rp 5.000- Rp.10.000
9. Commuter Line Supas (Surabaya–Pasuruan PP) dengan tarif Rp.6.000
10. Commuter Line Arjonegoro (Surabaya Pasar Turi–Babat-Bojonegoro PP) dengan tarif Rp.5.000-Rp.6.000
11. Commuter Line Blorasura (Surabaya–Cepu PP) dengan tarif Rp.13.000
12. Commuter Line Sindro (Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi-Indro PP) dengan tarif Rp.5.000.

Terlihat rangkaian Commuter Line Garut (Purwakarta?Cibatu?Garut) memasuki Stasiun Purwakarta, Jawa BaratPT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) Terlihat rangkaian Commuter Line Garut (Purwakarta?Cibatu?Garut) memasuki Stasiun Purwakarta, Jawa Barat

Joni Martinus mengatakan, penugasan PSO bukan hanya soal menyediakan aksesibilitas transportasi yang lebih baik.

"(Penugasan PSO)  juga bagian dari upaya mengurangi biaya transportasi masyarakat dan mendorong perubahan gaya bertransportasi ke arah yang lebih efisien dan ramah lingkungan," Joni menambahkan.

KAI Commuter, kata dia, juga berkomitmen menjalankan penugasan PSO dengan prinsip good corporate governance (GCG).

Fasilitas pengguna juga akan terus ditingkatkan, mulai dari fasilitas yang mendukung kelestarian lingkungan, seperti Shelter Bike dan Water Station, pemilahan sampah hingga aplikasi pemesanan tiket yang dapat mengurangi penggunakan tiket kertas.

Baca juga: Cara ke Pakuwon Mall Bekasi Naik KRL Commuter Line dan LRT Jakarta

Melalui layanan kereta PSO, KAI Commuter ingin mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik untuk mengurangi kemacetan dan polusi.

“Ke depan, KAI Commuter akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem transportasi terbaik dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," kata Joni.

Terkini Lainnya
KAI Commuter Gandeng Kejaksaan Agung Kawal Pengadaan KRL Sesuai Prinsip GCG

KAI Commuter Gandeng Kejaksaan Agung Kawal Pengadaan KRL Sesuai Prinsip GCG

KAI Commuter
KAI Commuter Jadi Penggerak Ekonomi Baru di Kawasan Aglomerasi Jabodetabek

KAI Commuter Jadi Penggerak Ekonomi Baru di Kawasan Aglomerasi Jabodetabek

KAI Commuter
Terapkan ESG, KAI Commuter Daur Ulang Seragam Lama dan KMT Bekas Jadi Barang Bernilai Tinggi

Terapkan ESG, KAI Commuter Daur Ulang Seragam Lama dan KMT Bekas Jadi Barang Bernilai Tinggi

KAI Commuter
Meriahkan HUT Ke-80 RI, KAI Commuter Hadirkan Livery Baru dan Promo Tarif Spesial

Meriahkan HUT Ke-80 RI, KAI Commuter Hadirkan Livery Baru dan Promo Tarif Spesial

KAI Commuter
Mulai 7 Agustus, KMT Bisa untuk Bayar Tiket Bus Trans Tangerang Ayo

Mulai 7 Agustus, KMT Bisa untuk Bayar Tiket Bus Trans Tangerang Ayo

KAI Commuter
Angkut 1,1 Juta Penumpang per Hari, Commuter Line Jadi Moda Transportasi Paling Ramah Lingkungan

Angkut 1,1 Juta Penumpang per Hari, Commuter Line Jadi Moda Transportasi Paling Ramah Lingkungan

KAI Commuter
Rekor, Pengguna Commuter Line Yogyakarta-Palur Tembus 45.000 Orang pada Hari Ketiga Lebaran

Rekor, Pengguna Commuter Line Yogyakarta-Palur Tembus 45.000 Orang pada Hari Ketiga Lebaran

KAI Commuter
Pengguna Commuter Line Jabodetabek Melonjak di Stasiun Integrasi KA Jarak Jauh Selama Angkutan Lebaran 2025

Pengguna Commuter Line Jabodetabek Melonjak di Stasiun Integrasi KA Jarak Jauh Selama Angkutan Lebaran 2025

KAI Commuter
KAI Berikan Customer Loyalty bagi Pengguna KMT, 2 Pemenang Terpilih Bisa Dapat Total Rp 50 Juta

KAI Berikan Customer Loyalty bagi Pengguna KMT, 2 Pemenang Terpilih Bisa Dapat Total Rp 50 Juta

KAI Commuter
4 Tahun Beroperasi, Commuter Line Yogyakarta-Palur Alami Lonjakan Pengguna Signifikan

4 Tahun Beroperasi, Commuter Line Yogyakarta-Palur Alami Lonjakan Pengguna Signifikan

KAI Commuter
Mulai 24 Februari 2025, Pengguna KMT Dapat Diskon 10 Persen di Loko Café

Mulai 24 Februari 2025, Pengguna KMT Dapat Diskon 10 Persen di Loko Café

KAI Commuter
Bangunan Baru Stasiun Tanah Abang Dioperasikan, KAI Commuter dan DJKA Rubah Flow Pengguna Commuter Line

Bangunan Baru Stasiun Tanah Abang Dioperasikan, KAI Commuter dan DJKA Rubah Flow Pengguna Commuter Line

KAI Commuter
Kedatangan 12 Unit KRL Baru,  KAI Commuter Optimalkan Layanan Angkutan Commuter Line di Jabodetabek

Kedatangan 12 Unit KRL Baru, KAI Commuter Optimalkan Layanan Angkutan Commuter Line di Jabodetabek

KAI Commuter
KAI Sertifikasi 6.611 Pegawai Sepanjang 2024

KAI Sertifikasi 6.611 Pegawai Sepanjang 2024

KAI Commuter
KAI Commuter Sigap Lakukan Blacklist Pelaku Kejahatan Kriminal dan Tindak Asusila

KAI Commuter Sigap Lakukan Blacklist Pelaku Kejahatan Kriminal dan Tindak Asusila

KAI Commuter
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com