KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) mendukung penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan menyediakan ruang usaha di rest area Jalan Tol Trans Sumatera ( JTTS).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui program keringanan biaya sewa tenant di rest area JTTS berupa diskon sebesar 50 persen.
Program itu ditujukan bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, agar mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk di sepanjang koridor JTTS.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan ruang yang lebih terbuka bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan menjangkau lebih banyak pelanggan," ujar Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Puluhan UKM-Koperasi Ekspor, Menkop Dorong Perluas Pasar
Pernyataan tersebut disampaikan Iwan saat meninjau Rest Area KM 163 Jalur A Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Rabu (6/5/2026).
Skema promo berlaku bagi tenant dengan durasi sewa minimal tiga bulan. Dengan skema tersebut, penyewa tiga bulan akan memperoleh tambahan masa sewa menjadi enam bulan.
Sementara itu, tenant yang menyewa selama enam bulan akan mendapatkan masa sewa menjadi satu tahun. Skema ini berlaku secara kelipatan.
Melalui keringanan tersebut, pelaku usaha memiliki waktu lebih panjang untuk memperkenalkan produk, membangun pelanggan, dan mengoptimalkan peluang bisnis di rest area JTTS.
Saat ini, terdapat lebih dari 460 UMKM yang mengisi 29 rest area di sepanjang koridor JTTS.
Lokasi tersebut tersebar di ruas Sigli–Banda Aceh, Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Pekanbaru–Dumai, Pekanbaru–Bangkinang–Koto Kampar, Padang–Sicincin, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Indralaya–Prabumulih, serta Bengkulu–Taba Penanjung.
Baca juga: JTTS Sudah Beroperasi 791,85 Kilometer, Tekan Biaya Logistik
Kehadiran pelaku UMKM di rest area menjadi bagian dari upaya Hutama Karya untuk memastikan manfaat pembangunan infrastruktur dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Selain meningkatkan konektivitas, JTTS juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja baru di sekitar wilayah operasional jalan tol.
“JTTS tidak hanya kami hadirkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Melalui rest area, pelaku UMKM lokal memiliki ruang untuk memasarkan produk, memperluas jaringan pelanggan, dan ikut tumbuh bersama meningkatnya konektivitas antarwilayah di Sumatera,” jelas Iwan.
Menurutnya, rest area memiliki peran strategis sebagai simpul aktivitas ekonomi di sepanjang jalan tol.
Baca juga: Kepadatan Rest Area dan Gilimanuk Jadi Sorotan Evaluasi Mudik 2026
Pasalnya, rest area tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan, tetapi juga ruang promosi bagi produk unggulan daerah agar semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya pengguna jalan tol yang melintasi wilayah Sumatera.
" Rest area JTTS memiliki potensi ekonomi yang besar karena menjadi titik singgah pengguna jalan, sehingga kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal,” ucap Iwan.
Sebagai informasi, pada peninjauan tersebut, Iwan didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Ni Putu Oki Wirastuti beserta jajaran.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, kualitas layanan, serta peluang pengembangan tenant UMKM agar keberadaan rest area semakin memberikan manfaat bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
Baca juga: Di Balik Nyamannya Rest Area, Ada Satgas Kebersihan Siaga 24 Jam
Dalam pengelolaan rest area, Hutama Karya memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan pelaku usaha lokal.
Merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2023, alokasi lahan untuk UMKM ditetapkan paling sedikit 30 persen dari total luas area komersial. Hutama Karya memberikan ruang lebih besar dengan memprioritaskan sekitar 70 persen tenant rest area bagi pelaku UMKM.
Area tersebut diisi berbagai usaha, mulai dari kuliner khas daerah, produk lokal, hingga kebutuhan pengguna jalan.
Sebagai upaya membuka akses usaha yang lebih luas, Hutama Karya juga menjalankan program pemberdayaan UMKM di rest area JTTS.
Baca juga: Tiga Ruas Fungsional JTTS Akan Dilengkapi Toilet Portabel hingga SPBU Modular
Selain menyediakan fasilitas berjualan, Hutama Karya bekerja sama dengan mitra pembinaan UMKM untuk memberikan pendampingan guna meningkatkan kapasitas bisnis para pelaku usaha.
Pendampingan dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari demo masak produk unggulan, penerapan pembayaran digital melalui QRIS, penyusunan laporan keuangan, penyediaan buku menu, hingga pelatihan promosi produk.
Sejak 2023, sekitar 170 UMKM telah mengikuti program peningkatan keterampilan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha mereka.
Baca juga: Pengembangan Talenta Jadi Fondasi Keberlanjutan Usaha dan Daya Saing SDM Indonesia
Hutama Karya turut menggandeng pemerintah daerah (pemda) dalam penyediaan lokasi promosi dan penjualan produk khas daerah tanpa dikenakan biaya.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari pendekatan community development yang dijalankan perusahaan untuk mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah, khususnya di wilayah operasional JTTS.
Dari sisi permodalan, Hutama Karya berkolaborasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam penyaluran dukungan melalui program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK).
Melalui berbagai langkah tersebut, Hutama Karya berkomitmen memastikan program pemberdayaan UMKM terus berkelanjutan, memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan tol, serta mendorong pelaku usaha lokal agar semakin berkembang dan naik kelas.
Baca juga: Menkeu Purbaya Terapkan Cacah Ulang Balpres Ilegal untuk Pemberdayaan UMKM
Dengan demikian, tenant tidak hanya memperoleh biaya sewa yang lebih terjangkau, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh di pasar yang potensial.
“Hutama Karya akan terus memperkuat peran rest area sebagai ruang ekonomi produktif yang memberi manfaat bagi UMKM, pengguna jalan tol, dan masyarakat sekitar,” tegas Iwan.
Hutama Karya menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan di rest area JTTS, antara lain toilet bersih, masjid, area parkir luas, serta tempat duduk yang memadai.
Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Baca juga: 80 Titik Proyek Dapur MBG Hutama Karya di Penjuru Sumatera Kini Tuntas
Pengguna jalan diminta beristirahat di rest area apabila merasa lelah atau mengantuk, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Untuk mendapatkan informasi terkini terkait kondisi lalu lintas dan layanan jalan tol Hutama Karya, pengguna jalan dapat memantau media sosial resmi @HutamaKaryaTollroad atau mengakses aplikasi Mozy yang tersedia di App Store dan Play Store.