Dua Jalan, Satu Tujuan

Kompas.com - 30/12/2025, 13:24 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dulu, melintasi Pulau Sumatera adalah ujian kesabaran. Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang membentang sepanjang sekitar 2.400 kilometer (km) dari Lampung hingga Aceh dikenal berkelok, berbukit, dan memakan waktu lama.

Selain menjadi jalur logistik utama, kondisi jalan yang padat membuat Jalinsum rawan kemacetan dan kecelakaan. Perjalanan lintas provinsi pun kerap menguras tenaga dan waktu.

Kini, wajah perjalanan itu berubah. Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera ( JTTS) yang dibangun PT Hutama Karya (Persero) bukan sekadar menghadirkan hamparan aspal baru. Tol ini menjadi penghubung yang memendekkan jarak, mempercepat pertemuan, serta membuka ruang bagi cerita dan pengalaman baru.

Gambaran itu terpotret dari kisah Zahra dan Iman, dua relawan proyek sosial “ Jagat Literasi” yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Palembang

Meski memiliki titik awal dan tujuan yang sama, pilihan jalur yang mereka ambil menghadirkan pengalaman perjalanan yang sangat berbeda.

Baca juga: Hari Natal, Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar Catat Rekor Trafik Tertinggi JTTS

Duel efisiensi: tol vs non-tol

Zahra, seorang perempuan muda yang mengutamakan efisiensi waktu, memilih melintasi JTTS. Baginya, janji kecepatan bukan sekadar slogan.

Dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Palembang, ia hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar tujuh hingga delapan jam. Perjalanan terasa lancar, melewati belasan gerbang tol tanpa hambatan berarti.

“Tadi kita ngelewatin 16 pintu tol. Enggak kerasa. Ternyata kalau pakai tol Sumatera jadi lebih dekat,” ujar Zahra saat menceritakan pengalamannya, seperti dikutip dari reels Instagram Kompas.com, Jumat (26/12/2025).

Sebaliknya, Iman harus menempuh jalur non-tol. Kebutuhan logistik untuk menurunkan bantuan di sejumlah kota kecil membuatnya menghadapi jalan berlubang, antrean kendaraan besar, dan kemacetan panjang.

Baca juga: JTTS Sudah Beroperasi 791,85 Kilometer, Tekan Biaya Logistik

Akibatnya, Iman menghabiskan waktu hingga 12 jam di perjalanan—selisih sekitar empat jam dibandingkan Zahra.

“Lewat jalur non-tol itu rasanya enggak selesai-selesai. Banyak hambatan, bensin pun sampai harus isi empat kali karena mesin bekerja lebih keras di kemacetan. Benar-benar menguras energi,” ujar Iman dengan wajah lelah saat tiba di lokasi kegiatan.

Bukan hanya soal waktu

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dibangun PT Hutama Karya (Persero).DOK. Hutama Karya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dibangun PT Hutama Karya (Persero).

Efisiensi perjalanan bukan semata soal cepat sampai, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab dan profesionalisme. Hal ini terlihat dari perbedaan waktu kedatangan Zahra dan Iman.

Zahra, yang tiba lebih awal berkat jalur tol, harus menghadapi jadwal kegiatan yang mulai terganggu. Baginya, waktu bukan sekadar angka di jam tangan, melainkan komitmen terhadap rekan kerja dan masyarakat yang telah menunggu.

Baca juga: Tiga Ruas Fungsional JTTS Akan Dilengkapi Toilet Portabel hingga SPBU Modular

“Jadi kamu yang namanya Iman? Kok baru sampai sekarang? Aku kira kamu santai-santai di jalan sampai telat begini,” tegur Zahra dengan nada dingin saat Iman akhirnya tiba.

Keterlambatan tersebut membuat Zahra sempat meragukan keseriusan rekannya. 

Dalam kerja tim, satu orang yang terlambat dapat menghambat keseluruhan agenda. Pilihan jalur perjalanan pun berpengaruh langsung terhadap reputasi dan kepercayaan.

Hitung-hitungan waktu dan biaya

Jika dibedah secara teknis, perbedaan perjalanan keduanya cukup mencolok. Zahra mengeluarkan biaya sekitar Rp 500.000 untuk tarif tol, dengan frekuensi pengisian bahan bakar hanya dua kali.

Sementara itu, meski tidak membayar tol, Iman justru harus mengeluarkan biaya bahan bakar lebih besar karena harus mengisi bensin hingga empat kali. Waktu tempuh yang lebih lama dan kondisi jalan yang kurang baik membuat konsumsi bahan bakar meningkat.

Di sisi lain, Hutama Karya terus mengakselerasi pembangunan JTTS. Hingga November 2025, tol ini telah membentang sepanjang sekitar 1.235 km, menghubungkan Lampung hingga Aceh secara bertahap.

Baca juga: Hutama Karya Infrastruktur Percepat Perbaikan Akses Lembah Anai, Uji Coba Dibuka untuk Mobil

Sebelum adanya tol, perjalanan Lampung–Palembang bisa memakan waktu 10 hingga 12 jam. Kini, melalui JTTS, waktu tempuh dapat dipangkas menjadi sekitar 3,5 hingga 4 jam.

Ke depan, JTTS akan menghubungkan Lampung hingga Aceh melalui 24 ruas jalan dengan total panjang mencapai 2.704 km.

Bukan sekadar infrastruktur

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dibangun PT Hutama Karya (Persero).DOK. Hutama Karya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dibangun PT Hutama Karya (Persero).

Usai menyelesaikan kegiatan Jagat Literasi, Zahra dan Iman menutup perjalanan di bawah kemegahan Jembatan Ampera. 

Sambil menikmati suasana hangat Palembang dan mencicipi pempek di pasar tradisional, keduanya menyadari satu hal: kemudahan akses telah membuka lebih banyak ruang untuk cerita.

Kemarahan Zahra perlahan mencair setelah memahami beratnya medan yang ditempuh Iman melalui jalur lama. Sebaliknya, Iman menyadari bahwa efisiensi waktu adalah bagian penting dari profesionalisme.

Maybe next time aku akan lewat Tol Trans Sumatera aja deh. Biar lebih cepat, efisien, dan enggak telat lagi,” ujar Iman sambil tersenyum.

Baca juga: Hutama Karya Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif di Tol Trans-Sumatera

Kini, Sumatera memang terasa lebih dekat. Jalan yang dibangun Hutama Karya bukan sekadar infrastruktur, tetapi jembatan yang menghubungkan manusia, pekerjaan, dan komitmen. Jarak bukan lagi penghalang, asal memilih jalur yang tepat.

Simak kisah lengkap perjalanan Zahra dan Iman yang penuh drama dan pelajaran dalam potongan video berikut.

Terkini Lainnya
Percepat Penanganan Ruas Jalan Pascabencana Sumbar, HKI Uji Coba

Percepat Penanganan Ruas Jalan Pascabencana Sumbar, HKI Uji Coba "Open Traffic" di Akses Lembah Anai

Hutama Karya
HKI Bangun Tol Bogor–Serpong via Parung, Akses Cepat Penghubung Jabodetabek

HKI Bangun Tol Bogor–Serpong via Parung, Akses Cepat Penghubung Jabodetabek

Hutama Karya
Terapkan ESG di Programnya, HKI Raih Dua Penghargaan Platinum di Asian Impact Awards 2025

Terapkan ESG di Programnya, HKI Raih Dua Penghargaan Platinum di Asian Impact Awards 2025

Hutama Karya
HKI-Acset-NK Tuntaskan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II, Waktu Tempuh Lebih Singkat

HKI-Acset-NK Tuntaskan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II, Waktu Tempuh Lebih Singkat

Hutama Karya
Tingkatkan Empati di Lingkungan Perusahaan, HKI Ajak Karyawan Kunjungi Panti Sosial

Tingkatkan Empati di Lingkungan Perusahaan, HKI Ajak Karyawan Kunjungi Panti Sosial

Hutama Karya
Komitmen Terapkan ESG, HKI Berdayakan Perempuan Pasar Dongko lewat Pelatihan Keuangan

Komitmen Terapkan ESG, HKI Berdayakan Perempuan Pasar Dongko lewat Pelatihan Keuangan

Hutama Karya
HUT Ke-10, HKI Nyatakan Komitmennya Bangun Infrastruktur Berkelanjutan di Tanah Air

HUT Ke-10, HKI Nyatakan Komitmennya Bangun Infrastruktur Berkelanjutan di Tanah Air

Hutama Karya
HKI Percepat Pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Siap Dukung Arus Mudik Lebaran 2025

HKI Percepat Pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Siap Dukung Arus Mudik Lebaran 2025

Hutama Karya
Dukung Hari Gizi Nasional, PT Bhirawa Steel Gelar

Dukung Hari Gizi Nasional, PT Bhirawa Steel Gelar "Program Bingkisan Bergizi" Balita Stunting Desa Tandes Surabaya

Hutama Karya
Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar Perkuat Akses Antarprovinsi dan Pariwisata

Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar Perkuat Akses Antarprovinsi dan Pariwisata

Hutama Karya
Pembangunan Bendungan Way Apu Tetap Terkendali, meski Alami Overtopping Akibat Cuaca Ekstrem

Pembangunan Bendungan Way Apu Tetap Terkendali, meski Alami Overtopping Akibat Cuaca Ekstrem

Hutama Karya
Tanggapan Pengamat Kebijakan Publik terhadap Terbitnya Perpres Nomor 42 Tahun 2024

Tanggapan Pengamat Kebijakan Publik terhadap Terbitnya Perpres Nomor 42 Tahun 2024

Hutama Karya
Hingga November 2022, Anak Usaha Hutama Karya PT HKA Catatkan Pendapatan Rp 2,99 Triliun

Hingga November 2022, Anak Usaha Hutama Karya PT HKA Catatkan Pendapatan Rp 2,99 Triliun

Hutama Karya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com