Menara Turyapada Tahap I Rampung, Hutama Karya Dukung Telekomunikasi dan Pariwisata Bali Utara

Kompas.com - 11/11/2024, 18:46 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menyelesaikan tahap I pembangunan menara Turyapada di Buleleng, Bali, pada 8 Juli 2024. 

Proyek inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dengan nilai kontrak Rp 311,7 miliar itu rampung digarap selama 720 hari kalender melalui kerja sama operasi (KSO) antara Hutama Karya dan PT Yodya Karya (Persero) (KSO HK-YK), dengan porsi Hutama Karya sebesar 97,5 persen.  

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim mengatakan, Menara Turyapada berfungsi sebagai pemancar sinyal telekomunikasi.

Lebih dari itu, menara tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik, seperti Wahana Skywalk, Planetarium, Restoran Putar 360 derajat, dan jembatan kaca. 

Menara Turyaapada terletak pada ketinggian total 1.521 meter (m) di atas permukaan laut dengan tinggi bangunan 146 m. 

Dengan mengusung konsep “Loka Samasta Sakino  Bhawana”, Menara Turyapada memadukan arsitektur tradisional Bali dengan elemen teknologi modern sebagai simbol kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat Bali. 

Baca juga: Di KI 2024, Hutama Karya Pamerkan Portfolio dan Inovasi Infrastruktur Berteknologi Canggih

“Dalam pembangunannya, KSO HK-YK menggunakan teknologi BIM 5D yang tidak hanya mempermudah perencanaan dan deteksi benturan pada struktur dan arsitektur, tetapi juga memungkinkan pengelolaan aspek biaya dan waktu secara real-time,” jelasnya dalam siaran pers. 

Lebih lanjut, Adjib menjelaskan, berbeda dengan Building Information Modeling (BIM) biasa yang berfokus pada visualisasi 3D, BIM 5D menambahkan dimensi waktu dan biaya ke dalam model.

Dengan demikian, tim proyek dapat bekerja lebih efisien dan presisi serta memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga sepanjang proses pembangunan. 

“KSO HK-YK menerapkan standar keselamatan yang ketat selama proyek berlangsung untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan lancar dan bebas insiden,” jelasnya. 

Adjib mengatakan, penyelesaian tahap I menjadi bukti komitmen KSO HK-YK dalam memberikan proyek berkualitas tinggi dengan ketepatan mutu. 

Baca juga: Transformasi Teknologi, Hutama Karya Terapkan AI untuk Perencanaan Jalan Tol Trans Sumatera 

Dalam pelaksanaannya, proyek itu dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem, seperti angin kencang dan kabut tebal yang memengaruhi pekerjaan lifting

Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan prosedur keselamatan ketat, termasuk penghentian lifting saat jarak pandang terbatas akibat kabut dan penundaan pengangkatan beban lebar ketika angin kencang. 

Langkah-langkah itu memastikan pekerjaan berjalan  aman dan kualitas konstruksi tetap terjaga sesuai standar. 

Selain itu, proyek ini melibatkan 15 vendor lokal sebagai rekanan dengan total penyerapan 300 tenaga kerja lokal. 

Dukungan dari tenaga kerja dan vendor lokal itu tidak hanya memperlancar operasional, tetapi memberikan dampak positif bagi ekonomi warga dan bisnis di sekitar proyek. 

Dengan selesainya tahap I, Menara Turyapada diharapkan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat jaringan telekomunikasi dan mendukung pertumbuhan pariwisata di Bali. 

Baca juga: Optimalkan Kinerja Keuangan, Hutama Karya Raih 22 Penghargaan Selama 2024

Pada pembangunan tahap II, akan dilakukan penambahan fasilitas untuk meningkatkan daya tarik menara ini. 

“Kami berharap kehadiran Menara Turyapada akan memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan ekonomi lokal Bali serta memperkuat jaringan telekomunikasi di wilayah terpencil,” tuturnya. 

Mengutip Antaranews, Minggu (13/10/2024), Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya berharap, keberadaan Menara Turyapada mampu mengatasi masalah blank spot di Singaraja dan menjangkau wilayah lain di Bali yang belum terakses jaringan telekomunikasi dan siaran. 

“Semoga dalam waktu dekat masalah blank spot yang selama ini terjadi di Singaraja dapat teratasi dengan hadirnya Turyapada Tower dan nantinya juga menjangkau daerah-daerah lain yang belum terakses siaran di Bali,” ujarnya. 

Baca juga: Bos Hutama Karya Minta Pemerintah Tertibkan Truk ODOL, Rusak Jalan Tol

Terkini Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com