KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) kembali mencatatkan prestasi di dunia konstruksi dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia ( MURI) untuk dua kategori.
Dua kategori itu, yaitu Pekerjaan Antar Lantai Rumah Susun Tercepat dan Pekerjaan Dinding Fasad, Kolom, dan Tangga Terintegrasi Rumah Susun Tercepat.
Kedua rekor tersebut diraih dalam proyek Paket Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Rumah Susun ASN 2 di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, Hutama Karya juga mendapatkan penghargaan internasional sebagai Top Entry dan Grand Winner di ajang Autodesk ASEAN Innovation Awards 2024.
Penghargaan dari MURI diserahkan oleh Senior Manager MURI Triyono kepada Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi, yang didampingi Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Hutama Karya Nyoman Endi Mahendra, di lokasi proyek Rusun ASN 2 IKN, Rabu (11/9/2024).
Baca juga: Dukung PON XXI Aceh-Sumut, Hutama Karya Siagakan Jalan Tol Fungsional
Pada kesempatan tersebut, Hutama Karya juga menerima penghargaan 2 Million Safe Working Hours untuk proyek Rusun ASN 2 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Penghargaan ini diserahkan oleh Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Aswin Grandiarto Sukahar.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim menjelaskan bahwa pencapaian rekor tersebut didasarkan pada kecepatan dan kualitas proses konstruksi, khususnya dalam penyelesaian pekerjaan antar lantai dan integrasi struktur bangunan.
Dengan penerapan teknologi konstruksi, pengerjaan komponen antar lantai diselesaikan dalam waktu hanya empat hari, memecahkan rekor tercepat di Indonesia.
“Penghargaan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan proyek yang efisien, tetapi juga komitmen kami untuk memberikan hasil terbaik dengan mengedepankan keselamatan kerja,” kata Adjib dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (19/9/2024).
Di tingkat internasional, Hutama Karya juga meraih Better World Builder of the Year Award. Penghargaan ini diterima oleh Manager Building Information Modeling (BIM) Divisi Gedung Hutama Karya Robby Kurniawan, di Hilton Hotel, Kuala Lumpur, Senin (26/8/2024).
Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi yang diterapkan dalam proyek RS IKN yang dikerjakan melalui konsorsium Adhi-HK KSO.
Inovasi tersebut mendapat pengakuan internasional berkat penerapan BIM yang berfokus pada keberlanjutan dan efisiensi, dinilai oleh panel juri internasional.
Para juri tersebut, yakni BIM Director at Oriental Consultants Global Jose Lorenzo Afable, VP APAC and Japan Sales of Autodesk Haresh Khoobchandani, serta Managing Director of Autodesk for the ASEAN region Ivy Rayner.
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, Hutama Karya Bagikan Ribuan Merchandise kepada Pengguna Jalan Tol
Adjib mengatakan bahwa pencapaian tersebut menegaskan Hutama Karya sebagai pemenang terbaik mewakili Indonesia, berkompetisi dengan perwakilan dari Malaysia dan Vietnam, serta menjadi pengakuan penting di tingkat ASEAN untuk kontribusi perusahaan dalam teknologi konstruksi berbasis green construction.
Pada momen berikutnya, Hutama Karya berkesempatan menjadi Esteemed Speaker di ajang The Autodesk Design & Make Summit 2024, yang diwakili oleh tim BIM Divisi Gedung di Hilton Hotel, Kuala Lumpur, Selasa (27/8/2024).
Adapun tim tersebut, terdiri dari Manager BIM Divisi Gedung Hutama Karya Robby Kurniawan, Officer Digital Construction Salsabil Wahyu Widigda, dan BIM Coordinator untuk Proyek RS IKN Adam Rizky C.
Dalam presentasi tersebut, tim menjelaskan pentingnya BIM dalam meningkatkan interoperabilitas alat digital di industri konstruksi.
Melalui presentasi yang disampaikan, implementasi BIM tidak hanya mengoptimalkan biaya, mutu, dan waktu pelaksanaan proyek, tetapi juga mendukung pengelolaan risiko serta pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
“Melalui penghargaan dan partisipasi di ajang internasional ini, Hutama Karya berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan dampak positif bagi industri konstruksi serta masyarakat demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutur Adjib.