Jokowi Resmikan Proyek Garapan Hutama Karya Senilai Rp 233 Miliar

Kompas.com - 02/09/2024, 19:40 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek garapan PT Hutama Karya (Persero), yakni Gedung Pelayanan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah di Bali, Senin (2/9/2024).

Dalam sambutannya, Jokowi menyebut gedung baru RSUP Ngoerah setara dengan hotel bintang lima.

Ia menyoroti desain ruang tunggu dan furnitur yang berkualitas tinggi, serta peralatan medis yang modern dan serba digital.

“Bangunan yang megah ini telah menghabiskan anggaran Rp 233 miliar, dan dengan tambahan biaya alat kesehatan modern, jadi mahal mencapai Rp 241 miliar,” kata Jokowi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.  

Baca juga: Kemendikbud Usul Tambahan Anggaran Rp 26,4 Triliun, Ini Tujuannya

Meski menghabiskan anggaran cukup besar, lanjut dia, investasi tersebut sepadan untuk memastikan bahwa masyarakat, terutama ibu dan anak, mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik.

“Selain itu, masih ada tambahan dana sebesar Rp 28 miliar untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta menyediakan 326 unit tempat tidur untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” imbuh Jokowi.

Sebagai informasi, dalam peresmian tersebut, Jokowi didampingi oleh berbagai pejabat penting, termasuk Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Pj Gubernur Bali Mahendra Jaya, Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah I Wayan Sudana, dan Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi.

Baca juga: RSUD Kota Bogor Masih Kumpulkan Hasil Tes Kesehatan Cawalkot dan Wawalkot

Dukung peningkatan layanan kesehatan di Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim mengungkapkan bahwa proyek pembangunan rs tersebut adalah bagian dari komitmen Hutama Karya dalam meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di Bali dan Nusa Tenggara.

“RSUP Ngoerah ini mengembangkan salah satu dari tiga layanan unggulan kami, yaitu Layanan Ibu dan Anak. Kami berfokus pada optimalisasi kesehatan mental ibu dan anak, serta dilengkapi dengan peralatan medis canggih, termasuk ultrasonografi (USG) kehamilan yang terbaru di kelasnya,” jelasnya.

Adjib menambahkan bahwa proyek tersebut juga mendukung misi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mengatasi stunting pada bayi bawah lima tahun (balita).

Baca juga: 2 Balita di Palembang Dianiaya Pengasuh, Korban Digigit dan Dicakar bila Tak Tidur Siang

Setelah peresmian tersebut, ia mengungkapkan bahwa Hutama Karya akan melanjutkan pemeliharaan gedung selama 11 bulan ke depan.

RSUP Ngoerah, kata Adjib, juga akan melakukan penyempurnaan alat-alat kesehatan, termasuk untuk rawat inap, ruang operasi, neonatal intensive care unit (NICU), dan pediatric intensive care unit (PICU).

“Rumah sakit ini juga akan dilengkapi dengan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK), yang menawarkan penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal yang jarang tersedia di rs lain,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Adjib, fasilitas bayi tabung dan prinsip Sidik untuk deteksi kelainan janin secara komprehensif dengan alat ekokardiografi juga akan tersedia di rs tersebut.

Baca juga: Olahraga Kardio Bisa Menurunkan Berat Badan dengan Cepat, Bagaimana Caranya?

Terapkan teknologi konstruksi BIM 

Dalam kesempatan tersebut, Adjib menjelaskan bahwa proyek pembangunan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah mencakup gedung seluas 21.342 meter persegi (m²) yang terdiri dari lima lantai dan satu basement. 

“Lingkup pekerjaan mencakup struktur, arsitektur, penataan kawasan, serta mechanical electrical plumbing (MEP),” jelasnya. 

Proyek yang dimulai pada Jumat (28/10/2022) itu berhasil diselesaikan tepat waktu pada Minggu (28/6/2024) tanpa kecelakaan kerja, dengan menjaga kualitas yang tinggi.

Baca juga: Pembelaan Bagnaia soal Kecelakaan dengan Alex Marquez di Aragon

Dalam proses pembangunan, Hutama Karya memanfaatkan teknologi konstruksi building information modeling (BIM) yang memungkinkan pembuatan model 3D bangunan sesuai rencana, perhitungan volume material secara cepat, dan visualisasi progres proyek dalam tiga dimensi.

Teknologi tersebut juga mendukung percepatan penyusunan jadwal dan realisasi pekerjaan. Pengendalian keselamatan konstruksi dilakukan melalui pemenuhan rencana health, safety, security and environment (QHSSE) serta pelaporan berkala, sementara kualitas pekerjaan dijaga melalui pengujian material dan site test yang intensif.

“Hutama Karya melibatkan tenaga kerja lokal dalam proyek ini, mulai dari tukang batu hingga tenaga ahli kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan engineering staff. Desain rs mengadopsi arsitektur Bali, termasuk penggunaan batu paras Jogja, terracotta, dan bata press untuk fasad, serta celedu dan murda untuk atap,” ujar Adjib.

Baca juga: Ini Makna Arsitektur Istana yang Bakal Ditempati Gibran di IKN

Dengan diresmikannya layanan baru, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah diharapkan akan menjadi pusat rujukan utama untuk pelayanan ibu dan anak di Bali dan Nusa Tenggara.

Proyek tersebut dirancang untuk memenuhi tingginya kebutuhan layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah yang masih kekurangan fasilitas khusus dalam bidang ini.

Terkini Lainnya
Percepat Penanganan Ruas Jalan Pascabencana Sumbar, HKI Uji Coba

Percepat Penanganan Ruas Jalan Pascabencana Sumbar, HKI Uji Coba "Open Traffic" di Akses Lembah Anai

Hutama Karya
HKI Bangun Tol Bogor–Serpong via Parung, Akses Cepat Penghubung Jabodetabek

HKI Bangun Tol Bogor–Serpong via Parung, Akses Cepat Penghubung Jabodetabek

Hutama Karya
Terapkan ESG di Programnya, HKI Raih Dua Penghargaan Platinum di Asian Impact Awards 2025

Terapkan ESG di Programnya, HKI Raih Dua Penghargaan Platinum di Asian Impact Awards 2025

Hutama Karya
HKI-Acset-NK Tuntaskan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II, Waktu Tempuh Lebih Singkat

HKI-Acset-NK Tuntaskan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II, Waktu Tempuh Lebih Singkat

Hutama Karya
Tingkatkan Empati di Lingkungan Perusahaan, HKI Ajak Karyawan Kunjungi Panti Sosial

Tingkatkan Empati di Lingkungan Perusahaan, HKI Ajak Karyawan Kunjungi Panti Sosial

Hutama Karya
Komitmen Terapkan ESG, HKI Berdayakan Perempuan Pasar Dongko lewat Pelatihan Keuangan

Komitmen Terapkan ESG, HKI Berdayakan Perempuan Pasar Dongko lewat Pelatihan Keuangan

Hutama Karya
HUT Ke-10, HKI Nyatakan Komitmennya Bangun Infrastruktur Berkelanjutan di Tanah Air

HUT Ke-10, HKI Nyatakan Komitmennya Bangun Infrastruktur Berkelanjutan di Tanah Air

Hutama Karya
HKI Percepat Pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Siap Dukung Arus Mudik Lebaran 2025

HKI Percepat Pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Siap Dukung Arus Mudik Lebaran 2025

Hutama Karya
Dukung Hari Gizi Nasional, PT Bhirawa Steel Gelar

Dukung Hari Gizi Nasional, PT Bhirawa Steel Gelar "Program Bingkisan Bergizi" Balita Stunting Desa Tandes Surabaya

Hutama Karya
Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar Perkuat Akses Antarprovinsi dan Pariwisata

Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar Perkuat Akses Antarprovinsi dan Pariwisata

Hutama Karya
Pembangunan Bendungan Way Apu Tetap Terkendali, meski Alami Overtopping Akibat Cuaca Ekstrem

Pembangunan Bendungan Way Apu Tetap Terkendali, meski Alami Overtopping Akibat Cuaca Ekstrem

Hutama Karya
Tanggapan Pengamat Kebijakan Publik terhadap Terbitnya Perpres Nomor 42 Tahun 2024

Tanggapan Pengamat Kebijakan Publik terhadap Terbitnya Perpres Nomor 42 Tahun 2024

Hutama Karya
Hingga November 2022, Anak Usaha Hutama Karya PT HKA Catatkan Pendapatan Rp 2,99 Triliun

Hingga November 2022, Anak Usaha Hutama Karya PT HKA Catatkan Pendapatan Rp 2,99 Triliun

Hutama Karya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com