Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Kompas.com - 14/06/2026, 20:46 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan meninjau sejumlah fasilitas operasional Pertamina di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Jumat, 12 Juni 2026, untuk memastikan keandalan pasokan energi dan kelancaran distribusi BBM di wilayah tersebut.

Kunjungan kerja yang merupakan bagian dari rangkaian agenda di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara itu dilakukan di sejumlah titik strategis, mulai dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari, hingga Integrated Terminal (IT) Tenau sebagai pusat distribusi energi di wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.

Di SPBU Timor Raya Oesapa, Kupang, Iriawan meninjau kesiapan fasilitas pelayanan sekaligus berdialog dengan masyarakat untuk mendengar langsung masukan terkait ketersediaan dan pelayanan BBM.

Kunjungan dilanjutkan ke AFT El Tari untuk memastikan keandalan pasokan avtur yang menjadi penopang aktivitas transportasi udara di NTT.

Menurut Iriawan, kelancaran distribusi energi, termasuk bahan bakar penerbangan, memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Agenda peninjauan ditutup dengan Management Walkthrough (MWT) di Integrated Terminal Tenau.

Di terminal yang beroperasi sejak 1968 itu, Iriawan memeriksa kesiapan infrastruktur penerimaan, penyimpanan dan distribusi energi, mulai dari pusat kendali operasi, tangki timbun, hingga fasilitas dermaga bongkar muat BBM dan LPG.

Iriawan menegaskan pentingnya menjaga ketahanan energi melalui pasokan dan distribusi yang andal. Menurutnya, setiap potensi gangguan distribusi harus diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak pada ketersediaan energi di masyarakat.

“Kelancaran pasokan menjadi faktor utama dalam menjaga pelayanan energi kepada masyarakat. Karena itu, seluruh rantai distribusi harus berjalan optimal agar tidak terjadi gangguan di tingkat lembaga penyalur,” ujar Iriawan.

Ia mengingatkan, keterlambatan pasokan dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan BBM dan LPG baik di SPBU maupun lembaga penyalur lainnya, yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain aspek pasokan, Iriawan juga menekankan pentingnya penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam kegiatan operasional.

Ia meminta seluruh pekerja mematuhi Corporate Life Saving Rules (CLSR) dan membangun budaya saling mengingatkan terhadap potensi tindakan maupun kondisi tidak aman di lingkungan kerja.

“Keselamatan harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Seluruh pekerja harus berani mengingatkan apabila menemukan tindakan atau kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko,” jelas Iriawan.

Sementara itu, di tempat terpisah Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa Integrated Terminal Tenau memiliki peran strategis sebagai simpul utama distribusi energi di kawasan Nusa Tenggara Timur, termasuk wilayah kepulauan dan perbatasan negara.

Saat ini IT Tenau melayani penyaluran BBM ke 29 SPBU reguler, 16 penyalur BBM Satu Harga, 16 Pertashop, dan satu SPBU Nelayan. Operasional tersebut didukung kapasitas penyimpanan BBM mencapai 33,5 ribu kiloliter serta dua tangki LPG spherical dengan kapasitas masing-masing 500 metrik ton.

Integrated Terminal Tenau merupakan salah satu infrastruktur energi strategis Pertamina yang tidak hanya memastikan pasokan energi bagi masyarakat di berbagai wilayah NTT, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, konektivitas antarpulau, sektor perikanan, pariwisata, hingga kawasan perbatasan negara," ungkap Baron.

"Keandalan operasional terminal ini menjadi bagian penting dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional dan menghadirkan akses energi yang merata hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal),” lanjutnya.

Baca juga: Ini Penjelasan Pertamina soal Harga Asli Pertalite Rp 18.040 Lebih Mahal dari Pertamax

Ia menambahkan, sebagai salah satu fuel terminal utama di Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), IT Tenau menopang distribusi energi ke Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, hingga mendukung kebutuhan energi di wilayah Timor Leste.

Terkini Lainnya
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Pertamina
Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

Pertamina
Perluas Pemanfaatan PLTS di Kapal Pengangkut Minyak, Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun

Perluas Pemanfaatan PLTS di Kapal Pengangkut Minyak, Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun

Pertamina
Perkuat Sinergi Maritim, Kilang Pertamina Balikpapan dan Pertamina Trans Kontinental Jalin Kerja Sama Pengelolaan Infrastruktur

Perkuat Sinergi Maritim, Kilang Pertamina Balikpapan dan Pertamina Trans Kontinental Jalin Kerja Sama Pengelolaan Infrastruktur

Pertamina
PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal dan Terus Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal dan Terus Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

Pertamina
Perkuat Ketahanan Energi, Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis

Perkuat Ketahanan Energi, Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis

Pertamina
Pertamina dan SLB Perkuat Kolaborasi dalam Teknologi Hulu dan Solusi Rendah Karbon

Pertamina dan SLB Perkuat Kolaborasi dalam Teknologi Hulu dan Solusi Rendah Karbon

Pertamina
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Pertamina
Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina
Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Pertamina
Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Pertamina
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Pertamina
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Pertamina
Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Pertamina
Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com