KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim terus memperkuat komitmen dalam mendukung kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui bantuan pengembangan program masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH) di area penyangga konservasi Pulau Waigeo Timur, Kampung Waifoi, Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada Sabtu (25/4/2026).
Program tersebut berfokus pada pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, salah satunya melalui pembangunan homestay yang dikelola langsung oleh warga.
Inisiatif itu dinilai mampu mengoptimalkan potensi alam Raja Ampat tanpa mengabaikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.
Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik S Deyang mengapresiasi potensi alam Kampung Waifoi yang masih terjaga.
Baca juga: Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Sukses Digelar, Dukung Motorsport dan Pembalap Muda Indonesia
Menurutnya, program corporate social responsibility (CSR) Pertamina di wilayah tersebut menjadi contoh pengembangan ekonomi masyarakat yang selaras dengan karakter alam setempat.
“Ini luar biasa, karena program sosialnya benar-benar disesuaikan dengan alam. Menitikberatkan pada pengelolaan homestay oleh masyarakat dan menjadi milik masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (29/4/2026).
Nanik menambahkan, keberadaan homestay dengan delapan kamar dan tarif sekitar Rp 550.000 per malam dapat menjadi tambahan penghasilan kelompok masyarakat pengelola.
Pendapatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan warga, termasuk pendidikan anak-anak setempat.
“Ini contoh CSR yang tepat sasaran. Memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya,” jelas Nanik.
Baca juga: Ketahanan Stok BBM Papua Tembus 20 Hari, Komisaris Pertamina Jamin Pasokan Energi Aman Terkendali
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan Saupon Adventure Village Zakaria menjelaskan, keterlibatan Pertamina di kampung tersebut berawal dari rekomendasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat.
Melalui program itu, Pertamina memberikan dukungan berupa pembangunan homestay, dapur, serta fasilitas pendukung seperti mesin tempel kapal dan mesin diesel.
“Pertamina membantu kami melalui pembangunan homestay, dapur, serta fasilitas lain. Sejak mulai berkembang pada 2018, homestay ini terus berjalan hingga sekarang,” jelas Zakaria.
Dia menilai, program tersebut memberi dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan fasilitas, akses transportasi, dan sumber penghasilan warga.
Selain itu, masyarakat juga semakin terdorong untuk menjaga lingkungan, termasuk mangrove dan kawasan hutan.
Baca juga: Laba Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Tembus 137 Juta Dollar AS, Sinyal Positif Energi Panas Bumi
“Sebagian besar penghasilan masyarakat sekarang bergantung pada homestay ini. Kami juga semakin sadar untuk menjaga lingkungan, seperti mangrove dan hutan agar tetap lestari,” ujarnya.
Zakaria berharap, program tersebut tetap dikelola secara mandiri oleh masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung warga.
Vice President CSR and SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto mengatakan, bantuan pemberdayaan masyarakat di sektor wisata juga menjadi upaya menjaga pelestarian alam.
“Kami merencanakan program ini dengan tetap mempertahankan kearifan lokal agar potensi alam dapat dinikmati wisatawan tanpa mengganggu kehidupan dan tradisi yang sudah ada,” jelasnya.
Selain mendukung pengembangan ekowisata, Pertamina juga menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat Kampung Klayas serta tas sekolah bagi anak-anak di sekitar wilayah operasi Kilang Kasim.
Baca juga: Tak Pakai Tebu, Pertamina Akan Kembangkan Bioetanol dari Sorgum
Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program CSR tersebut, Pertamina berharap, potensi alam Raja Ampat dapat terus dikelola secara berkelanjutan sehingga tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga sumber ekonomi inklusif bagi masyarakat lokal.
Pertamina, sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan danantaraindonesia.co.id.
Baca juga: Sediakan Kredit Karbon, Pertamina NRE Dukung Kampanye IDXCarbon Aku Net-Zero Hero