KOMPAS.com — Momentum Ramadhan membawa berkah bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) binaan PT Pertamina (Persero). Dalam ajang SMEXPO Ramadan 2026 yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, pada 2–6 Maret 2026, sejumlah UMKM binaan Pertamina mencatat peningkatan penjualan signifikan, bahkan hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Ajang tersebut menghadirkan sekitar 20 UMKM binaan Pertamina dengan beragam produk unggulan, mulai dari fesyen, kerajinan, hingga makanan dan minuman yang relevan dengan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan.
Vice President Corporate Social Responsibility & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto mengatakan bahwa SMEXPO menjadi salah satu upaya Pertamina untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM binaan.
“Melalui SMEXPO Ramadan ini, Pertamina ingin memberikan ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat sekaligus meningkatkan penjualan, khususnya pada momentum Ramadhan yang biasanya diikuti dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat,” ujar Rudi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Rudi, kehadiran SMEXPO tidak hanya membantu promosi produk UMKM, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan yang pada akhirnya berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat.
“Ketika UMKM mengalami peningkatan penjualan, dampaknya juga dirasakan oleh para pekerja dan keluarga mereka. Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Pertamina sendiri menjalankan pembinaan UMKM secara terintegrasi melalui Pertamina UMK Academy. Program ini memberikan berbagai pelatihan, mulai dari manajemen bisnis, pengelolaan keuangan, penentuan harga produk, hingga strategi pemasaran digital.
Selain itu, Pertamina juga memfasilitasi UMKM untuk memperoleh berbagai sertifikasi produk, seperti sertifikasi halal, izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga standar internasional seperti HACCP dan GACC guna meningkatkan daya saing produk, baik di pasar nasional maupun global.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menghadirkan energi kebaikan bagi masyarakat.
“SMEXPO menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan UMKM dengan pelanggan sehingga mereka dapat berkembang, naik kelas, dan semakin berdaya saing,” ujar Baron.
Ia menambahkan, Pertamina terus mendorong agar UMKM binaan mampu memperluas jangkauan pasar, termasuk melalui pemanfaatan platform digital dan peluang ekspor.
“Melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan, Pertamina berharap UMKM binaan dapat tumbuh lebih kuat dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia,” tambahnya.
Pengunjung melihat produk olahan daging beku dari UMKM binaan Pertamina, Meat Story, dalam ajang SMEXPO Ramadan 2026 di Grha Pertamina, JakartaSalah satu UMKM binaan yang merasakan dampak positif ajang ini adalah Meat Story, produsen olahan daging beku seperti bakso dan sosis home-made.
Pemilik Meat Story, Hilda, mengatakan bahwa penjualan produknya meningkat signifikan selama Ramadhan.
“Selama Ramadhan biasanya ada peningkatan penjualan hingga sekitar 50 persen, bahkan bisa mendekati dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Kehadiran bazar seperti SMEXPO ini sangat membantu meningkatkan penjualan kami,” ujar Hilda.
Usaha yang berbasis di Keranggan, Cibubur, itu mulai bergabung sebagai Mitra Binaan Pertamina sejak 2024. Sejak saat itu, Meat Story telah mendapatkan berbagai dukungan, mulai dari pendampingan bisnis hingga hibah peralatan produksi.
“Sejak menjadi Mitra Binaan Pertamina, kami mendapatkan banyak pendampingan, mulai dari manajemen bisnis, perluasan relasi, hingga dukungan peralatan, seperti vacuum chamber untuk pengemasan produk,” jelas Hilda.
Selain Meat Story, produsen mukena Shokha juga merasakan dampak positif dari pembinaan Pertamina.
Dengan kapasitas produksi hingga 1.000 mukena per bulan dan pemasaran di berbagai kota, seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar, Shokha mencatat peningkatan penjualan sekitar 20 persen setelah menjadi mitra binaan Pertamina.
“Selain peningkatan penjualan, kami juga mendapatkan berbagai pelatihan offline dan online yang membantu meningkatkan kemampuan kami dalam mengelola usaha,” ujar Shofiya.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut disebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi, serta berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.