Kronologi Jatuhnya Pesawat Charter Pelita Air di Nunukan

Kompas.com - 20/02/2026, 10:07 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Pelita Air Service (PAS) menyampaikan kronologi penerbangan charter armada Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA yang jatuh di Nunukan, Kalimantan Utara (Kalut), Kamis (19/2/2026).

Pesawat tersebut menjalankan misi rutin distribusi program bahan bakar minyak (BBM) Satu Harga di wilayah Kalut.

PK-PAA lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara Long Bawan dengan membawa muatan BBM.

Pesawat terbang pukul 10.22 WITA dan mendarat dengan baik di Long Bawan pada pukul 11.24 WITA.

Setibanya di Long Bawan, petugas darat segera melakukan pembongkaran muatan. Pesawat kemudian bersiap kembali ke Tarakan dalam kondisi tanpa muatan pada pukul 12.10 WITA.

Baca juga: Detik-detik Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan, Sinyal Darurat Muncul Usai Hilang Kontak

Pada pukul 12.30 WITA, kantor pusat PT Pelita Air Service di Jakarta menerima informasi awal bahwa pesawat PK-PAA diduga jatuh tidak jauh dari Bandara Long Bawan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Pelita Air segera berkoordinasi dengan Lanud Tarakan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta masyarakat setempat untuk memastikan kondisi pilot dan pesawat.

Setelah pencarian intensif, lokasi pesawat ditemukan pada pukul 13.25 WITA. Pilot dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 14.33 WITA. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pratama Long Bawan dan tiba pukul 15.20 WITA.

Jenazah direncanakan dievakuasi menuju Tarakan pada Jumat (20/2/2026) pukul 09.50 WITA, sebelum diterbangkan ke Jakarta pada kesempatan pertama untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga: Sederet Fakta Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan, dari Dugaan Penyabab hingga Pilot Meninggal

PT Pelita Air Service bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan memberangkatkan tim gabungan ke Long Bawan pada 20 Februari 2026 guna memulai investigasi penyebab kecelakaan.

Sebagai informasi, pesawat yang digunakan merupakan tipe Air Tractor AT-802 produksi tahun 2013.

Pesawat tersebut dalam kondisi laik terbang dan telah menjalani perawatan rutin terakhir pada 15 Februari 2026.

 

Penerbangan diawaki satu orang pilot, yakni Captain Hendrick Lodewyck Adam (54), yang bergabung dengan PT Pelita Air Service sejak Juli 2021 dengan total pengalaman terbang lebih dari 8.000 jam.

Manajemen PT Pelita Air Service menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya pilot yang bertugas.

Baca juga: Sosok Pilot Pelita Air yang Meninggal Usai Pesawat Jatuh di Nunukan, Punya Ribuan Jam Terbang

Perusahaan memastikan akan memenuhi seluruh hak dan santunan kepada keluarga almarhum serta memberikan pendampingan selama masa duka.

Pelita Air juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan KNKT, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta pihak terkait lainnya untuk memastikan proses investigasi berjalan transparan dan komprehensif.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan operasional seluruh penerbangan PT Pelita Air Service.

Terkini Lainnya
Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina
Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Pertamina
Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Pertamina
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Pertamina
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Pertamina
Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Pertamina
Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Pertamina
Pertamina dan ERIA Jalin Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi

Pertamina dan ERIA Jalin Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi

Pertamina
Pertamina Dorong Kontribusi Perempuan di Industri Energi

Pertamina Dorong Kontribusi Perempuan di Industri Energi

Pertamina
Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 

Pertamina
Harkitnas 2026 Jadi Momentum Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

Harkitnas 2026 Jadi Momentum Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

Pertamina
Resmi Dibuka, Pertamina Goes to Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Resmi Dibuka, Pertamina Goes to Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Pertamina
Di Hadapan Mahasiswa, Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi

Di Hadapan Mahasiswa, Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi

Pertamina
Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Pertamina
Gelar Energy AdSport Challenge di ITB, Pertamina Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa

Gelar Energy AdSport Challenge di ITB, Pertamina Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com