KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) kerja sama pemulihan lapangan minyak (oilfield recovery) dengan PT Halliburton Indonesia.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan President Director Halliburton Ankush Balla, serta disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, Rabu (18/2/2026).
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari 11 nota kesepahaman investasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia bersama pelaku usaha dalam ajang Indonesia–US Business Summit yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C, Amerika Serikat (AS), Kamis (19/2/2026).
Kerja sama itu menjadi langkah konkret penguatan kolaborasi strategis Indonesia dan AS, khususnya di sektor energi.
Baca juga: Board of Council Indonesia-AS, Mendag: Sengketa Tak Langsung ke WTO
Pada momentum US-Indonesia Exclusive Business Roundtable, Presiden Prabowo menyampaikan optimismenya terhadap masa depan hubungan Indonesia dan AS.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa dalam kunjungannya kali ini, Pemerintah Indonesia membawa agenda strategis, termasuk penyelesaian perjanjian dagang besar antara kedua negara.
“Saya juga berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara. Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/2/2026).
Presiden Prabowo berharap, perjanjian dagang ini dapat menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi Indonesia–AS.
Baca juga: Perjanjian Dagang RI-AS, Ekspor Mineral Kritis Dilonggarkan
Pasalnya, berbagai kesepakatan penting telah ditandatangani, baik antara institusi pemerintah maupun pelaku usaha kedua negara, termasuk tindak lanjut atas isu keseimbangan perdagangan.
“Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara AS dan Indonesia,” ungkap Presiden Prabowo.
Senada dengan hal tersebut, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa kerja sama dengan Halliburton merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri.
“Oilfield recovery diharapkan dapat membantu Pertamina dalam memaksimalkan produksi minyak nasional, khususnya di lapangan-lapangan migas dalam negeri yang telah mengalami penurunan produksi secara alami atau natural decline,” jelasnya.
Baca juga: Dongkrak Produksi Migas, Pertamina EP Pangkalan Susu Bor Sumur Baru
Simon menambahkan, kolaborasi Pertamina dan Halliburton tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga transfer teknologi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), serta penerapan praktik operasi berstandar global.
Menurutnya, sinergi dengan mitra bereputasi internasional akan mempercepat implementasi teknologi enhanced oil recovery (EOR) serta solusi pengeboran yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan Pertamina untuk menjaga keberlanjutan produksi hulu, meningkatkan lifting nasional, serta memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan industri,” tegas Simon.
Dengan dukungan teknologi dan pengalaman global, lanjut dia, Pertamina optimistis lapangan-lapangan mature dapat kembali memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional.
Baca juga: Produksi Migas Naik, Kinerja Keuangan PEP Zona 4 Tetap Solid
Melalui kesepakatan ini, Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional, sekaligus memperluas kemitraan strategis internasional yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.