Perkuat Hilirisasi Petrokimia Nasional, Polytama Andalkan Bahan Baku Kilang Pertamina

Kompas.com - 01/02/2026, 13:40 WIB
Tsabita Naja,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pertamina Group mewujudkan komitmennya dalam memperkuat hilirisasi petrokimia nasional melalui sinergi perusahaan afiliasi PT Pertamina (Persero), PT Polytama Propindo (Polytama).

Polytama mengandalkan pasokan propilena dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) VI Balongan sebagai bahan baku untuk memproduksi polipropilena bernilai tambah bagi industri dalam negeri.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengungkapkan bahwa kilang- kilang Pertamina tidak hanya memproduksi bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga produk intermediari yang menjadi bahan baku industri petrokimia nasional.

Peran tersebut sejalan dengan upaya Pertamina dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya energi serta memperkuat ketahanan industri dalam negeri.

Baca juga: Ketahanan Industri Digital Masuki Fase Baru, Pengamat: Efisiensi Jadi Kunci

"Eksistensi Pertamina melalui Polytama menjadi bukti peran Pertamina dalam mendorong hilirisasi minyak dan gas (migas)," ujar Baron dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (1/2/2026).

Senada dengan Baron, Direktur PT Polytama Propindo Dwinanto Kurniawan menegaskan bahwa Polytama merupakan bagian integral dari ekosistem Pertamina Group yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Polytama tidak berdiri sendiri. Kami merupakan bagian dari sistem industri nasional yang menghubungkan sektor hulu dan hilir, mulai dari kilang hingga industri manufaktur. Integrasi ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan industri petrokimia Indonesia,” tegasnya.

Dwinanto menjelaskan tahapan produksi polipropilena yang dimulai dengan memasok bahan baku propilena dari Kilang Pertamina RU VI Balongan melalui jaringan pipa sepanjang 4 kilometer (km). Rata-rata pasokan dari Kilang Balongan ini mencapai 250.000 ton per tahun.

Baca juga: Dari Kilang Balongan, Pertamina Pastikan Kualitas BBM Sesuai RON

Selanjutnya, bahan baku tersebut diolah menggunakan teknologi Spheripol dari LyondellBasell untuk menghasilkan produk polipropilena berkualitas.

Produk polipropilena Polytama kemudian dipasarkan dalam berbagai jenis (grade) untuk memenuhi kebutuhan sektor kemasan, peralatan rumah tangga, industri kesehatan, hingga ritel.

Untuk diketahui, polipropilena umumnya digunakan oleh berbagai industri untuk membuat olahan plastik, seperti alat rumah tangga atau alat makan plastik serta serat fiber untuk membuat benang. 

Saat ini, kapasitas produksi maksimal Polytama mencapai 300.000 ton per tahun dan direncanakan meningkat menjadi 600.000 ton per tahun melalui pengembangan fasilitas baru dengan dukungan pasokan bahan baku dari kilang-kilang Pertamina di seluruh Indonesia. 

Baca juga: Kilang Pertamina Internasional dan Polytama Perkuat Sinergi Hulu-Hilir Petrokimia Berbasis Ekonomi Hijau

“Pemanfaatan polipropilena dari kilang Pertamina ini berperan strategis dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku petrokimia, serta memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional. Ini sekaligus memperkuat nilai tambah sumber daya dalam negeri,” kata Baron.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, serta keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina melalui koordinasi dengan Danantara Indonesia.

Terkini Lainnya
Pertamina Trans Kontinental Goes to Campus, Dukung Kualitas Talenta Maritim Indonesia

Pertamina Trans Kontinental Goes to Campus, Dukung Kualitas Talenta Maritim Indonesia

Pertamina
Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat

Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat

Pertamina
Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp 116 Triliun

Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp 116 Triliun

Pertamina
Dari Cilacap, Presiden Prabowo Tegaskan SDA Indonesia Harus Dinikmati Rakyat

Dari Cilacap, Presiden Prabowo Tegaskan SDA Indonesia Harus Dinikmati Rakyat

Pertamina
Presiden Prabowo: Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

Presiden Prabowo: Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

Pertamina
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Pertamina
Program CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Program CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Pertamina
Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Sukses Digelar, Dukung Motorsport dan Pembalap Muda Indonesia

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Sukses Digelar, Dukung Motorsport dan Pembalap Muda Indonesia

Pertamina
Sediakan Kredit Karbon, Pertamina NRE Dukung Kampanye IDXCarbon

Sediakan Kredit Karbon, Pertamina NRE Dukung Kampanye IDXCarbon "Aku Net-Zero Hero"

Pertamina
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Dukungan Pertamina dan Keseriusan Pemain

Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Dukungan Pertamina dan Keseriusan Pemain

Pertamina
Ketahanan Stok BBM Papua Tembus 20 Hari, Komisaris Pertamina Jamin Pasokan Energi Aman Terkendali

Ketahanan Stok BBM Papua Tembus 20 Hari, Komisaris Pertamina Jamin Pasokan Energi Aman Terkendali

Pertamina
Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118.000 Paket Sembako

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118.000 Paket Sembako

Pertamina
Perluas Akses Layanan Kesehatan Perempuan, Pertamina Serahkan 1 Mobil Mamografi kepada YKPI

Perluas Akses Layanan Kesehatan Perempuan, Pertamina Serahkan 1 Mobil Mamografi kepada YKPI

Pertamina
Kurangi Impor BBM, Proyek Bioetanol Lampung Siap Jadi Senjata Baru Energi RI

Kurangi Impor BBM, Proyek Bioetanol Lampung Siap Jadi Senjata Baru Energi RI

Pertamina
Utamakan Keselamatan di Tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi 19 Pekerja dari Basra dan Dubai

Utamakan Keselamatan di Tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi 19 Pekerja dari Basra dan Dubai

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com