Beralih ke Gas Pertamina, RSUP Hasan Sadikin Bandung Hemat Rp 3 Miliar Per Tahun

Kompas.com - 08/08/2025, 19:43 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia.

Salah satu wujud nyata dari upaya itu adalah pemanfaatan energi gas di sektor kesehatan, seperti yang telah diterapkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin Bandung.

Rumah sakit rujukan utama di Jawa Barat (Jabar) tersebut kini menggunakan gas sebagai sumber energi untuk berbagai kebutuhan operasional. 

Langkah tersebut tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga mengurangi emisi karbon dan meningkatkan keselamatan lingkungan sekitar.

Dengan beralih dari bahan bakar minyak ke gas, RSUP Hasan Sadikin mampu mengurangi ketergantungan energi fosil sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya operasional jangka panjang.

Selain itu, penggunaan gas juga memberikan dampak positif terhadap kualitas udara di lingkungan rumah sakit, yang sangat penting bagi kesehatan pasien dan tenaga medis.

Baca juga: Sumur Rakyat di Sumsel Berpotensi Segera Teken Kontrak dengan Pertamina

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengapresiasi langkah strategis RSUP Hasan Sadikin tersebut.

“Terima kasih sudah beralih dari solar ke gas,” ungkapnya saat berkunjung ke RSUP Hasan Sadikin, Rabu 6 Agustus 2025. 

Menurut Iriawan, inisiatif itu menunjukkan komitmen rumah sakit terhadap penggunaan energi ramah lingkungan guna mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Ia juga mengajak rumah sakit lain di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun pemerintah daerah untuk mengikuti langkah RSUP Hasan Sadikin dalam beralih ke energi bersih.

“Saya berharap, RS di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau yang bernaung di bawah provinsi bisa diedukasi bahwa ada gas sekarang yang akan bisa menggantikan energi yang lama ini,” katanya dalam siaran pers, Jumat (8/8/2025).

Baca juga: Dukung Inovasi Pendidikan Tinggi Indonesia, Pertamina Bangun Gedung Riset di ITB

Ramah lingkungan dan hemat

Pada kesempatan itu, Direktur Utama RSUP Hasan Sadikin, Rachim Dinata Marsidi menjelaskan alasan pihaknya beralih menggunakan gas yang disuplai langsung oleh Pertamina.

Menurutnya, RSUP Hasan Sadikin membutuhkan sumber energi yang ramah lingkungan, andal, efisien, dan mendukung operasional 24 jam.

Gas yang digunakan berasal dari produk gaslink milik PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN), subholding gas Pertamina, yang dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional dapur dan boiler rumah sakit.

Boiler untuk ICU, untuk pelayanan pasien kami memerlukan boiler dan nanti insyaallah akan diganti gas ini,” jelas Rachim.

Dia menambahkan, penggunaan gas dari Pertamina dapat menghemat biaya operasional rumah sakit hingga Rp 3 miliar per tahun.

Baca juga: Warga Antusias Donor Darah Bareng Pertamina di Luwu, Stok Darah PMI Terselamatkan

Menurut Rachim, efisiensi tersebut bisa dialihkan untuk pengadaan alat kesehatan yang sangat dibutuhkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami menghitung-hitung, ternyata kalau pakai solar, kami bisa habis Rp 8 miliar, per tahun. Sekarang kalau pakai gas, kami habis Rp 5 miliar,” sebutnya. 

Dengan selisih Rp 3 miliar itu, kata Rachim, rumah sakit dapat membeli setidaknya 10 unit ventilator untuk mendukung layanan medis.

Dia juga berharap, kolaborasi antara RSUP Hasan Sadikin dan Pertamina Group dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

“Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin baik selama ini. Harapan kami, RSUP Hasan Sadikin Bandung, semakin andal dalam menjaga ketahanan energi,” kata Rachim.

Baca juga: Warga Antusias Donor Darah Bareng Pertamina di Luwu, Stok Darah PMI Terselamatkan

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa dukungan langsung dari Pertamina Group membuat rumah sakit mampu terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, inisiatif RSUP Hasan Sadikin dapat menjadi model penerapan energi bersih bagi rumah sakit lain di Indonesia.

Ia menegaskan, langkah itu sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan memperluas penggunaan energi rendah karbon.

Menurut Fadjar, kolaborasi antara pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), dan sektor pelayanan publik menjadi kunci dalam menyukseskan transisi energi nasional. 

“Pertamina siap mendukung penuh langkah-langkah strategis menuju Indonesia yang lebih hijau," tuturnya.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target NZE 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). 

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Gandeng PGN Pasarkan CNG, Produk Alternatif LPG

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Terkini Lainnya
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Pertamina
Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

Pertamina
Perluas Pemanfaatan PLTS di Kapal Pengangkut Minyak, Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun

Perluas Pemanfaatan PLTS di Kapal Pengangkut Minyak, Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun

Pertamina
Perkuat Sinergi Maritim, Kilang Pertamina Balikpapan dan Pertamina Trans Kontinental Jalin Kerja Sama Pengelolaan Infrastruktur

Perkuat Sinergi Maritim, Kilang Pertamina Balikpapan dan Pertamina Trans Kontinental Jalin Kerja Sama Pengelolaan Infrastruktur

Pertamina
PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal dan Terus Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal dan Terus Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

Pertamina
Perkuat Ketahanan Energi, Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis

Perkuat Ketahanan Energi, Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis

Pertamina
Pertamina dan SLB Perkuat Kolaborasi dalam Teknologi Hulu dan Solusi Rendah Karbon

Pertamina dan SLB Perkuat Kolaborasi dalam Teknologi Hulu dan Solusi Rendah Karbon

Pertamina
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Pertamina
Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina
Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Pertamina
Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Pertamina
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Pertamina
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Pertamina
Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Pertamina
Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com