Konsorsium PHE, Sinopec, dan KUFPEC Tandatangani Kontrak PSC Wilayah Kerja Melati

Kompas.com - 15/10/2024, 19:19 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Sulawesi Melati bersama mitra konsorsiumnya, Sinopec International Energy Investment (SIEI) Melati Limited dan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) Indonesia (Melati) B.V, resmi menandatangani Kontrak Kerja Sama (KKS) atau Production Sharing Contract (PSC) untuk Wilayah Kerja (WK) Melati.

Penandatanganan tersebut dilakukan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas) dalam acara Indonesia Exploration Forum (IEF) 2024 di Surabaya, Senin (14/10/2024).

Penandatanganan PSC WK Melati dihadiri oleh Direktur Utama (Dirut) PHE Sulawesi Melati Muhamad Arifin, Direktur SIEI Melati Limited Qin Shenggao, Direktur KUFPEC Indonesia (Melati) B.V, Tareeq M Ebrahim, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, serta Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana.

Dalam sambutannya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menegaskan pentingnya eksplorasi besar-besaran untuk mendapatkan cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang baru.

Baca juga: Impor Migas Gerus Devisa RI Rp 500 Triliun Setiap Tahun

"Potensi pengembangan industri migas dan penemuan cadangan pada blok baru masih sangat besar seiring dengan penambahan minat para investor pada industri hulu migas. Kami berharap penemuan cadangan baru dapat terus diperoleh,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (14/10/2024).

Plt Dirjen Migas Dadan Kusdiana menambahkan bahwa penandatanganan PSC untuk WK Melati akan mendukung target pemerintah dalam penemuan cadangan migas baru melalui pemenuhan komitmen eksplorasi.

"Kolaborasi KKKS di Wilayah Kerja Eksplorasi ini diharapkan menghasilkan temuan baru," katanya.

WK Melati, yang terletak di wilayah onshore dan offshore Sulawesi Tenggara (Sultra) serta Sulawesi Tengah (Sulteng), akan menggunakan skema Cost Recovery.

Baca juga: Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Meninggalnya Tahanan Polresta Palu

PHE Sulawesi Melati ditunjuk sebagai operator dengan luas wilayah kerja 8.453,70 kilometer persegi (km²).

Total komitmen pasti senilai 12,7 juta dollar Amerika Serikat (AS) akan digunakan untuk kegiatan studi geologi dan geofisika, serta 200 km² seismik tiga dimensi (3D) dan 250 km² dua dimensi (2D).

Dirut PHE Sulawesi Melati Muhamad Arifin mengatakan bahwa WK Melati memberikan optimisme baru dalam pencarian cadangan migas di Indonesia Timur.

"Kami siap menjalankan komitmen eksplorasi di Wilayah Kerja Melati untuk menemukan cadangan baru," jelasnya.

Baca juga: Eks Wali Kota Tual Divonis Ringan dalam Kasus Korupsi Cadangan Beras Rp 1,8 Miliar

Sebelum penandatanganan PSC, konsorsium telah menyelesaikan kewajiban finansial, termasuk pembayaran bonus tanda tangan dan penyerahan jaminan pelaksanaan sesuai peraturan.

Key Terms JOA WK Melati Disepakati

Sebelum penandatanganan PSC, konsorsium yang terdiri dari PHE Sulawesi Melati, SIEI Melati Limited, dan KUFPEC Indonesia (Melati) B.V. telah menyepakati prinsip-prinsip utama dari perjanjian operasi bersama atau joint operating agreement (JOA) untuk WK Melati.

Perjanjian tersebut, terkait teknis kerja sama pengelolaan dan pengoperasian WK Melati yang berada di onshore dan offshore Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulteng.

Penandatanganan JOA dilakukan di The Westin Surabaya, Senin (14/10/2024), dan disaksikan oleh Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PHE, Rachmat Hidajat.

Baca juga: Sejalan Asta Cita Prabowo-Gibran, Bisnis PGN Optimalkan Peran Gas Bumi dan Ekonomi Hijau

Pada kesempatan tersebut, Rachmat menyampaikan apresiasi atas terlaksananya penandatanganan prinsip utama JOA WK Melati.

"Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari momen penting ini," ujarnya.

Rachmat menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh PHE, Sinopec, dan KUFPEC bukan sekadar penandatanganan dokumen semata.

"Ini tentang meletakkan fondasi bagi kemitraan yang dibangun atas dasar kolaborasi, tujuan bersama, serta keyakinan bahwa kita akan lebih kuat jika bersatu. Perjanjian ini mencerminkan kerja keras, diskusi mendalam, dan dedikasi yang telah dilakukan selama beberapa minggu dan bulan terakhir," jelasnya.

Baca juga: Bukti Pengingkaran Belanda terhadap Perjanjian Renville

Di akhir sambutannya, Rachmat mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dari kedua belah pihak yang telah membantu mewujudkan kemitraan ini.

"Butuh banyak koordinasi, komitmen, dan kerja tim untuk mencapai titik ini. Ini adalah langkah awal menuju kemitraan yang sukses dan banyak pencapaian besar di masa depan," imbuhnya.

Dukungan PHE untuk Ketahanan Energi

Pada kesempatan terpisah, Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menjelaskan bahwa Pertamina terus mengembangkan sektor hulu untuk menemukan cadangan migas baru, termasuk melalui WK Melati.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah dan Perseroan dalam meningkatkan produksi migas nasional serta menjaga ketahanan energi," katanya.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pertamina dan Kementerian PPN/Bappenas Berkolaborasi

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari United Nations Global Compact (UNGC), yang menjadi bagian dari strategi dan operasional PHE. Sejak Juni 2022, PHE telah resmi terdaftar sebagai anggota UNGC.

Dalam mendukung aspek governance, PHE secara tegas menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery, dengan memastikan tindakan pencegahan terhadap segala bentuk kecurangan, serta menjaga perusahaan bebas dari praktik penyuapan.

Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandarisasi ISO 37001:2016.

Baca juga: Dapat Sertifikasi ISO ABMS, Antam Berkomitmen Terapkan Kebijakan Antisuap

PHE juga terus mengembangkan pengelolaan operasi secara prudent dan excellent, baik di dalam maupun luar negeri, dengan tetap profesional.

Adapun tujuannya adalah untuk menjadikan PHE sebagai perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang ramah lingkungan (environmentally friendly), bertanggung jawab secara sosial (socially responsible), dan menjunjung tata kelola yang baik (good governance).

Sebagai pemimpin di sektor transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Baca juga: Laporan Kearney: Indonesia Perlu Investasi 62 Miliar Dollar AS Per Tahun demi Mencapai Target NZE 2060

Pertamina terus mendorong berbagai program yang berdampak langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan penuh prinsip ESG di seluruh lini bisnis dan operasinya Pertamina.

Terkini Lainnya
Perkuat Ketahanan Energi, PIEP Kirim Minyak Mentah dari Aljazair ke Indonesia

Perkuat Ketahanan Energi, PIEP Kirim Minyak Mentah dari Aljazair ke Indonesia

Pertamina
Kapal Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz Berkat Sinergi Kemlu dan PIS

Kapal Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz Berkat Sinergi Kemlu dan PIS

Pertamina
Catat Kinerja Positif pada 2025, Pendapatan Pertamina Tembus Rp 1.167 Triliun

Catat Kinerja Positif pada 2025, Pendapatan Pertamina Tembus Rp 1.167 Triliun

Pertamina
Ini Juara Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Rd 2, Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia

Ini Juara Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Rd 2, Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia

Pertamina
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3

Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3

Pertamina
Dukung Pelaku UMK di Jakarta Fair, Pertamina Salurkan Bright Gas ke Puluhan Pedagang Kuliner 

Dukung Pelaku UMK di Jakarta Fair, Pertamina Salurkan Bright Gas ke Puluhan Pedagang Kuliner 

Pertamina
Pertamina Mandalika International Circuit, Tempat Generasi Baru Pembalap Indonesia

Pertamina Mandalika International Circuit, Tempat Generasi Baru Pembalap Indonesia

Pertamina
Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Round 2 Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Round 2 Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia

Pertamina
Siapkan Pebalap Muda ke Level Internasional, Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2 Terapkan Regulasi Standar FIM

Siapkan Pebalap Muda ke Level Internasional, Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2 Terapkan Regulasi Standar FIM

Pertamina
Pertamina Peringkat Ketiga Fortune Southeast Asia 500, Perkuat Komitmen Jaga Ketahanan Energi

Pertamina Peringkat Ketiga Fortune Southeast Asia 500, Perkuat Komitmen Jaga Ketahanan Energi

Pertamina
Pertamina Berkah Santuni 17.300 Anak Yatim dan Dhuafa di Seluruh Indonesia

Pertamina Berkah Santuni 17.300 Anak Yatim dan Dhuafa di Seluruh Indonesia

Pertamina
Dari Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan, Inovasi Perwira Pertamina Bawa Dampak Nyata di APQ Awards 2026

Dari Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan, Inovasi Perwira Pertamina Bawa Dampak Nyata di APQ Awards 2026

Pertamina
Sudah ke Jakarta Fair? Yuk Dukung UMKM Lokal di Bright Store by Pertamina

Sudah ke Jakarta Fair? Yuk Dukung UMKM Lokal di Bright Store by Pertamina

Pertamina
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Pertamina
Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com