Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan

Kompas.com - 05/03/2026, 15:58 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.comArus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik tetap lancar.

Peningkatan arus logistik di antaranya terjadi di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jateng-DIY Teguh Arif Handoko menyebutkan bahwa volume kargo naik sekitar 130 persen.

Di Pelabuhan Tanjung Emas, kenaikan kargo membuat rotasi kontainer meningkat, dari rata-rata 2.800 unit per hari menjadi 3.000 unit per hari.

Baca juga: Menteri UMKM Sebut Banjir Impor China akibat Permainan Kargo dan Oknum Bea Cukai

Selain momentum Lebaran, ALFI Jateng menilai bahwa pertumbuhan aktivitas logistik juga didongkrak oleh tingginya investasi industri di Jateng, seperti di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang mendorong peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas.

"Tahun 2023 sekitar 700.000 twenty-foot equivalent unit (TEUs), 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. (Peningkatan) ini signifikan, walaupun perusahaan di KIK dan KITB baru sekitar 20 persen yang sudah produksi dan operasi," ujar Teguh dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Bupati Kendal Mbak Tika: KEK dan KIK Terbukti Beri Multiplier Effect Terhadap Perekonomian Kendal

Strategi hadapi lonjakan di Tanjung Perak

Kepadatan arus logistik jelang Lebaran mendorong ALFI Jatim menyiapkan strategi khusus. Salah satunya dengan mengalihkan storage ekspor untuk menampung barang impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sementara waktu.

Ketua ALFI Jatim Sebastian Wibisono mengatakan bahwa lonjakan arus logistik memang tidak bisa dihindari menjelang Lebaran.

Pria yang akrab disapa Wibi itu memprediksi volume arus logistik akan meningkat 80 persen. Terlebih, Surabaya kerap menjadi jalur transit ke wilayah Timur. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan kembali normal setelah April.

Baca juga: DPR Sebut Pembatasan Truk Saat Nataru Berpotensi Ganggu Arus Logistik

"Kebetulan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Imlek, serta Idul Fitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Waktu Imlek banyak impor turun ke sini, lalu didistribusikan ke wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," jelas Wibi.

Untuk mengantisipasi penumpukan, ALFI Jatim menerapkan strategi pengalihan lokasi. Gudang yang biasanya digunakan untuk ekspor akan dimanfaatkan sementara waktu untuk menampung barang impor.

Strategi tersebut diterapkan setelah berkoordinasi dan mengantongi izin Bea Cukai agar arus logistik tetap lancar.

Baca juga: Penerimaan Bea Cukai Januari 2026 Turun 14 Persen

"Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, yaitu Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya," ungkap Wibi.

Ia memaparkan, lonjakan arus logistik pada 2024 mencapai 103 persen. Namun, hal ini dapat diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti.

Lebih lanjut, Wibi menilai bahwa pelabuhan seperti Tanjung Mas dan Tanjung Perak membutuhkan peningkatan infrastruktur, misalnya perluasan lahan agar lebih banyak titik penyandaran kapal.

Baca juga: Tanggul Kawasan Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Jebol, Pelindo Ungkap Penyebabnya

Hal serupa juga menjadi perhatian ALFI Jateng. Ketua ALFI/ILFA Jateng-DIY Teguh Arif menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, termasuk fasilitas akses jalan dan depo kontainer, agar operasional logistik di Pelabuhan Tanjung Emas lebih lancar.

ALFI Jateng turut menyoroti peran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam mendukung investasi. Teguh berharap, investasi tidak hanya didorong dari sisi penanaman modal, tetapi juga memperhatikan manajemen rantai pasok.

Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengontrol alur bongkar muat sekaligus mengurangi antrean kontainer dan barang keluar masuk pelabuhan.

"Jangan hanya memberikan suatu kemudahan investasi tanpa memikirkan manajemen supply chain. Jangan sampai investor bingung saat mengirim barang setelah produksi selesai," kata Teguh.

Baca juga: Kendal Jadi Magnet Investasi Jateng, Tembus Rp 15 Triliun Penanaman Modal, Ini Penyebabnya

Upaya antisipasi Pelindo Petikemas

Sebagai upaya antisipasi peningkatan arus logistik jelang Lebaran 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mengaku telah melakukan persiapan di sejumlah terminal yang dikelola.

Corporate Secretary SPTP Widyaswendra mengatakan bahwa sistem operasi terminal yang digunakan saat ini membuat pihaknya dapat merencanakan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas sejak jauh-jauh hari.

Dengan demikian, terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan tambatan di dermaga (berth occupancy ratio) serta tingkat kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (yard occupancy ratio).

Baca juga: Pelindo: Arus Peti Kemas Ekspor Impor Semester I-2025 Tumbuh 13,64 Persen

"Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang," jelas Widyaswendra.

Selain itu, pengelola terminal bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lokasi pemindahan penumpukan (overbrengen) untuk mengurai kepadatan di dalam area terminal. Langkah ini dilakukan agar kegiatan bongkar muat di dalam terminal peti kemas dapat berjalan lancar.

Selama libur Lebaran, Widyaswendra menyatakan bahwa operasional terminal peti kemas akan tetap berlangsung selama 24 jam dalam tujuh hari. Kegiatan pelayanan tetap berlangsung sesuai jadwal dan perencanaan yang ditetapkan.

"Kami mengimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system guna meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan raya saat akan melakukan pengiriman maupun pengambilan peti kemas sebelum libur dan setelah libur Lebaran," tutur Widyaswendra.

Baca juga: Buruh Sampaikan Aspirasi, SPTP Pastikan Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Beroperasi Normal

Peningkatan perdagangan

Pada kesempatan terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi sinyal perbaikan perputaran ekonomi.

Volume bongkar muat tercatat naik seiring meningkatnya konsumsi masyarakat saat Imlek dan berlanjut menjelang Lebaran.

Menurut Frans, volume bongkar muat tersebut diperkirakan naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa. Bahkan, lonjakan aktivitas bongkar muat diprediksi menyentuh 25 persen sekitar 10 hari sebelum Lebaran.

Baca juga: Pengusaha Logistik Soroti Antrean Kapal dan Bongkar Muat Pelabuhan

"Sejak Desember, sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat di sana. Ini akan terus meningkat mendekati Lebaran dengan kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa," kata Frans.

Ia mengungkapkan bahwa komoditas yang mendominasi peningkatan arus barang adalah kebutuhan konsumsi musiman, mulai dari bahan pangan produk fesyen dan perlengkapan Idul Fitri lainnya.

Hal tersebut memberikan dampak cukup positif untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun ritel karena perputaran uang berlangsung lebih cepat.

Baca juga: Pedagang Keluhkan Ekspansi Ritel Modern, Mendag: Enggak Ada Masalah

Sejauh ini, Frans belum mendapat laporan dari anggota Apindo Jateng soal antrean akibat penumpukan aktivitas bongkar muat. Menurutnya, operasional pelabuhan relatif lancar karena Pelindo Terminal Petikemas berpengalaman dalam menangani peningkatan arus barang.

Frans memprediksi pertumbuhan ekonomi di Jateng hingga Lebaran 2026 menunjukkan tren positif dengan konsumsi domestik sebagai pendorong utama laju perputaran ekonomi.

Ia pun memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi mendekati 5,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa sebesar 5,1 hingga 5,2 persen.

"Kondisi ekonomi setelah Lebaran masih tanda tanya besar. Dalam situasi sekarang, faktor geopolitik dan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump itu yang membuat kondisi ke depan belum bisa dipastikan," tegas Frans.

Baca juga: Konflik Geopolitik Timur Tengah Memanas, OJK Terus Pantau Pergerakan Pasar Modal Indonesia

Terkini Lainnya
Pelindo Pastikan Layanan Pelabuhan Beroperasi Penuh Selama Angkutan Lebaran 2026

Pelindo Pastikan Layanan Pelabuhan Beroperasi Penuh Selama Angkutan Lebaran 2026

Pelindo
Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan

Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan

Pelindo
Angkutan Lebaran Diprediksi Naik, Pelindo Siapkan 63 Terminal untuk Layani Pemudik

Angkutan Lebaran Diprediksi Naik, Pelindo Siapkan 63 Terminal untuk Layani Pemudik

Pelindo
Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pelindo, dan Kemenhub Kembangkan Kawasan Pesisir dan Pelabuhan Laut

Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pelindo, dan Kemenhub Kembangkan Kawasan Pesisir dan Pelabuhan Laut

Pelindo
Buruh Sampaikan Aspirasi, SPTP Pastikan Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Beroperasi Normal

Buruh Sampaikan Aspirasi, SPTP Pastikan Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Beroperasi Normal

Pelindo
Perkuat Sistem Keamanan Terhadap Serangan Siber, Pelindo Gelar Pelatihan dan Exercise Live ISPS Code

Perkuat Sistem Keamanan Terhadap Serangan Siber, Pelindo Gelar Pelatihan dan Exercise Live ISPS Code

Pelindo
Tangani Krisis Sampah, Pelindo Terminal Petikemas Gandeng ULM Berdayakan Masyarakat

Tangani Krisis Sampah, Pelindo Terminal Petikemas Gandeng ULM Berdayakan Masyarakat

Pelindo
Pelindo Terminal Petikemas Dukung Program Prioritas Jateng, Tanam 50.000 Bibit Mangrove

Pelindo Terminal Petikemas Dukung Program Prioritas Jateng, Tanam 50.000 Bibit Mangrove

Pelindo
Pelindo Raih Juara Umum Lomba Olahraga Harhubnas Kemenhub 2025

Pelindo Raih Juara Umum Lomba Olahraga Harhubnas Kemenhub 2025

Pelindo
Pelindo Kembali Masuk Daftar Fortune Indonesia 100

Pelindo Kembali Masuk Daftar Fortune Indonesia 100

Pelindo
Program Pelita Warna, Upaya Pelindo Petikemas Berdayakan Perempuan di Lapas Malang

Program Pelita Warna, Upaya Pelindo Petikemas Berdayakan Perempuan di Lapas Malang

Pelindo
Sambut HUT RI, Pelindo Petikemas Tanam 1.500 Pohon di Area Terminal

Sambut HUT RI, Pelindo Petikemas Tanam 1.500 Pohon di Area Terminal

Pelindo
Pelindo Sukses Layani Kapal Roro Jumbo Berkapasitas 7.000 Unit Mobil

Pelindo Sukses Layani Kapal Roro Jumbo Berkapasitas 7.000 Unit Mobil

Pelindo
Pelindo: Arus Peti Kemas Ekspor Impor Semester I-2025 Tumbuh 13,64 Persen

Pelindo: Arus Peti Kemas Ekspor Impor Semester I-2025 Tumbuh 13,64 Persen

Pelindo
Sempat Ada Kendala Teknis, Alat Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Tarakan Kembali Berfungsi

Sempat Ada Kendala Teknis, Alat Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Tarakan Kembali Berfungsi

Pelindo
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com