Pelindo Petikemas Catatkan Peningkatan Arus Peti Kemas di TPK Kendari hingga 7 Persen

Kompas.com - 04/12/2024, 18:28 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatatkan kenaikan signifikan pada arus peti kemas di Terminal Petikemas (TPK) Kendari pada 2024.

Hingga Oktober 2024, jumlah peti kemas yang melalui terminal ini mencapai 112.077 twenty-foot equivalent unit (TEUs) atau tumbuh 7 persen dibandingkan dengan periode Oktober 2023, yang tercatat sebesar 104.423 TEUs.

Pencapaian tersebut mencerminkan semakin solidnya peran TPK Kendari dalam mendukung perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra), yang tercatat tumbuh 5,24 persen pada triwulan III-2024.

Corporate Secretary SPTP Widyaswendra mengatakan bahwa ada beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini, di antaranya adalah berkembangnya industri nikel di Sultra dan peningkatan hasil sektor perikanan serta pertanian.

Baca juga: Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Sektor-sektor tersebut, kata dia, berkontribusi pada meningkatnya arus barang yang masuk dan keluar dari wilayah tersebut, yang tercermin dalam kenaikan angkutan balik (backhaul) peti kemas yang kini mencapai 30 persen.

Persentase tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional wilayah Indonesia Timur yang hanya sekitar 10 persen.

“Peningkatan arus peti kemas di TPK Kendari juga sejalan dengan peningkatan jumlah kunjungan kapal dari perusahaan pelayaran nasional, seperti Pelayaran Meratus dan Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), ucap Widyaswendra dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (4/12/2024).

Baca juga: Terima Kunjungan Danlantamal VI Makassar yang Baru, Danny Pomanto: Danlantamal VI Selalu Back Up Kami

Pelayaran Meratus, yang sebelumnya hanya melakukan empat kunjungan kapal per bulan, kini menambah jumlah kunjungan menjadi tujuh kapal per bulan.

Sementara SPIL juga menambah dua kunjungan kapal per bulan, dari empat menjadi enam kunjungan.

Tren pertumbuhan yang positif

Sementara itu, Kepala Pelayaran Meratus Cabang Kendari, Klemens Kenny mengatakan bahwa arus peti kemas di Sulawesi Tenggara menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup positif, dengan angka rata-rata 8 sampai 10 persen per tahun.

Kapal-kapal Pelayaran Meratus yang berlabuh di TPK Kendari memiliki kapasitas antara 400 hingga 800 TEUs.

Baca juga: 2 Pemilih Tambahan Coblos 2 Surat Suara, 1 TPS di Kota Kendari Gelar PSU Pilkada

Menurutnya, penambahan kunjungan kapal tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya volume muatan, tetapi juga oleh perbaikan kinerja operasional TPK Kendari setelah transformasi yang dilakukan oleh SPTP.

Waktu singgah kapal (port stay) kini jauh lebih cepat, berkat peningkatan kecepatan bongkar muat yang mencapai 40 boks per jam (B/S/H) ketika dua unit quay container crane (QCC) beroperasi secara bersamaan.

“Kecepatan bongkar muat dan waktu singgah kapal telah meningkat signifikan. Saat ini, port stay rata-rata hanya 17 jam, dibandingkan dengan sebelumnya yang bisa mencapai dua hari, bahkan lebih dari tiga hari beberapa tahun lalu,” imbuh Klemens.

Baca juga: Kapal Kayu Terbalik Dihantam Ombak di Lampung, Penumpang Sempat 2 Jam Terapung

Selain Meratus, SPIL juga menambah dua kunjungan kapal setiap bulan, dari empat menjadi enam kunjungan.

Branch Manager SPIL Cabang Kendari Usman Bada menyebutkan bahwa muatan yang ditangani pihaknya meningkat sekitar 10 persen setiap tahun.

Ia juga merasakan dampak positif dari transformasi TPK Kendari pasca penggabungan Pelindo.

“Perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh SPTP mulai membuahkan hasil, dengan operasional yang lebih terencana dan efektif, meningkatkan kecepatan bongkar muat dan mempercepat waktu singgah kapal,” ujar Usman.

Terkini Lainnya
Pelindo Pastikan Layanan Pelabuhan Beroperasi Penuh Selama Angkutan Lebaran 2026

Pelindo Pastikan Layanan Pelabuhan Beroperasi Penuh Selama Angkutan Lebaran 2026

Pelindo
Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan

Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan

Pelindo
Angkutan Lebaran Diprediksi Naik, Pelindo Siapkan 63 Terminal untuk Layani Pemudik

Angkutan Lebaran Diprediksi Naik, Pelindo Siapkan 63 Terminal untuk Layani Pemudik

Pelindo
Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pelindo, dan Kemenhub Kembangkan Kawasan Pesisir dan Pelabuhan Laut

Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pelindo, dan Kemenhub Kembangkan Kawasan Pesisir dan Pelabuhan Laut

Pelindo
Buruh Sampaikan Aspirasi, SPTP Pastikan Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Beroperasi Normal

Buruh Sampaikan Aspirasi, SPTP Pastikan Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Beroperasi Normal

Pelindo
Perkuat Sistem Keamanan Terhadap Serangan Siber, Pelindo Gelar Pelatihan dan Exercise Live ISPS Code

Perkuat Sistem Keamanan Terhadap Serangan Siber, Pelindo Gelar Pelatihan dan Exercise Live ISPS Code

Pelindo
Tangani Krisis Sampah, Pelindo Terminal Petikemas Gandeng ULM Berdayakan Masyarakat

Tangani Krisis Sampah, Pelindo Terminal Petikemas Gandeng ULM Berdayakan Masyarakat

Pelindo
Pelindo Terminal Petikemas Dukung Program Prioritas Jateng, Tanam 50.000 Bibit Mangrove

Pelindo Terminal Petikemas Dukung Program Prioritas Jateng, Tanam 50.000 Bibit Mangrove

Pelindo
Pelindo Raih Juara Umum Lomba Olahraga Harhubnas Kemenhub 2025

Pelindo Raih Juara Umum Lomba Olahraga Harhubnas Kemenhub 2025

Pelindo
Pelindo Kembali Masuk Daftar Fortune Indonesia 100

Pelindo Kembali Masuk Daftar Fortune Indonesia 100

Pelindo
Program Pelita Warna, Upaya Pelindo Petikemas Berdayakan Perempuan di Lapas Malang

Program Pelita Warna, Upaya Pelindo Petikemas Berdayakan Perempuan di Lapas Malang

Pelindo
Sambut HUT RI, Pelindo Petikemas Tanam 1.500 Pohon di Area Terminal

Sambut HUT RI, Pelindo Petikemas Tanam 1.500 Pohon di Area Terminal

Pelindo
Pelindo Sukses Layani Kapal Roro Jumbo Berkapasitas 7.000 Unit Mobil

Pelindo Sukses Layani Kapal Roro Jumbo Berkapasitas 7.000 Unit Mobil

Pelindo
Pelindo: Arus Peti Kemas Ekspor Impor Semester I-2025 Tumbuh 13,64 Persen

Pelindo: Arus Peti Kemas Ekspor Impor Semester I-2025 Tumbuh 13,64 Persen

Pelindo
Sempat Ada Kendala Teknis, Alat Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Tarakan Kembali Berfungsi

Sempat Ada Kendala Teknis, Alat Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Tarakan Kembali Berfungsi

Pelindo
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com