KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama KAI Commuter melakukan revitalisasi dan perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor sebagai bagian dari peningkatan kapasitas layanan Commuter Line di lintas Bogor Line.
Pekerjaan tersebut berlangsung sejak 15 April 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Revitalisasi dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line dengan 12 kereta (SF12) sehingga kapasitas angkut penumpang dapat meningkat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Bogor menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran mobilitas pelanggan yang terus tumbuh setiap tahun.
“Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek. Pertumbuhan volume pelanggan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi perjalanan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal,” ujar Anne dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: 112.710 Penumpang Kereta Api Padati Jember Saat Long Weekend, KA Bersubsidi Jadi Primadona
Tingginya mobilitas penumpang terlihat dari frekuensi perjalanan Commuter Line di Stasiun Bogor yang mencapai 392 perjalanan per hari pada hari kerja dan 373 perjalanan saat akhir pekan.
Kondisi tersebut menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun dengan aktivitas pelanggan paling padat di jaringan Commuter Line Jabodetabek.
Data KAI menunjukkan, volume pelanggan yang melakukan gate in di Stasiun Bogor selama periode Januari hingga April 2026 mencapai 6.140.074 penumpang. Sementara itu, volume gate out tercatat sebanyak 5.959.832 penumpang.
Sepanjang 2025, jumlah gate in di Stasiun Bogor mencapai 18.199.619 penumpang dan gate out sebanyak 18.171.350 penumpang. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencatat gate in sebesar 17.124.802 penumpang dan gate out 17.276.284 penumpang.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah pengguna Bogor Line secara keseluruhan. Pada 2022, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 102.054.022 penumpang.
Baca juga: Modus Penumpang, Begal Rampas Motor Guru SD yang Nyambi Driver Ojek di Bogor
Angka tersebut meningkat menjadi 133.040.885 penumpang pada 2023, kemudian kembali naik menjadi 145.920.264 penumpang pada 2024, dan mencapai 155.009.997 penumpang sepanjang 2025.
Sementara itu, pada Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan Bogor Line telah mencapai 51.868.066 penumpang.
Penumpang Commuter Line melintas di area Stasiun Bogor dengan latar baliho permohonan maaf terkait pekerjaan revitalisasi peron dan penyesuaian layanan perjalanan.Anne menjelaskan, pengoperasian rangkaian dengan 12 kereta akan memberikan kapasitas angkut yang lebih besar dalam satu perjalanan sehingga distribusi penumpang, khususnya pada jam sibuk, dapat menjadi lebih baik.
“Penambahan kapasitas melalui operasional rangkaian 12 kereta disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman,” jelas Anne.
Selain perpanjangan peron dan penyesuaian jalur, revitalisasi juga mencakup pembangunan kanopi baru di area peron jalur 6, 7, dan 8.
Baca juga: Usai Pembangunan, Peron 6-8 Stasiun Bogor Dapat Diisi 12 Gerbong Kereta
Kanopi tersebut dirancang terhubung langsung dengan area selasar stasiun guna meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu maupun berpindah jalur, terutama ketika hujan dan cuaca panas.
Saat ini, pekerjaan revitalisasi telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan konstruksi calon peron baru.
Selama proses revitalisasi berlangsung, KAI dan KAI Commuter melakukan penyesuaian pola operasional serta alur pelayanan pelanggan di area stasiun.
Petugas juga melakukan pengaturan arus penumpang, optimalisasi pelayanan, dan penguatan informasi perjalanan agar mobilitas pelanggan tetap aman, tertib, dan lancar selama pekerjaan berlangsung.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas, disiapkan area pedestrian sementara di sisi selasar stasiun serta rekayasa arus penumpang pada jam sibuk.
Baca juga: Wisata ke Banyuwangi saat Libur Panjang Makin Diminati, Penumpang Kereta Melonjak
Penumpang yang menuju Hall Barat dapat diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang. Sementara sebagian penumpang lainnya diarahkan menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor.
“Pengembangan dan perbaikan fasilitas pelayanan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan Commuter Line dan pelanggan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta,” imbuh Anne.
Ia menambahkan, selama proses revitalisasi berlangsung terdapat sejumlah penyesuaian yang dapat memengaruhi kenyamanan pelanggan di area stasiun.
“Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau pelanggan untuk tetap berhati-hati serta mengikuti arahan petugas di area stasiun,” tutup Anne.