Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Kompas.com - 19/05/2026, 18:37 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama KAI Commuter melakukan revitalisasi dan perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor sebagai bagian dari peningkatan kapasitas layanan Commuter Line di lintas Bogor Line.

Pekerjaan tersebut berlangsung sejak 15 April 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Revitalisasi dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line dengan 12 kereta (SF12) sehingga kapasitas angkut penumpang dapat meningkat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Bogor menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran mobilitas pelanggan yang terus tumbuh setiap tahun.

“Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek. Pertumbuhan volume pelanggan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi perjalanan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal,” ujar Anne dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: 112.710 Penumpang Kereta Api Padati Jember Saat Long Weekend, KA Bersubsidi Jadi Primadona

Volume penumpang terus meningkat

Tingginya mobilitas penumpang terlihat dari frekuensi perjalanan Commuter Line di Stasiun Bogor yang mencapai 392 perjalanan per hari pada hari kerja dan 373 perjalanan saat akhir pekan.

Kondisi tersebut menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun dengan aktivitas pelanggan paling padat di jaringan Commuter Line Jabodetabek.

Data KAI menunjukkan, volume pelanggan yang melakukan gate in di Stasiun Bogor selama periode Januari hingga April 2026 mencapai 6.140.074 penumpang. Sementara itu, volume gate out tercatat sebanyak 5.959.832 penumpang.

Sepanjang 2025, jumlah gate in di Stasiun Bogor mencapai 18.199.619 penumpang dan gate out sebanyak 18.171.350 penumpang. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencatat gate in sebesar 17.124.802 penumpang dan gate out 17.276.284 penumpang.

Peningkatan juga terjadi pada jumlah pengguna Bogor Line secara keseluruhan. Pada 2022, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 102.054.022 penumpang.

Baca juga: Modus Penumpang, Begal Rampas Motor Guru SD yang Nyambi Driver Ojek di Bogor

Angka tersebut meningkat menjadi 133.040.885 penumpang pada 2023, kemudian kembali naik menjadi 145.920.264 penumpang pada 2024, dan mencapai 155.009.997 penumpang sepanjang 2025.

Sementara itu, pada Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan Bogor Line telah mencapai 51.868.066 penumpang.

Dukung operasional kereta 12 rangkaian

Penumpang Commuter Line melintas di area Stasiun Bogor dengan latar baliho permohonan maaf terkait pekerjaan revitalisasi peron dan penyesuaian layanan perjalanan.Dok. KAI Penumpang Commuter Line melintas di area Stasiun Bogor dengan latar baliho permohonan maaf terkait pekerjaan revitalisasi peron dan penyesuaian layanan perjalanan.

Anne menjelaskan, pengoperasian rangkaian dengan 12 kereta akan memberikan kapasitas angkut yang lebih besar dalam satu perjalanan sehingga distribusi penumpang, khususnya pada jam sibuk, dapat menjadi lebih baik.

“Penambahan kapasitas melalui operasional rangkaian 12 kereta disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman,” jelas Anne.

Selain perpanjangan peron dan penyesuaian jalur, revitalisasi juga mencakup pembangunan kanopi baru di area peron jalur 6, 7, dan 8.

Baca juga: Usai Pembangunan, Peron 6-8 Stasiun Bogor Dapat Diisi 12 Gerbong Kereta

Kanopi tersebut dirancang terhubung langsung dengan area selasar stasiun guna meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu maupun berpindah jalur, terutama ketika hujan dan cuaca panas.

Saat ini, pekerjaan revitalisasi telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan konstruksi calon peron baru.

Rekayasa arus penumpang selama revitalisasi

Selama proses revitalisasi berlangsung, KAI dan KAI Commuter melakukan penyesuaian pola operasional serta alur pelayanan pelanggan di area stasiun.

Petugas juga melakukan pengaturan arus penumpang, optimalisasi pelayanan, dan penguatan informasi perjalanan agar mobilitas pelanggan tetap aman, tertib, dan lancar selama pekerjaan berlangsung.

Untuk mendukung kelancaran mobilitas, disiapkan area pedestrian sementara di sisi selasar stasiun serta rekayasa arus penumpang pada jam sibuk.

Baca juga: Wisata ke Banyuwangi saat Libur Panjang Makin Diminati, Penumpang Kereta Melonjak

Penumpang yang menuju Hall Barat dapat diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang. Sementara sebagian penumpang lainnya diarahkan menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor.

“Pengembangan dan perbaikan fasilitas pelayanan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan Commuter Line dan pelanggan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta,” imbuh Anne.

Ia menambahkan, selama proses revitalisasi berlangsung terdapat sejumlah penyesuaian yang dapat memengaruhi kenyamanan pelanggan di area stasiun.

“Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau pelanggan untuk tetap berhati-hati serta mengikuti arahan petugas di area stasiun,” tutup Anne.

Terkini Lainnya
Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Kereta Api Indonesia
Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Kereta Api Indonesia
KAI Targetkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan di 1.638 Perlintasan

KAI Targetkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan di 1.638 Perlintasan

Kereta Api Indonesia
KAI Tanggung Pendidikan Anak dari Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Tanggung Pendidikan Anak dari Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

Kereta Api Indonesia
Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Kereta Api Indonesia
KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Kereta Api Indonesia
500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

Kereta Api Indonesia
KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

Kereta Api Indonesia
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Kereta Api Indonesia
Perjalanan Kereta Terganggu akibat Longsor, KAI Kebut Pembersihan Rel Maswati–Sasaksaat

Perjalanan Kereta Terganggu akibat Longsor, KAI Kebut Pembersihan Rel Maswati–Sasaksaat

Kereta Api Indonesia
Tindaklanjuti Arahan Prabowo untuk Menata Kawasan Rel, Ini 3 Langkah KAI 

Tindaklanjuti Arahan Prabowo untuk Menata Kawasan Rel, Ini 3 Langkah KAI 

Kereta Api Indonesia
Dirut KAI Tinjau Layanan Lebaran di Sumatra Utara, Pastikan Perjalanan Pelanggan Tetap Lancar dan Nyaman

Dirut KAI Tinjau Layanan Lebaran di Sumatra Utara, Pastikan Perjalanan Pelanggan Tetap Lancar dan Nyaman

Kereta Api Indonesia
Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com