Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Kompas.com - 18/03/2026, 10:29 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Minat masyarakat terhadap layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan menunjukkan tren positif pada awal masa angkutan Lebaran 2026. Hingga 17 Maret 2026, layanan ini telah melayani 7.951 pelanggan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat, hingga 17 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan mencapai 23.708 tiket dari total 27.368 tempat duduk yang disediakan untuk periode perjalanan 11 Maret hingga 1 April 2026. Angka tersebut setara dengan tingkat okupansi sebesar 87 persen.

Jumlah itu masih berpotensi meningkat seiring bertambahnya permintaan perjalanan menjelang puncak arus mudik.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan bahwa Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas pilihan transportasi masyarakat selama masa Lebaran, terutama pada relasi dengan permintaan tinggi.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026, Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Rute Ini Capai 100 Persen

“Dengan kapasitas yang bertambah serta pengaturan kursi yang lebih nyaman, layanan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan tarif perjalanan kereta api,” ujar Bobby dalam siaran persnya, Rabu (18/3/2026).

Untuk diketahui, Kereta Ekonomi Kerakyatan dirangkaikan dalam perjalanan KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi kerakyatan.

Rangkaian tersebut memiliki kapasitas 250 tempat duduk kelas eksekutif dan 372 tempat duduk kelas ekonomi kerakyatan untuk menambah kapasitas perjalanan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Layanan ini beroperasi melalui dua perjalanan harian, yakni KA 7039 relasi Lempuyangan–Pasarsenen yang berangkat pukul 06.00 WIB dan tiba pukul 13.56 WIB, serta KA 7040 relasi Pasarsenen–Lempuyangan yang berangkat pukul 15.25 WIB dan tiba pukul 22.57 WIB.

Baca juga: Kereta Ekonomi Kerakyatan Hadir di Rute Pasarsenen–Lempuyangan

Dari sisi sarana, Kereta Ekonomi Kerakyatan menghadirkan pengaturan tempat duduk yang lebih ergonomis untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Setiap unit kereta memiliki 93 tempat duduk dengan konfigurasi 3–2, sehingga ruang duduk terasa lebih lapang dibandingkan susunan sebelumnya yang berkapasitas 106 kursi.

Selain itu, kursi pada Kereta Ekonomi Kerakyatan juga dilengkapi fitur reversible, sehingga arah duduk dapat disesuaikan dengan arah perjalanan kereta api. Tujuannya untuk memberi kenyamanan tambahan bagi pelanggan selama perjalanan, terutama untuk relasi jarak jauh.

Dari sisi tarif, layanan ini ditempatkan di antara Kereta Ekonomi bersubsidi Public Service Obligation (PSO) dan Kereta Ekonomi reguler.

Baca juga: Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Dijual Hingga 1 April 2026, Tarif Rp 175.000

Untuk relasi terjauh pada periode angkutan Lebaran 2026, tarif Kereta Ekonomi Kerakyatan dibanderol mulai dari Rp 175.000, sehingga tetap terjangkau dengan fasilitas yang lebih baik.

Bobby menegaskan, KAI terus mengoptimalkan sarana yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

“Melalui pengaturan sarana yang ada, kapasitas perjalanan dapat ditingkatkan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Kami ingin masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau selama masa angkutan Lebaran,” jelasnya.

Baca juga: KAI Commuter Wilayah 6 Yogyakarta Prediksi Penumpang Angkutan Lebaran 2026 Capai 679.000 Orang

Peninjauan di Stasiun Pasarsenen

Pada Selasa (17/3/2026), Bobby mendampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meninjau situasi arus mudik di Stasiun Pasarsenen.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pelayanan kepada pelanggan serta kesiapan operasional kereta api selama masa angkutan Lebaran 2026.

Pada kesempatan tersebut, Teddy menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus membenahi layanan perkeretaapian nasional.

“Jadi, sesuai arahan Bapak Presiden, beliau fokus di pembenahan kereta api. Nah, inilah yang mau kita cek. Tadi ada Kereta Ekonomi Kerakyatan. Tadi saya cek langsung,” ujar Teddy.

Saat berada di area stasiun, Teddy menyapa para pemudik yang bersiap melakukan perjalanan. Ia berdialog dengan sejumlah pelanggan, menyalami keluarga, serta menyapa anak-anak di lokasi.

Baca juga: Jam Operasional Transjakarta ke Stasiun Diperpanjang Selama Libur Lebaran

Kehadirannya pun disambut antusias oleh para pemudik yang memanfaatkan kesempatan untuk berfoto dan bersalaman.

Setelah meninjau area pelayanan, Teddy bersama Bobby menuju rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan di peron 1 untuk melihat langsung kondisi sarana sekaligus menyapa pelanggan di dalam kereta.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby memaparkan karakteristik layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan sebagai pilihan perjalanan dengan tarif terjangkau sekaligus menambah kapasitas selama periode mudik.

Teddy juga menyoroti peningkatan kenyamanan yang dirasakan pelanggan setelah pembaruan sarana dilakukan.

Baca juga: Cara Pesan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Untuk Mudik Lebaran 2026

“Tadi kalau Anda lihat, AC-nya nyala, toiletnya bagus, kemudian tempat duduknya tidak hadap-hadapan. Ya nyamanlah, enam jam ke Jogja. Alhamdulillah bisa cepat beliau perbaiki gerbong-gerbongnya, kemudian bisa digunakan dari sini ke Jawa, ke Jogja,” tuturnya.

Teddy berharap, KAI dapat konsisten mengembangkan layanan kereta api secara bertahap agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini mau kita kembangkan lagi, perlu waktu. Yang mengerjakan dari KAI sendiri, waktunya relatif cepat. Ini mau ditingkatkan sehingga seluruh perkeretaapian di Indonesia, tidak hanya di Jawa, di pulau-pulau lain juga akan meningkat kualitas, kenyamanan, dan kebersihannya. Itu pesan dari Pak Presiden,” ungkap Teddy.

Baca juga: Dalam 5 Hari, Mobilitas Pemudik Kereta Api di Daop 7 Madiun Capai 83.664 Orang

Terkini Lainnya
Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Kereta Api Indonesia
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com